misa.lagu-gereja.com
 
Kamis, 9 Mei 2024
HARI RAYA
KENAIKAN TUHAN
Kis. 1:1-11; Mzm. 47:2-3,6-7,8-9; Ef. 1:17-23 atau Ef. 4:1-13 (Ef. 4:1-7,11-13);
Markus 16:15-20
BcO Efesus 4:1-24
Warna Liturgi Putih
MT/BPI Edisi Baru: 038, 962 Lama: 825, 962
Saran Nyanyian: PS 530, 531, 532, 533, 534, 548, 551, 676

Markus 16:15-20
16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. 16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 16:18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." 16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. 16:20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Penjelasan:

* Penampakan Kristus kepada Kesebelas Murid (16:15-18)

    Dalam perikop ini kita melihat:

Amanat yang Ia berikan kepada mereka untuk mendirikan kerajaan-Nya di antara manusia dengan jalan memberitakan Injil-Nya, yakni kabar baik tentang pendamaian dengan Allah melalui seorang Perantara. Sekarang perhatikanlah:
        . Kepada siapa mereka harus memberitakan Injil. Sejauh ini, mereka diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel, dan dilarang menyimpang ke jalan bangsa lain, atau masuk ke dalam kota orang Samaria. Tetapi sekarang amanat mereka diperluas, dan mereka diberi wewenang untuk pergi ke seluruh penjuru dunia, ke semua bagian dunia yang berpenghuni, dan memberitakan Injil Kristus kepada segala makhluk. Kepada baik orang bukan Yahudi maupun orang Yahudi, kepada setiap orang yang mampu menerimanya. "Beritakan kepada mereka tentang Kristus, kisah kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya. Ajarlah mereka tentang makna dan tujuan dari ketiga hal ini, dan tentang manfaat yang didapat, atau yang akan diperoleh anak-anak manusia melaluinya. Ajaklah mereka, tanpa kecuali, untuk datang dan mengambil bagian di dalamnya. Inilah Injil. Biarlah Injil ini diberitakan di mana-mana, kepada semua orang." Kesebelas orang ini tidak bisa sendirian memberitakannya ke seluruh dunia, apalagi kepada segala makhluk di dalamnya. Namun, mereka dan para murid lain, yang berjumlah tujuh puluh orang, bersama orang-orang yang kemudian ditambahkan kepada mereka, harus menyebar ke berbagai arah, dan membawa Injil ke mana pun mereka pergi. Mereka harus mengutus orang-orang lain ke tempat-tempat yang tidak dapat mereka kunjungi sendiri, dan, singkat kata, mengabdikan seluruh hidup mereka untuk memberitakan kabar baik itu ke segala penjuru dunia dengan penuh kesetiaan dan perhatian, bukan sebagai kabar kesenangan atau semacam hiburan, melainkan sebagai kabar mulia dari Allah kepada manusia, yang menjadi suatu jalan yang ditetapkan untuk membuat manusia bahagia. "Sampaikanlah kepada sebanyak mungkin orang, dan suruhlah mereka menyampaikannya kepada orang lain. Ini adalah pesan yang menyangkut seluruh alam semesta, dan oleh karena itu patut disambut oleh seluruh umat manusia, karena pesan itu sendiri merangkum seluruh umat tanpa kecuali."

