misa.lagu-gereja.com
 

Renungan Katolik 2022
Sabtu, 10 September 2022
Renungan Katolik Sabtu, 10 September 2022 - Lukas 6:43-49 - BcO Yudas 1-25 - Hari Biasa

Sabtu, 10 September 2022
Hari Biasa
1Kor. 10:14-22a; Mzm. 116:12-13,17-18;
Lukas 6:43-49
BcO Yudas 1-25
Warna Liturgi Hijau

Lukas 6:43-49
Pohon dan buahnya
6:43 "Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. 6:44 Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. 6:45 Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."
Dua macam dasar
6:46 "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? 6:47 Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya -- Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan --, 6:48 ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. 6:49 Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."

Penjelasan:

* Kita dapat berharap bahwa perkataan dan tindakan orang akan sesuai dengan diri mereka yang sebenarnya, sesuai dengan keadaan hati mereka yang sebenarnya, dan sesuai dengan asas-asas yang mereka anut.
. Hati manusia seperti pohon, sedangkan perkataan dan perbuatannya adalah buah yang sesuai dengan sifat pohon itu (ay. 43-44). Jika seseorang benar-benar baik, jika terdapat suatu asas anugerah di dalam hatinya, dan jiwa yang mengarah pada Allah dan sorga, walaupun buah yang dihasilkannya tidak berlimpah dan beberapa di antaranya hancur, walaupun adakalanya dirinya bagaikan pohon di musim dingin, ia tidak akan menghasilkan buah yang tidak baik. Bisa saja ia tidak melakukan semua kebaikan terhadap engkau sebagaimana seharusnya, namun dia tidak akan menyakitimu. Sekalipun tidak mampu mengubah kebiasaan buruk, ia tidak akan merusakkan kebiasaan yang baik. Jika buah yang dihasilkan seseorang ternyata tidak baik, jika pikiran dan kelakukannya rusak, jika tingkah lakunya kasar, jika dia seorang pemabuk atau penipu, jika ia suka mengumpat atau berdusta, jika dalam segala hal ia bersikap tidak adil atau tidak wajar, jika buah yang dihasilkannya tidak baik, maka engkau dapat memastikan bahwa dia bukanlah pohon yang baik. Di lain pihak, tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik, meskipun pohon itu menghasilkan daun hijau. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Kalau suka, engkau bisa saja menancapkan buah ara pada duri dan menggantungkan buah anggur di semak duri, tetapi keduanya tidak mungkin merupakan hasil alami pohon-pohon itu. Jadi engkau juga tidak mungkin mengharapkan perilaku baik dari orang-orang yang mempunyai watak buruk. Jika buahnya baik, engkau boleh menyimpulkan bahwa pohonnya juga baik. Jika tingkah lakunya kudus, saleh, dan apa adanya, walaupun engkau tidak dapat mengenal hatinya dengan sempurna, engkau boleh berharap bahwa orang itu tulus di hadapan Allah. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Namun, orang bebal mengatakan kebebalan (Yes. 32:6) dan pengalaman orang zaman sekarang pun sesuai dengan peribahasa zaman dulu, bahwa dari orang fasik timbul kefasikan (1Sam. 24:14).

. Hati adalah perbendaharaan, sedangkan perkataan dan tindakan adalah barang yang dikeluarkan dari perbendaharaan itu (ay. 45). Kita sudah membacanya dalam Matius 12:34-35. Kasih Allah dan Kristus yang bertakhta dalam hati memerintah atas orang itu sehingga ia menjadi orang yang baik, dan baiklah apa yang dikeluarkannya dari perbendaharaannya yang baik itu. Namun, bila cinta akan dunia dan keinginan daging memerintah atas dirinya, maka hatinya akan menyimpan perbendaharaan yang jahat, dari mana orang yang jahat senantiasa mengeluarkan barang yang jahat. Dari apa yang dikeluarkan itu, engkau bisa tahu apa yang ada di dalam hati itu, seperti orang mengetahui apakah isi tempayan itu air atau anggur melalui apa yang dicedok darinya (Yoh. 2:8). Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya. Apa yang biasa diucapkan mulut, yang diucapkan dengan nikmat dan senang hati, biasanya sesuai dengan apa yang ada di dalam hati: Siapa yang berasal dari bumi akan berkata-kata dalam bahasa bumi (Yoh. 3:31). Bukanlah berarti bahwa orang baik tidak mungkin mengeluarkan perkataan yang buruk, atau orang jahat tidak bisa menggunakan perkataan yang baik untuk sesuatu yang jahat. Namun, pada umumnya hati manusia sama seperti kata-kata yang dikeluarkannya, entah sia-sia atau bersungguh-sungguh. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengisi hati kita, bukan sekadar dengan hal yang baik, melainkan dengan berlimpah-limpah.

