misa.lagu-gereja.com
 
Rabu, 13 Maret 2024
Hari Biasa
Pekan IV Prapaskah
Yes. 49:8-15; Mzm. 145:8-9,13cd-14,17-18;
Yohanes 5:17-30
BcO Imamat 26:3-17.38-45
Warna Liturgi Ungu

Yohanes 5:17-30
5:17 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga." 5:18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
Kesaksian Yesus tentang diri-Nya
5:19 Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. 5:20 Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. 5:21 Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. 5:22 Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, 5:23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. 5:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. 5:25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. 5:26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. 5:27 Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. 5:28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, 5:29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. 5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

Penjelasan:

* Percakapan Kristus dengan Orang-orang Yahudi; Seluruh Penghakiman Diserahkan kepada Kristus; Inti Kekristenan (5:17-30)

    Di sini kita dapati perkataan Kristus ketika Ia dituduh merusak hari Sabat (ay. 17), dan sepertinya ini merupakan usaha-Nya untuk membela diri di hadapan Mahkamah Agama, ketika Ia didakwa di depan mereka. Apakah hal ini terjadi pada hari yang sama, dua hari, atau tiga hari kemudian, tidak disebutkan, tetapi mungkin juga pada hari yang sama.

Perhatikanlah:
I. Ajaran yang diletakkan-Nya untuk membenarkan hal yang dikerjakan-Nya pada hari Sabat (ay. 17):
Ia berkata kepada mereka. Hal ini menunjukkan bahwa Ia berusaha menjawab tuduhan yang didakwakan kepada-Nya, yang diajukan anggota-anggota dewan itu satu sama lain dalam usaha mereka untuk menganiaya Dia (ay. 16). Ia tahu, dan menjawab, Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga. Pada kesempatan-kesempatan lain, sebagai jawaban atas tuduhan serupa, Ia mengemukakan contoh perihal Daud yang memakan roti sajian (roti kudus), para imam yang menyembelih korban bakaran, dan tentang orang memberi minum ternak mereka pada hari Sabat. Namun, di sini Ia merujuk pada contoh yang lebih mulia dan mengemukakan contoh mengenai Bapa-Nya dan kewenangan ilahi-Nya. Sambil mengesampingkan semua pembelaan-Nya yang lain-lain itu, Ia berpegang hanya pada satu pembelaan, yaitu yang instar omnium -- setara dengan keseluruhan (yang mencakup segalanya), dan mematuhinya, sesuai dengan yang pernah dikatakan-Nya (Mat. 12:8). Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat. Namun, di sini Ia lebih menjelaskannya.

. Ia mengaku bahwa Ia adalah Anak Allah, dan hal ini jelas tampak ketika Ia menyebut Allah sebagai Bapa-Nya. Kalau begitu, kesucian-Nya tidak dapat dipertanyakan lagi dan kedaulatan-Nya tidak perlu diragukan lagi. Ia berhak mengubah hukum ilahi sesuai kehendak-Nya. Sudah barang tentu mereka akan menghormati Anak, pewaris segala sesuatu.

. Bahwa Ia bekerja sama seperti Allah juga bekerja.
            (1) Bapa-Ku bekerja sampai sekarang. Teladan yang diberikan Allah dengan beristirahat dari semua pekerjaan-Nya pada hari ketujuh, yang tercantum dalam perintah keempat, menjadi dasar bagi kita untuk juga melaksanakan teladan-Nya itu sebagai hari Sabat atau hari perhentian. Allah hanya beristirahat dari pekerjaan yang telah dilakukan-Nya pada enam hari itu. Lain dari itu, Ia masih terus bekerja sampai sekarang ini. Ia bekerja setiap hari, baik pada hari Sabat maupun pada hari-hari biasa, untuk menopang dan mengatur semua makhluk ciptaan serta menyelaraskan seluruh gerakan dan kerja alam melalui pemeliharaan-Nya secara umum, untuk kemuliaan-Nya sendiri. Oleh sebab itu, meskipun kita ditentukan untuk beristirahat pada hari Sabat, kita tidak dilarang melakukan hal yang langsung berhubungan dengan kemuliaan Allah, seperti orang yang mengangkat tilamnya itu.
            (2) Aku pun bekerja, bukan saja supaya dengan begitu Aku bisa bekerja, seperti Dia, dalam melakukan perbuatan baik pada hari Sabat dan hari-hari lainnya, tetapi juga karena Aku ini bekerja bersama-Nya. Sama seperti Allah menciptakan segala sesuatu melalui Kristus, Ia juga menopang dan mengendalikan semuanya itu melalui Kristus (Ibr. 1:3). Hal ini menempatkan apa yang dilakukan-Nya di atas segala hal tanpa kecuali. Dia yang merupakan pekerja yang melakukan pekerjaan yang sehebat itu tentu saja harus juga merupakan seorang penguasa yang tidak dikendalikan oleh siapa pun. Dia yang mampu melakukan segala sesuatu adalah Tuhan atas segala sesuatu, dan oleh karena itu juga Tuhan atas hari Sabat. Hari Sabat ini termasuk dalam salah satu bagian yang menjadi kewenangan-Nya yang hendak ditegaskan-Nya sekarang ini, sebab tak lama sesudah itu Ia akan menyatakan-Nya lebih lanjut, dengan mengubah hari ketujuh itu menjadi hari pertama.