. Intisari Injil yang harus mereka beritakan (ay. 16). "Sampaikan kepada dunia tentang kehidupan dan kematian, tentang kebaikan dan kejahatan. Katakan kepada anak-anak manusia bahwa mereka semua berada dalam keadaan sengsara dan bahaya, dihukum oleh penguasa mereka, ditaklukkan dan diperbudak oleh musuh-musuh mereka." Inilah sebabnya mengapa mereka perlu diselamatkan, yang tidak akan mereka butuhkan seandainya mereka tidak tersesat. "Sekarang pergilah dan beritahukanlah kepada mereka":
            (1) "Bahwa jika mereka percaya kepada Injil, dan memberi diri menjadi murid Kristus, dan jika mereka menolak Iblis, dunia, dan kedagingan, dan mengabdi kepada Kristus sebagai Nabi, Imam, dan Raja mereka, serta kepada Allah di dalam Kristus sebagai Allah mereka di dalam perjanjian, dan melakukan semuanya ini dengan tulus hati dan tekun, maka mereka akan diselamatkan dari kesalahan dan kuasa dosa. Kuasa dosa itu tidak akan memerintah dan menghancurkan mereka. Siapa yang sungguh-sungguh mau menjadi orang Kristen yang sejati akan diselamatkan melalui Kristus." Baptisan ditetapkan sebagai upacara pelantikan, artinya, dalam upacara tersebut orang yang menerima Kristus secara resmi mengakui Dia. Namun. yang lebih ditekankan di sini adalah apa yang dilambangkan dalam upacara itu dan bukan lambang itu atau upacaranya sendiri, sebab Simon, tukang sihir dari Samaria percaya dan dibaptis, tetapi tidak diselamatkan (Kis. 8:13). Mengaku dengan mulut dan percaya dalam hati bahwa Yesus adalah Tuhan (Rm. 10:9), sepertinya sangat mirip dengan hal ini. Karena itu, kita harus mengikuti kebenaran Injil dan berjalan sesuai dengan istilah yang dipakai di dalamnya.
            (2) "Tetapi siapa yang tidak percaya, tidak mau menerima pernyataan yang diberikan Allah menyangkut Anak-Nya, maka tidak ada jalan keselamatan lain lagi yang tersedia bagi mereka, selain harus binasa. Mereka akan dihukum, oleh hukuman karena Injil dipandang rendah, dan ditambah lagi dengan hukuman karena melanggar hukum Tuhan." Bahkan yang ini pun merupakan Injil, yaitu kabar baik, bahwa tidak ada hal lain selain ketidakpercayaan yang akan menghukum manusia, sebab ketidakpercayaan merupakan dosa melawan keselamatan yang sebenarnya merupakan obat yang dapat "menyembuhkan" orang dari hukuman itu sendiri. Sehubungan dengan masalah ini, Dr. Whitby mengamati bahwa kalau orang berkesimpulan "bayi seorang percaya tidak dapat dibaptis sebab bayi belum mampu percaya, orang itu juga harus menyimpulkan bahwa seorang bayi tidak dapat diselamatkan, karena iman lebih diperlukan untuk memperoleh keselamatan daripada baptisan. Dalam bagian kedua dari ayat tersebut baptisan tidak disebut lagi sebab bukan ketiadaan baptisan melainkan pengabaikan baptisan itu yang membuat orang bersalah dan patut dihukum. Karena bila tidak demikian, bayi-bayi akan dihukum karena kesalahan atau kecemaran orangtua mereka.