* Tidaklah cukup untuk sekadar mendengarkan perkataan Kristus. Kita harus melakukannya juga. Tidaklah cukup untuk mengaku-ngaku bahwa kita ini memiliki hubungan dengan-Nya, sebagai hamba-hamba-Nya. Kita harus dengan sadar menaati-Nya juga.
. Sungguh merupakan penghinaan bagi-Nya untuk memanggil-Nya Tuhan, Tuhan, seakan-akan kita telah sepenuhnya menaati perintah-Nya dan mengabdikan diri melayani-Nya, tetapi tidak sungguh-sungguh menjalankan kehendak-Nya serta melayani kepentingan-kepentingan kerajaan-Nya. Kita hanya akan mengejek-Nya, sama seperti mereka yang dengan penuh cemoohan berkata, "Salam, hai raja orang Yahudi!," jika kita terus memanggil-Nya Tuhan, Tuhan, tetapi berjalan mengikuti keinginan hati dan mata sendiri. Untuk apa kita memanggilnya Tuhan, Tuhan dalam doa (bdk. Mat. 7:21-22), jika kita tidak menaati perintah-perintah-Nya? Orang yang memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian.

. Jika kita menyangka bahwa sekadar memeluk agama dapat menyelamatkan kita, bahwa mendengarkan perkataan Kristus tanpa melakukannya akan membawa kita ke sorga, maka kita telah menipu diri sendiri. Ia menggambarkan hal ini melalui sebuah perumpamaan (ay. 47-49), yang menunjukkan:
        (1) Bahwa hanya mereka yang berdiri teguh di masa pencobaan, yang tidak sekadar datang kepada Kristus untuk belajar, dan tidak hanya mendengarkan perkataan-Nya tetapi juga melakukannya, yang berpikir, berbicara, dan bertindak dalam segala sesuatu sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan-Nya sajalah yang bersungguh-sungguh berusaha bagi jiwa dan kekekalan mereka. Mereka bagaikan rumah yang dibangun di atas batu. Mereka ini adalah orang-orang yang mengerjakan dengan sungguh-sungguh ibadah mereka, seperti orang yang menggali dalam-dalam, yang menemukan pengharapan mereka di dalam Kristus, Sang Batu Zaman (dan tidak ada dasar lain yang dapat digunakan untuk membangun). Mereka inilah orang-orang yang membekali diri untuk hari kemudian, yang bersiap-siap menghadapi hal terburuk, yang mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya (1Tim. 6:19). Mereka yang melakukan demikian, berbuat baik bagi diri sendiri, sebab:
            [1] Dalam masa pencobaan dan aniaya, mereka akan berdiri utuh. Ketika orang lain meninggalkan kesetiaan mereka seperti benih yang jatuh di tanah berbatu, mereka akan berdiri dengan teguh dalam Tuhan.
            [2] Hati mereka akan tetap penuh dengan penghiburan, damai sejahtera, pengharapan, dan sukacita di tengah kesukaran yang hebat. Badai dan banjir penderitaan tidak akan mengejutkan mereka, sebab kaki mereka terpancang di atas batu, batu yang lebih tinggi daripada badai dan banjir.
            [3] Keselamatan kekal mereka telah terjamin. Mereka aman di tengah maut dan penghukuman. Orang percaya yang taat dipelihara dalam kekuatan Kristus, melalui iman menuju keselamatan, dan tidak akan pernah binasa.
        (2) Bahwa orang-orang yang sekadar mendengarkan perkataan Kristus tetapi tidak hidup menurut perkataan-perkataan-Nya itu, hanyalah menyiapkan diri untuk mengalami kekecewaan berat. Barangsiapa yang mendengar tetapi tidak melakukannya (yang mengetahui kewajibannya tetapi hidup dengan mengabaikannya), adalah seperti orang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ia menghibur diri dengan pengharapan tanpa dasar. Pengharapannya itu akan terbukti sia-sia justru pada saat ia teramat membutuhkan penghiburan, saat ia mengharapkan untuk memperoleh mahkota pengharapannya itu. Ketika banjir melanda rumahnya, robohlah rumah itu. Pasir tempat rumah itu dibangun tersapu habis, dan runtuhlah rumah itu. Demikianlah harapan orang durhaka, ketika Allah menghabisinya dan menuntut nyawanya. Hidupnya seperti sarang laba-laba yang menggelantung.