II. Perlawanan terhadap pengajaran-Nya (ay. 18):
Orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya. Pembelaan yang dikemukakan-Nya dijadikan alasan untuk mendakwa-Nya, seolah-olah dengan membenarkan diri, Ia justru semakin memperparah keadaan. Perhatikanlah, orang-orang yang tidak mau menerima pencerahan melalui perkataan Kristus akan menjadi marah dan kesal karenanya, dan tidak ada hal yang lebih menjengkelkan musuh-musuh Kristus daripada perkataan-Nya yang menegaskan kewenangan-Nya (lih. Mzm. 2:3-5). Mereka berusaha keras untuk membunuh-Nya,
        . Karena Ia telah melanggar hari Sabat. Tidak peduli apa pun yang dikatakan-Nya untuk membela diri, tetap saja mereka telah bulat hati, benar atau salah, menyatakan-Nya bersalah telah melanggar hari Sabat. Ketika rasa dengki dan iri hati menguasai persidangan, akal sehat dan keadilan pun dibungkamnya, tak peduli seberapa benarnya akal sehat dan keadilan itu.
        . Bukan saja karena telah melanggar hari Sabat, tetapi juga karena Ia berkata bahwa Allah adalah Bapa-Nya. Sekarang mereka berpura-pura merasa kesal demi kehormatan Allah, seperti demi hari Sabat sebelumnya. Mereka mendakwa Kristus dengan tuduhan itu sebagai kejahatan yang teramat keji karena menyamakan diri-Nya dengan Allah. Seandainya Dia memang bukan begitu, ini memang merupakan kejahatan yang keji. Ini adalah dosa yang dilakukan Lucifer, Aku hendak menyamai Yang Mahatinggi.

        Nah:

            (1) Sungguh tepat apa yang disimpulkan dari perkataan-Nya itu, bahwa Dia adalah Anak Allah, dan bahwa Allah adalah Bapa-Nya, patera idion -- Bapa-Nya sendiri, bukan Bapa orang lain. Kristus mengatakan bahwa Ia bekerja bersama Bapa-Nya, dengan wewenang dan kuasa yang sama, dan dengan itu Ia menyamakan diri dengan Allah. Ecce intelligunt Judæi, quod non intelligunt Ariani -- Sesungguhnya orang Yahudi memahami apa yang tidak dipahami para penganut Arius (Dia menyakini bahwa Anak berlainan hakikat dari Bapa -- pen.).
            (2) Walaupun begitu, secara tidak adil Ia dituduh melakukan kejahatan karena menyamakan diri dengan Allah. Padahal, Dia memang Allah, setara dengan Bapa (Flp. 2:6). Karena Ia memang Allah, maka dalam menanggapi tuduhan ini, Ia tidak merasa terpancing atau tersudut, melainkan menyatakan dengan tegas dan membuktikan bahwa Dia memang setara dengan Allah dalam kuasa dan kemuliaan.