. Kuasa yang mana akan menyertai orang-orang percaya, untuk meneguhkan pengajaran yang akan mereka beritakan (ay. 17). Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya. Tidak semua orang percaya akan mampu membuat tanda-tanda ini, melainkan hanya beberapa, yaitu mereka yang menyebarkan iman ini dan membawa orang lain kepada iman itu. Sebab tanda-tanda ini ditujukan untuk diperlihatkan kepada orang yang tidak percaya (1Kor. 14:22). Kemuliaan dan bukti kebenaran Injil akan sangat bertambah jika para pemberitanya bukan saja bisa mengadakan mujizat itu sendiri, tetapi juga bisa meneruskan kuasa kepada orang lain untuk melakukan mujizat, yang merupakan kuasa yang menyertai orang percaya ketika memberitakan Injil ke mana pun mereka pergi. Mereka akan melakukan keajaiban dalam nama Kristus, nama yang sama yang di dalamnya mereka dibaptis, berdasarkan kuasa yang berasal dari-Nya dan yang diperoleh melalui doa. Beberapa tanda khusus disebutkan di sini.
            (1) Mereka akan mengusir setan-setan. Kuasa ini lebih lazim dijumpai di kalangan orang Kristen dibandingkan orang lain, dan juga berlangsung lebih lama, sebagaimana tampak dalam kesaksian Justin Martir, Origen, Irenaeus, Tertullian Minutius Felix, dan lain-lain, yang disebutkan oleh Grotius.
            (2) Mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru, yang belum pernah mereka pelajari atau kenali. Hal ini merupakan suatu mujizat (mujizat atas pikiran), guna meneguhkan kebenaran Injil, dan sekaligus juga sebuah sarana untuk menyebarkan Injil di antara bangsa-bangsa yang belum pernah mendengarnya. Hal ini membuat para pengabar Injil tidak perlu bersusah payah mempelajari bahasa-bahasa itu. Tidak diragukan lagi bahwa mereka yang melalui mujizat menjadi ahli-ahli bahasa akan dengan sempurna menguasai bahasa dan segala keindahannya seperti yang dirasakan para penutur aslinya sendiri. Mereka sangat sesuai untuk mengajar maupun untuk menyentuh perasaan pendengarnya, dan ini akan sangat membantu mereka dan apa yang mereka ajarkan.
            (3) Mereka akan memegang ular. Hal ini digenapi dalam diri Rasul Paulus yang tidak celaka oleh ular beludak yang menggigit tangannya, yang diakui sebagai mujizat yang luar biasa oleh penduduk setempat (Kis. 28:5-6). Mereka akan dilindungi dari keturunan ular beludak yang di sekelilingnya mereka tinggal, dan juga dari kebencian si ular tua.
            (4) Kalaupun mereka dipaksa oleh para penganiaya mereka untuk minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka. Beberapa contoh peristiwa yang persis seperti ini ditemukan dalam sejarah gereja.
            (5) Mereka bukan saja akan dipelihara dari celaka itu sendiri, namun juga diberi kemampuan untuk berbuat baik kepada orang lain. Mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh, sama seperti yang dialami banyak orang karena jamahan Guru mereka yang menyembuhkan. Banyak penatua jemaat yang memiliki kuasa ini, seperti tampak dalam Yakobus 5:14, di mana sebagai tanda untuk melakukan kesembuhan yang ajaib ini, mereka dikatakan harus mengoles si sakit dengan minyak dalam nama Tuhan. Jadi, betapa yakin orang-orang ini bahwa mereka akan berhasil saat berkeliling melaksanakan tugas perutusan mereka bila mereka mendapat mandat untuk melakukan hal-hal yang sedemikian ajaib ini!

* Kenaikan Kristus (16:19-20)

    Dalam bagian ini kita melihat:

        . Kristus terangkat ke sorga (ay. 19). Sesudah Tuhan Yesus berbicara tentang hal-hal yang perlu disampaikan-Nya kepada para murid, Ia pun naik ke sorga, dalam awan, yang bisa kita baca secara khusus dalam Kisah Para Rasul 1:9. Ia bukan saja mendapat izin masuk, melainkan juga sambutan meriah untuk masuk ke dalam kerajaan-Nya di sana. Ia terangkat, dan disambut dalam kemegahan sorak-sorai bala tentara sorgawi. Lalu Ia duduk di sebelah kanan Allah, duduk dalam sikap istirahat, sebab sekarang Ia telah menyelesaikan tugas-Nya, dan Ia juga duduk dalam sikap memerintah, sebab sekarang Ia menguasai kerajaan-Nya. Ia duduk di sebelah kanan Allah, yang melambangkan wibawa kedaulatan yang diberikan kepada-Nya dan kuasa atas segala sesuatu yang dipercayakan kepada-Nya. Apa saja yang dilakukan Allah sehubungan dengan diri kita, apa saja yang diberikan kepada kita atau yang diterima dari kita, semuanya melalui Anak-Nya. Sekarang Ia dipermuliakan dengan kemuliaan yang dimiliki-Nya sebelum dunia ada.
        . Kristus disambut di dunia bawah ini; dipercayai di dalam dunia dan diangkat dalam kemuliaan. Semua ini dicatat dalam 1 Timotius 3:16.
            (1) Dalam ayat-ayat Markus di atas diceritakan tentang para rasul yang bekerja dengan giat bagi-Nya. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru. Walaupun pengajaran yang mereka beritakan bersifat rohani dan sorgawi, dan sangat bertolak belakang dengan roh dan kebijakan dunia, dan meskipun ditentang habis-habisan serta sama sekali tanpa dukungan maupun keuntungan duniawi, namun para pemberita Injil ini tidak takut ataupun malu. Mereka begitu tekun menyebarkan Injil, sehingga dalam waktu beberapa tahun saja gemanya sudah sampai ke ujung bumi (Rm. 10:18).
            (2) Di sini diceritakan bahwa Allah turut bekerja dengan baik bersama mereka dengan kuasa yang memampukan, agar jerih payah mereka membuahkan hasil. Peneguhan Firman itu disertai tanda-tanda, sebagiannya melalui mujizat-mujizat yang terjadi atas tubuh orang, yang secara ilahi memeteraikan pengajaran Kristen, dan sebagian lagi melalui pengaruh Firman itu terhadap pikiran orang, melalui karya Roh Allah (Ibr. 2:4). Tanda-tanda berikut ini dengan semestinya akan menyertai Firman Allah -- pembaruan dunia, pemusnahan penyembahan berhala, pertobatan orang berdosa, dan penghiburan bagi orang-orang kudus. Tanda-tanda ini masih dan terus menyertai Firman itu, dan semoga tanda-tanda ini semakin menyertai dengan lebih hebat dan hebat lagi, demi kemuliaan Kristus dan kebaikan umat manusia; begitulah doa sang pemberita Injil, dan kita diajar untuk berkata "Amin." Bapa di sorga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu.