BcO Yudas 1-25
Salam
1:1 Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka, yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa, dan yang dipelihara untuk Yesus Kristus. 1:2 Rahmat, damai sejahtera dan kasih kiranya melimpahi kamu.
Hukuman atas guru-guru palsu
1:3 Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus. 1:4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus. 1:5 Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya. 1:6 Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar, 1:7 sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang. 1:8 Namun demikian orang-orang yang bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga. 1:9 Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: "Kiranya Tuhan menghardik engkau!" 1:10 Akan tetapi mereka menghujat segala sesuatu yang tidak mereka ketahui dan justru apa yang mereka ketahui dengan nalurinya seperti binatang yang tidak berakal, itulah yang mengakibatkan kebinasaan mereka. 1:11 Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah. 1:12 Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali. 1:13 Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya. 1:14 Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: "Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, 1:15 hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan." 1:16 Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.
Nasihat-nasihat untuk meneguhkan iman
1:17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus. 1:18 Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka." 1:19 Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus. 1:20 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. 1:21 Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. 1:22 Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, 1:23 selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.
Penutup
1:24 Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, 1:25 Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

Penjelasan:

* Yud 1:1 - Yudas // hamba // dipelihara
Yudas mengidentifikasi dirinya sebagai penulis, menjelaskan hubungannya dengan Kristus dan Yakobus, dan mendefinisikan para pembacanya di dalam satu kalimat pendek. Yudas adalah sebuah nama yang populer di dalam tradisi Ibrani. Kata Yang sering dipakai Paulus - hamba atau budak - dipergunakan sebagai ungkapan kesetiaan Yudas kepada Kristus. Hubungan darah penulis dengan Kristus tidak begitu penting. Kedaulatan Allah dan sentralitas Kristus terungkap di dalam pemilihan dari pemeliharaan para pembaca. Kata kerja yang diterjemahkan menjadi dipelihara menunjuk ke depan kepada kedatangan kembali Kristus.

* Yud 1:2 - rahmat ... damai sejahtera, dan kasih
Trilogi Yudas rahmat ... damai sejahtera, dan kasih bersifat khas Semitis dan erat berkaitan dengan "kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera" yang digunakan oleh Paulus (II Tim. 1:2).

* Yud 1:3 - keselamatan kita bersama // telah disampaikan // mencapai sasarannya, sebab disampaikan kepada orang-orang kudus
Maksud penulisan surat ini dinyatakan dengan jelas, dan nada polemik yang akan dipakai dikemukakan. Yudas tidak menuntut dengan kasar namun mengimbau orang-orang Kristen itu dengan kasih untuk mengingat kembali keselamatan kita bersama. Kata keterangan Yunani hapax, yang diterjemahkan (sekali untuk selamanya; tidak tercantum dalam terjemahan baru LAI) telah disampaikan (Ibr. 6:4; 10:2; I Ptr. 3:18), menegaskan finalnya penyataan Allah di dalam Kristus dalam sejarah penebusan. Itulah titik pasti yang tidak bisa hilang dari iman kita. Penyataan ini telah mencapai sasarannya, sebab disampaikan kepada orang-orang kudus.

* Yud 1:4 - melampiaskan hawa nafsu,
Peristiwa yang menyebabkan surat ini ditulis adalah menyusupnya orang-orang yang tidak saleh ke dalam persekutuan jemaat. Para penyesat ini terbuka untuk empat tuduhan; mereka menyusup dengan diam-diam; sebelumnya mereka sudah dikutuk; mereka tidak saleh, yaitu tidak sopan; dan mereka menyangkal bahwa Kristus adalah Tuan dan Tuhan. Menyangkal berarti secara positif tidak mempercayai kesaksian Kristus tentang diri-Nya. Antinomianisme Gnostik tersirat di dalam melampiaskan hawa nafsu, yang artinya berbagai penyelewengan di bidang seksual.