III. Perkataan Kristus tentang kejadian ini, yang terus berlanjut tanpa jeda sampai akhir bab ini.
Dalam ayat-ayat tersebut Ia menjelaskan, dan sesudah itu menegaskan penugasan-Nya sebagai Pengantara yang berkuasa penuh dalam perjanjian antara Allah dan manusia. Selain itu, sama seperti kehormatan yang diterima-Nya melalui hal ini begitu besar hingga tidak layak diterima makhluk ciptaan lainnya, begitu pula tugas yang dipercayakan kepada-Nya tidak akan mungkin dilaksanakan siapa pun. Oleh karena itu, Dia memang sungguh Allah, setara dengan Bapa.

. Secara umum. Dia satu dengan Bapa dalam segala hal yang dilakukan-Nya sebagai Pengantara, dan di antara mereka terdapat saling pengertian yang sempurna dalam hal tersebut. Hal ini disampaikan dengan kata-kata pendahuluan yang khidmat (ay. 19), Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, Aku yang adalah Amin, Sang Amin, mengatakannya. Hal ini menyiratkan bahwa hal-hal yang dinyatakan itu adalah,
            (1) Sangat luar biasa dan begitu agung hingga menuntut perhatian penuh.
            (2) Sangat pasti, sedemikian pastinya hingga menuntut persetujuan seutuhnya yang tidak dibuat-buat.
            (3) Bahwa semua pernyataan-Nya itu benar-benar merupakan penyataan ilahi. Ini termasuk semua yang dikatakan Kristus kepada kita dan yang tidak mungkin kita ketahui tanpa Dia. Ada dua hal yang dikatakan-Nya secara umum menyangkut kesatuan Anak dengan Bapa dalam melaksanakan pekerjaan:
                [1] Bahwa Anak selaras dengan Bapa (ay. 19): Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebagai Pengantara, Tuhan Yesus,

Pertama,
Taat kepada kehendak Bapa-Nya, begitu taatnya hingga Ia tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, dengan pengertian yang sama seperti yang dikatakan, bahwa Allah tidak berdusta, tidak dapat menyangkal diri-Nya, yang mengungkapkan kesempurnaan kebenaran-Nya, bukan ketidaksempurnaan dalam kekuatan-Nya. Jadi di sini Kristus begitu mengabdikan diri kepada kehendak Bapa-Nya hingga mustahil bagi-Nya untuk bertindak terpisah dalam hal apa saja.

Kedua,
Ia taat pada kebijaksanaan Bapa-Nya. Dia mampu dan hanya bersedia melakukan apa yang dilihat-Nya dikerjakan Bapa. Tidak seorang pun dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah, kecuali Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan-Nya, yang melihat apa yang dilakukan-Nya, mengenal tujuan-tujuan-Nya dengan baik, dan memiliki rencana mereka. Apa yang dilakukan-Nya sebagai Pengantara dalam semua perbuatan-Nya, merupakan salinan atau duplikat yang persis sama dengan apa yang dilakukan Bapa, yaitu segala sesuatu yang dirancang-Nya saat membentuk rencana penebusan kita dalam kebijaksanaan-Nya yang kekal, dan saat menetapkan langkah-langkahnya yang tidak akan pernah bisa dilanggar ataupun perlu diubah. Ini adalah salinan rencana agung itu. Inilah kesetiaan Kristus, seperti Musa sebelumnya, yang melakukan segala sesuatu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadanya di atas gunung itu. Perkataan Kristus itu diucapkan dalam bentuk sekarang, Ia melihat Bapa mengerjakannya (sekarang ini). Pemikiran ini sama seperti ketika ada di bumi ini, Ia dikatakan juga pada saat yang sama ada di sorga (3:13), dan ada di pangkuan Bapa (1:18). Karena ketika itu Dia berada di sorga oleh sebab hakikat ilahi-Nya itu, maka segala sesuatu yang dilakukan di sorga juga diketahui oleh-Nya. Apa yang dikerjakan Bapa dalam kebijaksanaan-Nya, senantiasa dan masih tetap terlihat oleh Anak-Nya, seperti yang dikatakan Daud dalam roh mengenai Dia, Aku senantiasa memandang kepada TUHAN (Mzm. 16:8).