BcO Efesus 4:1-24

Kesatuan jemaat dan karunia yang berbeda-beda
4:1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. 4:2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: 4:4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, 4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, 4:6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. 4:7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 4:8 Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia." 4:9 Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? 4:10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu. 4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 4:16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, -- yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota -- menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.
Manusia baru
4:17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 4:18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. 4:19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. 4:20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. 4:21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, 4:22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.



___



Daftar Label dari Kategori Renungan Katolik 2024
Lagu Anak(1)




Nama-Nama Bayi Katolik Terlengkap

Kalender Liturgi Katolik 2024 dan Saran Nyanyian

Kalender Liturgi Katolik Mei 2024 dan Saran Nyanyian


Orang Kudus Katolik Dirayakan Mei
Santo-Santa 25 Mei - Santo Gregorius VII, Paus dan Pengaku Iman

MAZMUR TANGGAPAN & BAIT PENGANTAR INJIL
- PASKAH
- KENAIKAN
- PENTAKOSTA
- BIASA



NEXT:
Renungan Katolik Jumat, 10 Mei 2024 - Yohanes 16:20-23a - BcO Kisah Para Rasul 22:22-23:11 - Yohanes dari Avila

PREV:
Renungan Katolik Rabu, 8 Mei 2024 - Yohanes 16:12-15 - BcO Kisah Para Rasul 21:40-22:21 - Hari Biasa Pekan VI Paskah





Arsip Renungan Katolik 2024..


Jadwal Misa Gereja Seluruh Indonesia
1. Map/Peta Gereja Katolik di Jakarta
2. Map/Peta Gereja Katolik di Surabaya
3. Map/Peta Gereja Katolik di Makassar
4. Map/Peta Gereja Katolik di Bandung
5. Map/Peta Gereja Katolik di Medan
6. Map/Peta Gereja Katolik di Depok
Agustus - Hati Maria Yang Tidak Bernoda(3)
April - Sakramen Maha Kudus (6)
Bulan Katekese Liturgi(5)
Bulan November - Jiwa-jiwa Kudus di Api penyucian(4)
Bulan Oktober - Bulan Rosario(1)
Bulan Oktober - Bulan Rosario suci(4)
Desember - Bunda Maria yang dikandung tanpa noda(4)
Februari - Keluarga Kudus Yesus Maria Yosep(5)
Ibadah(1)
Januari - Bulan menghormati Nama Yesus(5)
Juli - Darah Mulia(2)
Juni - Hati Kudus Yesus(10)
Maret - Pesta St. Yosep(3)
Mei - Bulan Maria(8)
Penutup Bulan Rosario(1)
Peringatan Arwah(2)
Rabu Abu(1)
SEPTEMBER - TUJUH DUKA MARIA(7)