* Yud 1:5
Kata keterangan hapax dipakai kembali (bdg. ay. 3); di sini yang dimaksudkan adalah pemahaman mengenai Injil. Yudas mengemukakan bahwa pengakuan iman seseorang tidak menjadikan dia benar di hadapan Allah. Kemungkinan terjadinya kemunduran diilustrasikan dengan contoh orang Israel yang tidak percaya sehingga sekalipun mereka diselamatkan dari Mesir, mereka kemudian dihancurkan juga.

* Yud 1:6
Ilustrasi berikutnya ialah kejatuhan para malaikat pemberontak yang menyalahi panggilan mereka dengan meninggikan diri mereka sendiri. Bahasa yang dipakai Yudas mungkin menunjukkan adanya pengaruh kitab Enoch yang berisi suatu penjelasan panjang mengenai para malaikat pemberontak. Kejadian 6:1-4 memberikan kisah Alkitab yang asli.

* Yud 1:7 - kota Sodom // Gomora
Akhirnya, Tuhan mengutip sejarah kota Sodom dan Gomora untuk memperkuat apa yang dikemukakan olehnya. Sepanjang Alkitab kota-kota ini merupakan lambang hukuman ilahi yang dilaksanakan dengan api belerang. Jadi nasib mereka merupakan semacam cicipan dari nasib orang yang mengaku percaya namun tidak bertahan dalam kebenaran.

* Yud 1:8 - orang-orang fasik // semua yang mulia
Sikap tidak menghormati merupakan dosa utama dari orang-orang fasik pada ayat 4. Arti dari ungkapan semua yang mulia tidak jelas; mungkin yang dimaksudkan adalah para pemimpin orang percaya.

* Yud 1:9
Yudas memperkuat imbauannya untuk bersikap hormat dengan mengutip kisah apokrif Mikhael dan Iblis yang diambil dari kitab pseudepigrafa Assumption of Moses. Sekalipun Yudas mengutip kitab ini dan kitab Enoch, itu tidak dapat diangkat sebagai bukti bahwa dia menganggap kedua kitab ini kanonik atau bersifat historic. Inti yang ditunjukkan oleh Yudas adalah bahwa Mikhael menunjukkan kesabaran bahkan dalam hubungannya dengan Iblis sekalipun, sedangkan para guru palsu itu menunjukkan sikap tidak hormat kepada penguasa.

* Yud 1:10
Karena tidak memiliki wawasan rohani untuk mengenali "semua yang mulia," orang-orang jahat ini mengolok-olok mereka. Dengan nada mengejek Yudas menghancurkan klaim Gnostik bahwa mereka memiliki pengetahuan rohani lebih tinggi dengan menyatakan bahwa mereka hanya memiliki naluri kehewanan yang tidak rasional. Ketergantungan pada pengetahuan yang hanya diperoleh dari naluri tidak rasional hanya akan menuntun kepada kehancuran.

* 11. Yudas mengucapkan sebuah kutuk, kembali dengan memanfaatkan trio teladan sejarah - Kain, Bileam, dan Korah. Kain merupakan contoh ketidakbenaran. Bileam merupakan contoh sikap menipu dan serakah (bdg. Bil. 22-24), sedangkan Korah adalah contoh pemberontakan terhadap pihak yang berwewenang (bdg. Bil. 16). Dosa-dosa ini merusak kesehatan rohani seluruh gereja dan menghancurkan mereka yang melakukannya.