Ketiga,
Ia setara dengan Bapa dalam hal bekerja, karena apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Ia melakukan hal-hal yang sama, bukan hal-hal yang serupa, melainkan tauta, hal-hal yang sama. Ia juga melakukannya dengan cara yang sama, homoiōs, juga, dengan wewenang, kebebasan, hikmat, kekuatan, dan kuasa yang sama. Apakah Bapa membuat, membatalkan, dan mengubah hukum-hukum positif? Apakah Ia menguasai dan mengendalikan hukum alam, mengenal hati manusia? Begitu pula halnya dengan Anak. Kuasa Sang Pengantara merupakan kuasa ilahi.

[2] Bahwa Bapa berkomunikasi atau berhubungan dengan Anak (ay. 20). Perhatikanlah:

Pertama, Alasan yang menjadi pendorong bagi hubungan di antara keduanya: Bapa mengasihi Anak. Ia menyatakan, Inilah Anak-Ku yang Kukasihi. Bapa bukan saja mendukung apa yang dilakukan-Nya, tetapi juga sangat puas dengan sang pelaku yang melakukan perbuatan itu. Sekarang Kristus dibenci manusia, yang dijijikkan bangsa-bangsa (Yes. 49:7), tetapi Kristus menghibur diri dengan ini, bahwa Bapa mengasihi-Nya.

Kedua, contoh-contoh mengenai kasih Bapa kepada-Nya.

                    Ia menunjukkannya:

                        . Dalam apa yang sungguh disampaikan Bapa kepada-Nya: Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri. Langkah-langkah yang digunakan Bapa dalam menciptakan dan mengatur dunia ditunjukkan-Nya kepada Anak, supaya Ia juga bisa menggunakan langkah-langkah yang sama dalam mendirikan dan memimpin Gereja, dan pekerjaan ini sendiri merupakan salinan atau duplikat karya penciptaan dan pemeliharaan Allah, sehingga gereja yang dibentuk itu disebut dunia yang akan datang. Bapa menunjukkan segala sesuatu kepada-Nya, ha autos poiei -- yang dilakukan-Nya, yaitu apa yang dilakukan Anak, begitulah yang bisa ditafsirkan. Semua hal yang dilakukan Anak, dikerjakan dengan petunjuk Bapa. Ia menunjukkan kepada-Nya.
                        . Dalam apa yang bersedia disampaikan-Nya. Bapa akan menunjukkan kepada-Nya, yaitu, akan mengangkat dan mengarahkan Dia untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi daripada pekerjaan-pekerjaan itu.
                            (1) Pekerjaan yang membutuhkan kuasa yang lebih besar daripada kuasa menyembuhkan orang sakit, sebab Ia harus membangkitkan orang mati, dan Dia sendiri juga harus bangkit dari antara orang mati. Dengan kekuatan alami, dengan menggunakan berbagai sarana, suatu penyakit bisa saja sembuh pada waktunya. Namun, dengan berbagai sarana, alam tidak akan pernah mampu membangkitkan orang mati sampai kapan pun.
                            (2) Pekerjaan dengan wewenang yang lebih besar daripada memberi perintah kepada orang itu untuk mengangkat tilamnya pada hari Sabat. Orang-orang Yahudi menganggap tindakan ini sebagai upaya yang sangat berani. Namun, tindakan-Nya ini tidaklah ada apa-apanya dibandingkan dengan tindakan-Nya untuk membatalkan seluruh hukum upacara (seremonial) dan menetapkan ketetapan-ketetapan baru yang tidak lama kemudian dilakukan-Nya, "sehingga kamu menjadi heran." Sekarang mereka memandang pekerjaan-Nya dengan perasaan jijik dan murka, tetapi tidak lama lagi Ia akan melakukan sesuatu yang membuat mereka takjub (Luk. 7:16). Banyak orang dibuat takjub dengan perbuatan-perbuatan Kristus, dan perbuatan-perbuatan-Nya ini mendatangkan kehormatan bagi Dia. Namun, orang-orang yang takjub ini tidak juga mau percaya kepada Dia, padahal dengan kepercayaan ini mereka bisa menerima manfaat dari semua perbuatan-Nya itu.