* Yud 1:12 - Perjamuan kasih // Awan yang tidak berair
Penulis meningkatkan kutukannya terhadap para guru palsu dengan beralih dari analogi alkitabiah ke analogi alamiah yang jumlahnya ada lima. Perjamuan kasih merupakan perjamuan yang dilaksanakan dalam hubungan dengan kebaktian Perjamuan Kudus, dan tujuannya ialah memperkaya persekutuan antar orang Kristen dan memperkokoh kesadaran akan kesatuan mereka di dalam Kristus. Rupanya para penganut Gnostik telah merusak perjamuan-perjamuan tersebut dengan mengubahnya menjadi pesta pora penuh kerakusan sehingga menyelewengkan tujuan penyelenggaraannya. Mereka ini mengenyangkan perut mereka tanpa mempedulikan kesejahteraan rohani Gereja. Awan yang tidak berair melukiskan orang-orang ini dengan tepat; mereka tidak memiliki beban dan terbawa oleh angin seakan-akan tidak memiliki bobot. Musim semi merupakan saat memetik buah. Namun guru palsu tidak menghasilkan buah dan pohon-pohon semacam itu. karena mati ganda, dipastikan akan dihancurkan.

* Yud 1:13 - ombak taut ... ganas // sebagai binatang-binatang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman
Kehidupan yang fasik bagaikan ombak taut ... ganas yang serba gelisah ketika menerpa pantai. Kehidupan semacam itu bukan hanya akan dihancurkan kelak, namun saat ini juga menimbulkan kesan memalukan dan kerendahan budi pekerti. Akhirnya, Yudas melukiskan orang-orang sesat itu sebagai binatang-binatang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman. Yudas menyiratkan bahwa kehidupan mereka adalah kehidupan yang tak bertujuan dan sia-sia dan akan berakhir dengan kemusnahan selamanya. Di dalam hal ini kitab Enoch 18:12-16 mungkin mempengaruhi pikiran Yudas.

* Yud 1:14-15 - Henoch, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat
Dari ayat-ayat ini muncul persoalan sebab yang dikutip adalah kitab Enoch. Yudas mengatakan: Henoch, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat. Kesulitannya ialah bahwa Yudas rupanya menyebutkan bahwa nubuat dari kitab apokrif Enoch ini adalah Henokh dari Kejadian 5. Karena tidak ada kisah Alkitab yang mencatat nubuat Henokh, beberapa orang beranggapan bahwa Yudas mungkin menganggap kitab apokrif Enoch sebagai kanonik atau bisa juga ia melakukan sebuah kesalahan. Bagaimanapun juga, pemecahan dari persoalan ini terletak di dalam kenyataan bahwa yang dianggap nubuat ini sama sekali bukan merupakan kutipan dari nas tertentu dalam kitab Enoch, tetapi dari beberapa nas, dan mungkin Yudas juga mengutip frasa "keturunan Adam yang ketujuh" dari Enoch 60:8. Jadi Yudas tidak bermaksud untuk mengacu pada Henokh dari Kejadian 5, tetapi sepenuhnya, bahkan juga di bagian pendahuluannya, mengacu pada kata-kata dalam kitab apokrif Enoch. Sekalipun nubuat ini tidak memiliki kekuatan kanonik, hal-hal yang dikemukakan sejalan dengan dan didukung oleh berbagai nas Alkitab seperti Matius 25:31-46.

* Yud 1:16
Sesudah menegaskan kehancuran para guru palsu, Yudas melukiskan watak mereka dengan tiga cara. Mereka adalah tukang menggerutu, yakni, orang yang suka mengomel dengan diam-diam: mereka adalah orang yang suka mengeluh tentang nasibnya, yaitu orang yang hanya dipimpin oleh nafsunya; dan mereka suka membual dengan tujuan memperoleh keuntungan bagi dirinya sendiri. Bahasa yang dipakai mencerminkan pemikiran dari kitab Assumption of Moses 5:5.

* Yud 1:17 - mengingat apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul // rasul
Sekalipun surat ini ditulis kepada orang Kristen, di dalam ayat 5-16 Yudas membahas kesalahan dari para guru palsu. Kini dia mengarahkan perhatiannya kepada para pembacanya dalam bentuk nasihat langsung. Mereka akan melindungi diri mereka sendiri dari kesalahan apabila mereka mengingat apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul yaitu bahwa guru-guru palsu akan muncul dari dalam kalangan gereja itu sendiri. Dengan demikian para pembacanya akan dengan sungguh-sungguh "mempertahankan iman" (ay. 3).