. Secara khusus. Ia membuktikan kesetaraan-Nya dengan Bapa dengan menyebut beberapa pekerjaan khusus yang dilakukan-Nya yang hanya bisa dikerjakan oleh Allah saja. Hal ini lebih diperjelas lagi dalam ayat 21-30. Dia melakukan dan akan melakukan pekerjaan-pekerjaan istimewa yang hanya merupakan kedaulatan Allah -- yakni menghakimi dan melaksanakan penghukuman (ay. 22-24, 27). Kedua hal ini saling berkaitan dan berhubungan, dan hal yang pernah diucapkan itu diulang dan ditanamkan. Gabungkanlah kedua hal itu, maka akan terbukti bahwa perkataan Kristus tidaklah keliru ketika Ia menyamakan diri-Nya dengan Allah.
            (1) Perhatikanlah apa yang dikatakan di sini mengenai kuasa Pengantara untuk membangkitkan orang mati dan menghidupkannya.


Sekarang perhatikanlah di sini:

                        a. Kapan kebangkitan ini akan terjadi: Saatnya akan tiba. Saat bagi kebangkitan ini telah ditetapkan, penunjukannya sangatlah pasti dalam hal waktu. Hari penghakiman itu tidak ditangguhkan sine die -- ke masa yang belum ditentukan. Tidak, Ia telah menetapkan suatu hari. Saatnya akan tiba.
                            (a) Hari itu belum tiba. Waktunya bukanlah seperti yang disebutkan dalam ayat 25, tetapi akan tiba dan sudah (mulai) tiba (sekarang). Orang-orang yang berkata bahwa kebangkitan telah berlangsung, melakukan kesalahan yang berbahaya (2Tim. 2:18). Namun,
                            (b) saat itu pasti akan tiba, sedang mendekat setiap hari, dan sudah diambang pintu. Kita tidak tahu masih berapa lama lagi, tetapi kita tahu bahwa hal ini sudah dirancang dengan sempurna serta diputuskan dan tidak dapat diubah lagi.
                        b. Siapa yang akan dibangkitkan: semua orang yang di dalam kuburan, yakni semua orang yang telah mati sejak awal zaman, dan semua orang yang akan mati sampai akhir zaman. Telah dikatakan (Dan. 12:2), bahwa banyak yang akan bangun (bangkit). Di sini Kristus mengatakan kepada kita bahwa orang banyak yang dimaksudkan itu adalah semua orang. Mereka semua harus berdiri di hadapan Hakim, dan oleh karena itu semua orang harus dibangkitkan. Tiap orang secara utuh. Setiap jiwa akan kembali ke raganya, dan setiap tulang itu bertemu satu sama lain. Kuburan adalah penjara bagi jasad-jasad yang telah mati, tempat mereka ditawan, sedangkan dapur api menjadi tempat tulang-tulang itu dihabiskan (Ayb. 24:19). Namun, dengan melihat bahwa mereka akan dibangkitkan, kita bisa menyebut kuburan itu sebagai tempat tidur mereka, di mana jasad-jasad itu tidur untuk dibangunkan kembali. Atau, itu adalah tempat perbendaharaan mereka, di mana mereka disimpan untuk digunakan kembali. Bahkan orang-orang yang tidak dimakamkan di dalam kuburan pun akan dibangkitkan. Namun, berhubung kebanyakan orang dimakamkan di dalam kubur, Kristus menggunakan istilah semua orang yang di dalam kuburan. Orang Yahudi menggunakan istilah sheol untuk kuburan, yang artinya menunjuk pada keadaan orang mati. Semua yang berada dalam keadaan itu akan mendengar.
                        c. Bagaimana mereka akan dibangkitkan. Di sini kita diberi tahu tentang dua hal:
                            (a) Akibat dari kebangkitan ini: Mereka akan mendengar suara-Nya. Artinya, Ia akan membuat mereka bisa mendengarnya, seperti Lazarus dibuat bisa mendengar perkataan, Marilah keluar. Kuasa ilahi akan menyertai suara itu untuk memberikan kehidupan di dalam jasad-jasad itu dan memampukan mereka menaati suara itu. Ketika Kristus bangkit, tidak ada suara yang terdengar, tidak ada kata yang diucapkan, sebab Ia bangkit oleh kuasa-Nya sendiri. Namun, pada kebangkitan anak-anak manusia, kita mendapati tiga jenis suara yang diucapkan (1Tes. 4:16). Tuhan akan turun dengan diiringi suara berseru, seruan raja dengan suara penghulu malaikat. Ini bisa berarti Kristus sendiri, raja penghulu para malaikat, atau panglima tertinggi atas seluruh penghuni sorga yang berada di bawah-Nya. Selain itu, juga dengan sangkakala Allah: yakni sangkakala prajurit yang membunyikan aba-aba perang, sangkakala hakim yang mengumumkan dimulainya pengadilan.
                            (b) Akibat dari suara panggilan itu: Mereka akan keluar dari kuburan mereka, sebagai tawanan yang keluar dari penjara. Mereka akan keluar dan bangkit dari debu dan mengebaskan debu itu dari mereka (lih. Yes. 52:1-2, 11). Namun, ini belumlah semuanya. Mereka akan menyatakan diri di hadapan pengadilan Kristus, serta akan keluar dan bangkit sebagai orang-orang yang hendak diadili, keluar dan bangkit menuju pengadilan untuk menerima penghakiman di depan umum.
                        d. Untuk apa mereka akan dibangkitkan: menuju keadaan yang berbahagia atau sengsara, sesuai dengan perilaku masing-masing yang berbeda-beda, sesuai dengan perbuatan mereka selama menjalani masa percobaan (ketika hidup di dunia ini -- pen.).
                            (a) Mereka yang telah berbuat baik akan keluar untuk menjalani kebangunan kembali kehidupan mereka. Mereka akan hidup kembali, hidup selamanya.

Di sini tampak:

                [1] Pemberian kuasa kepada Kristus untuk melakukan tugas seorang hakim, yang di sini disebutkan dua kali (ay. 22): Bapa telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, dan kemudian (ay. 27): Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi.

Pertama,
. Bapa tidak menghakimi siapa pun. Bukan berarti bahwa Bapa telah berhenti memerintah, tetapi senang memerintah melalui Yesus Kristus, supaya manusia tidak langsung berada di bawah ancaman berhadapan langsung dengan Allah, tetapi dapat menghampiri-Nya dengan aman melalui Sang Pengantara. Karena telah menciptakan kita, Ia berhak memperlakukan kita sesuai kehendak-Nya, seperti penjunan dengan tanah liat. Namun, Ia tidak mencari keuntungan-Nya sendiri dari hal ini, melainkan menarik kita dengan tali kesetiaan.

. Ia tidak menentukan persyaratan kehidupan kekal lewat kovenan untuk hidup tanpa cela maupun memakai kesempatan untuk melawan kita karena kita telah melanggar kovenan itu. Karena, setelah Sang Pengantara itu melakukan usaha penebusan, maka segala urusan ini pun diserahkan kepada-Nya, dan Allah bersedia menyepakati sebuah perjanjian baru, yang tidak berada di bawah hukum Sang Pencipta, tetapi di bawah kasih karunia Sang Penebus itu.
          
Kedua,
Ia telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, dan telah menetapkan-Nya sebagai Tuhan dari semua orang (Kis. 10:36; Rm. 14:9), seperti Yusuf di Mesir (Kej. 41:40). Hal ini juga telah dinubuatkan sebelumnya (Mzm. 72:1; Yes. 11:3-4; Yer. 23:5; Mi. 4:14 - 5:1-3; Mzm. 67:5; Mzm. 96:13; Mzm. 98:9). Seluruh penghakiman diserahkan kepada Yesus Tuhan kita, karena:

. Kepada-Nya telah dipercayakan pengelolaan kerajaan Allah, dan Ia dijadikan Kepala segala sesuatu (Ef. 1:10), kepala dari tiap-tiap laki-laki (1Kor. 11:3). Segala sesuatu ada di dalam Dia (Kol. 1:17).

. Ia diberi kuasa untuk segera menetapkan hukum guna mengikat hati nurani. Perkataan Aku berkata kepadamu sekarang merupakan bentuk yang menggambarkan jalannya kerajaan sorga. Dijalanilah kerajaan itu oleh Tuhan Yesus, dan oleh wewenang-Nya Semua hukum dan peraturan sekarang terhubung dengan tongkat pemerintahan-Nya.