* Yud 1:18 - Menjelang akhir zaman // pengejek
Petrus 3:3 mempergunakan bahasa yang hampir sama. Kedua nas mungkin melihat ke belakang kepada satu tradisi lisan dari ajaran para rasul. Menjelang akhir zaman menentukan warna situasi dan menunjukkan bahwa pada akhir zaman manusia akan bersifat sangat tidak rohani. Mengejek berarti bertindak tidak senonoh terhadap hal-hal yang kudus, dan pengejek tidak menaati hukum Roh, tetapi menuruti hukum nafsu kedagingan.

* Yud 1:19 - pemecah belah // hidup tanpa Roh Kudus
Yudas melanjutkan tuduhannya terhadap para guru palsu dalam dua hal: mereka bersifat memecah belah dan hidup tanpa Roh Allah. Kata kerja Yunani yang diterjemahkan menjadi pemecah belah menunjukkan penetapan garis-garis pemisah yang menimbulkan sikap perpecahan. Selanjutnya. sikap memecah belah ini menunjukkan adanya rasa diri lebih tinggi pada pihak para guru palsu tersebut. Dengan ironi yang halus Yudas menuduh para penganut Gnostik itu, yang menganggap diri mereka sebagai rohani, sebagai hidup tanpa Roh Kudus. Yudas menegaskan, bahwa kerohanian merupakan kwalitas kehidupan yang dihasilkan oleh Roh Allah, dan bukan oleh berbagai kegiatan religius tertentu yang hanya dapat dilakukan oleh sekelompok orang saja.

* Yud 1:20 - bangunlah dirimu sendiri // berdoalah dalam Roh Kudus

20. Kembali perhatian diarahkan kepada para pembaca. Hidup yang murni berawal dari doktrin yang benar, yaitu "iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus" (ay. 3). Kunci untuk memahami apa yang dimaksudkan dengan bangunlah dirimu sendiri dijumpai dalam frasa berikutnya: berdoalah dalam Roh Kudus. Yang tersirat secara kuat ialah bahwa orang yang sungguh-sungguh rohani bukanlah orang-orang tertentu yang menganggap dirinya benar (ay. 19). melainkan mereka yang berdoa dalam Roh Kudus.

* Yud 1:21
Arndt membuat parafrase ayat ini sebagai berikut. "Hindarkanlah dirimu dari kerugian dengan memberikan kesempatan kepada Allah untuk menunjukkan kasih-Nya kepadamu juga pada masa depan." Lingkungan orang Kristen pada saat itu ialah kasih Allah, dan penantian mereka ialah jaminan hidup kekal bersama dengan Yesus Kristus.

* Yud 1:22 - eleeo,
Naskah Yunani dari ayat 22, 23 sulit untuk dipahami. Dalam ayat 22 kata kerja yang diakui lebih baik ialah eleeo, "menunjukkan belas kasihan." Sasaran dari belas kasihan ialah mereka yang ragu-ragu. Dengan demikian, di dalam nas ini, Yudas mendesak orang-orang Kristen untuk menanggapi keraguan intelektual dan moral dari orang-orang yang terpengaruh oleh para guru palsu. Tujuannya bukanlah mengusir dan mengutuk mereka yang ragu-ragu tersebut, melainkan memulihkan mereka ke dalam persekutuan.

* Yud 1:23 - merampas mereka dari api
Zakharia 3:2-4 mungkin mempengaruhi pernyataan Yudas ini, sebab dia berbicara tentang merampas mereka dari api. Api mungkin melambangkan nafsu sensual. tetapi lebih besar kemungkinan bahwa yang dimaksudkan adalah hukuman abadi. Hal yang disuruh di sini ialah agar orang Kristen bersikap penuh belas kasihan kepada si pelaku dosa sambil membenci dosa yang dilakukannya.

* Yud 1:24-25 - tak bernoda // Juruselamat
Berkat yang terdapat di akhir surat yang singkat ini termasuk berkat yang paling besar dan agung dalam Perjanjian Baru. Doa berkat yang bisa disamakan dengan ini ialah berkat Paulus dalam Roma 16:25 dan I Timotius 6:14-16. Vital dalam semua nasihat kepada orang-orang percaya ialah mengingatkan mereka akan sumber-sumber yang tak terbatas dari Allah sendiri, sebab hanya Dia saja yang mampu memelihara kita agar tidak terjatuh dalam hidup ini dan menuntun kita kepada diri-Nya pada hari terakhir. Dialah yang akan menyempurnakan karya pengudusan sehingga orang percaya akan tak bernoda. Kata ini mengingatkan kepada syarat hewan yang dikurbankan dalam Perjanjian Lama. Ayat 25 mengajarkan keesaan Allah dan kesetaraan Yesus Kristus dengan Allah Bapa. Dengan demikian ajaran ini menyerang pandangan bahwa keilahian Kristus merupakan penciptaan gereja pasca rasuli. Allah disebut sebagai Juruselamat sebanyak tujuh kali dalam Perjanjian Baru. Di sini kuasa-Nya untuk menyelamatkan tampak di dalam diri Anak-Nya, yang oleh gereja diakui sebagai Tuhan, yaitu Allah. Sebutan terakhir tentang kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa merupakan kesaksian Yudas tentang watak agung Allah yang mengerjakan keselamatan kita melalui Kristus.






Daftar Label dari Kategori Renungan Katolik 2022




Nama-Nama Bayi Katolik Terlengkap

Kalender Liturgi Katolik September 2022 dan Saran Nyanyian


Orang Kudus Katolik Dirayakan September

MAZMUR TANGGAPAN & BAIT PENGANTAR INJIL
- PRAPASKAH
- TRIHARI
- PASKAH



NEXT:
Renungan Katolik Minggu, 11 September 2022 - Lukas 15:1-32 - BcO Ester 1:1-3,9-16,19; 2:5-10,16-17 - HARI MINGGU BIASA XXIV

PREV:
Renungan Katolik Jumat, 9 September 2022 - Lukas 6:39-42 - BcO 2 Petrus 23:11-18 - Peringatan fakultatif St. Petrus Klaver





Arsip Renungan Katolik 2022..



Jadwal Misa Gereja Seluruh Indonesia
1. Map/Peta Gereja Katolik di Jakarta
2. Map/Peta Gereja Katolik di Surabaya
3. Map/Peta Gereja Katolik di Makassar
4. Map/Peta Gereja Katolik di Bandung
5. Map/Peta Gereja Katolik di Medan
6. Map/Peta Gereja Katolik di Depok
Agustus - Hati Maria Yang Tidak Bernoda(3)
April - Sakramen Maha Kudus (6)
Bulan Katekese Liturgi(5)
Bulan November - Jiwa-jiwa Kudus di Api penyucian(4)
Bulan Oktober - Bulan Rosario suci(4)
Desember - Bunda Maria yang dikandung tanpa noda(4)
Februari - Keluarga Kudus Yesus Maria Yosep(5)
Ibadah(1)
Januari - Bulan menghormati Nama Yesus(5)
Juli - Darah Mulia(2)
Juni - Hati Kudus Yesus(10)
Maret - Pesta St. Yosep(3)
Mei - Bulan Maria(8)
Penutup Bulan Rosario(1)
Peringatan Arwah(2)
Rabu Abu(1)
SEPTEMBER - TUJUH DUKA MARIA(7)


  • Vatikan
  • K W I
  • Keuskupan Bogor
  • Keuskupan Jakarta
  • Katedral Bandung
  • Keuskupan Semarang
  • Keuskupan Malang
  • Keuskupan Sibolga
  • Keuskupan Tj. Karang
  • Keuskupan Sintang
  • Keuskupan Jayapura

  • Hierarchy: Catholic Hierarchy
  • Hierarchy: Giga Catholic
  • Hierarchy: The See of Peter (EWTN)
  • Liturgy: Catholic Liturgical Library
  • Music: MusicaSacra
  • Music: Ordinarium Gregorian
  • Music: Gregorian untuk Misa
  • Music: Cantemus Domino
  • Society: Adoremus
  • Society: FSSP
  • Society: Opus Dei
  • Society: OSB Norcia
  • Society: Una Voce America
  • Vatican: Kitab Suci Bahasa Latin
  • Vatican: Official Newspaper
  • Vatican: Official Online Bookstore
  • Vatican: Official Photographer
  • Vatican: Official Radio
  • Vatican: Official Television
  • Vatican: Official Website
  • Vatican: Official YouTube