. Ia diberi kuasa untuk menentukan dan menetapkan persyaratan kovenan baru itu, dan untuk menyusun pasal-pasal perdamaian di antara Allah dan manusia. Allah di dalam Kristuslah yang telah memperdamaikan dunia, dan kepada-Nya telah diberikan kuasa untuk memberikan hidup kekal. Kitab kehidupan adalah Kitab Anak Domba. Oleh putusan hukuman-Nyalah kita akan berdiri atau jatuh.

. Ia ditugaskan untuk melanjutkan dan menuntaskan peperangan melawan kuasa-kuasa kegelapan, untuk mengusir dan menjatuhkan penghakiman atas penguasa dunia ini (12:31). Ia bukan saja ditugaskan untuk menghakimi, tetapi juga untuk berperang (Why. 19:11). Semua orang yang hendak berperang bagi Allah melawan Iblis harus mendaftarkan diri di bawah panji-Nya.
                
. Ia ditetapkan sebagai pengatur tunggal untuk menghakimi pada hari penghakiman itu. Para penulis kuno umumnya memahami kata-kata ini sebagai hak khusus yang hanya dimiliki oleh-Nya, yaitu bahwa hanya Dialah yang empunya kuasa untuk menghakimi. Penghakiman terakhir dan berlaku umum atas segala umat manusia ini diberikan kepada Anak Manusia. Pengadilan itu adalah milik-Nya. Itu adalah kursi pengadilan Kristus. Para pelayan yang menyertai-Nya adalah milik-Nya, yaitu malaikat-malaikat-Nya yang perkasa. Dia akan mengadili perkara-perkara dan menjatuhkan hukuman (Kis. 17:31).

Ketiga,
Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi (ay. 27).

Dengan demikian maka Yesus Tuhan kita telah menyatakan tugas-Nya (apakah untuk meyakinkan musuh-Nya atau tidak) bagi kehormatan diri-Nya dan penghiburan kekal semua pengikut-Nya, yang melihat Dia mampu menyelamatkan sampai kepada kekekalan.


BcO Imamat 26:3-17.38-45
26:3 Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya, 26:4 maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya. 26:5 Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram. 26:6 Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu. 26:7 Kamu akan mengejar musuhmu, dan mereka akan tewas di hadapanmu oleh pedang. 26:8 Lima orang dari antaramu akan mengejar seratus, dan seratus orang dari antaramu akan mengejar selaksa dan semua musuhmu akan tewas di hadapanmu oleh pedang. 26:9 Dan Aku akan berpaling kepadamu dan akan membuat kamu beranak cucu serta bertambah banyak dan Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan kamu. 26:10 Kamu masih akan makan hasil lama dari panen yang lampau, dan hasil lama itu akan kamu keluarkan untuk menyimpan yang baru. 26:11 Aku akan menempatkan Kemah Suci-Ku di tengah-tengahmu dan hati-Ku tidak akan muak melihat kamu. 26:12 Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku. 26:13 Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya kamu jangan lagi menjadi budak mereka. Aku telah mematahkan kayu kuk yang di atasmu dan membuat kamu berjalan tegak."
Kutuk
26:14 "Tetapi jikalau kamu tidak mendengarkan Daku, dan tidak melakukan segala perintah itu, 26:15 jikalau kamu menolak ketetapan-Ku dan hatimu muak mendengar peraturan-Ku, sehingga kamu tidak melakukan segala perintah-Ku dan kamu mengingkari perjanjian-Ku, 26:16 maka Akupun akan berbuat begini kepadamu, yakni Aku akan mendatangkan kekejutan atasmu, batuk kering serta demam, yang membuat mata rusak dan jiwa merana; kamu akan sia-sia menabur benihmu, karena hasilnya akan habis dimakan musuhmu. 26:17 Aku sendiri akan menentang kamu, sehingga kamu akan dikalahkan oleh musuhmu, dan mereka yang membenci kamu akan menguasai kamu, dan kamu akan lari, sungguhpun tidak ada orang mengejar kamu.


26:38 Dan kamu akan binasa di antara bangsa-bangsa lain, dan negeri musuhmu akan memusnahkan kamu. 26:39 Dan siapa yang masih tinggal hidup dari antaramu, mereka akan hancur lebur dalam hukumannya di negeri-negeri musuh mereka, dan karena kesalahan nenek moyang mereka juga mereka akan hancur lebur sama seperti nenek moyangnya. 26:40 Tetapi bila mereka mengakui kesalahan mereka dan kesalahan nenek moyang mereka dalam hal berubah setia yang dilakukan mereka terhadap Aku dan mengakui juga bahwa hidup mereka bertentangan dengan Daku 26:41 -- Akupun bertindak melawan mereka dan membawa mereka ke negeri musuh mereka -- atau bila kemudian hati mereka yang tidak bersunat itu telah tunduk dan mereka telah membayar pulih kesalahan mereka, 26:42 maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku dengan Yakub; juga perjanjian dengan Ishak dan perjanjian-Ku dengan Abrahampun akan Kuingat dan negeri itu akan Kuingat juga. 26:43 Jadi tanah itu akan ditinggalkan mereka dan akan pulih dari akibat tahun-tahun sabat yang dilalaikan selama tanah itu tandus, oleh karena ditinggalkan mereka, dan mereka akan membayar pulih kesalahan mereka, tak lain dan tak bukan karena mereka menolak peraturan-Ku dan hati mereka muak mendengarkan ketetapan-Ku. 26:44 Namun demikian, apabila mereka ada di negeri musuh mereka, Aku tidak akan menolak mereka dan tidak akan muak melihat mereka, sehingga Aku membinasakan mereka dan membatalkan perjanjian-Ku dengan mereka, sebab Akulah TUHAN, Allah mereka. 26:45 Untuk keselamatan mereka Aku akan mengingat perjanjian dengan orang-orang dahulu yang Kubawa keluar dari tanah Mesir di depan mata bangsa-bangsa lain, supaya Aku menjadi Allah mereka; Akulah TUHAN."



___



Daftar Label dari Kategori Renungan Katolik 2024
Lagu Anak(1)




Nama-Nama Bayi Katolik Terlengkap

Kalender Liturgi Katolik 2024 dan Saran Nyanyian

Kalender Liturgi Katolik Mei 2024 dan Saran Nyanyian


Orang Kudus Katolik Dirayakan Mei
Santo-Santa 25 Mei - Santo Gregorius VII, Paus dan Pengaku Iman

MAZMUR TANGGAPAN & BAIT PENGANTAR INJIL
- PASKAH
- KENAIKAN
- PENTAKOSTA
- BIASA



NEXT:
Renungan Katolik Kamis, 14 Maret 2024 - Yohanes 5:31-47 - BcO Bilangan 3:1-13; 8:5-11 - Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

PREV:
Renungan Katolik Selasa, 12 Maret 2024 - Yohanes 5:1-16 - BcO Imamat 19:1-18.31-37 - Hari Biasa Pekan IV Prapaskah





Arsip Renungan Katolik 2024..


Jadwal Misa Gereja Seluruh Indonesia
1. Map/Peta Gereja Katolik di Jakarta
2. Map/Peta Gereja Katolik di Surabaya
3. Map/Peta Gereja Katolik di Makassar
4. Map/Peta Gereja Katolik di Bandung
5. Map/Peta Gereja Katolik di Medan
6. Map/Peta Gereja Katolik di Depok
Agustus - Hati Maria Yang Tidak Bernoda(3)
April - Sakramen Maha Kudus (6)
Bulan Katekese Liturgi(5)
Bulan November - Jiwa-jiwa Kudus di Api penyucian(4)
Bulan Oktober - Bulan Rosario(1)
Bulan Oktober - Bulan Rosario suci(4)
Desember - Bunda Maria yang dikandung tanpa noda(4)
Februari - Keluarga Kudus Yesus Maria Yosep(5)
Ibadah(1)
Januari - Bulan menghormati Nama Yesus(5)
Juli - Darah Mulia(2)
Juni - Hati Kudus Yesus(10)
Maret - Pesta St. Yosep(3)
Mei - Bulan Maria(8)
Penutup Bulan Rosario(1)
Peringatan Arwah(2)
Rabu Abu(1)
SEPTEMBER - TUJUH DUKA MARIA(7)