misa.lagu-gereja.com
 
Senin, 13 Mei 2024
Santa Perawan Maria dr Fatima
Kis 19:1-8; Mzm 68:2-3.4-5ac.6-7ab;
Yohanes 16:29-33
BcO Kisah Para Rasul 25:1-27
Warna Liturgi Putih

Yohanes 16:29-33
16:29 Kata murid-murid-Nya: "Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan. 16:30 Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah." 16:31 Jawab Yesus kepada mereka: "Percayakah kamu sekarang? 16:32 Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. 16:33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

Penjelasan:

*         Rasa puas para murid mendengar pernyataan ini (ay. 29-30): Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata. Sepertinya, perkataan Kristus yang ini lebih bermanfaat bagi mereka dibanding yang lain, meskipun telah cukup sering Ia menyampaikan banyak hal yang pantas mereka pegang teguh. Roh, seperti angin, bertiup ke sana kemari, dan melalui perkataan apa pun yang disukai-Nya. Perkataan-Nya mungkin yang sudah pernah disampaikan satu kali, bahkan dua kali, tetapi belum dipahami dengan jelas, tetapi karena sering diulang-ulang, akhirnya tertanam juga. Ada dua kemajuan yang mereka hasilkan melalui perkataan ini:
            (1) Dalam pengetahuan: Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata. Ketika mereka belum memahami apa yang dikatakan-Nya, mereka tidak berkata, Lihat, sekarang Engkau berkata-kata dengan tidak jelas, seolah-olah mempersalahkan Dia. Tetapi sekarang setelah mereka memahami artinya, mereka memberikan kemuliaan bagi-Nya karena merendahkan diri sesuai kemampuan mereka: Lihatlah, sekarang Engkau terus terang berkata-kata. Kebenaran-kebenaran ilahi paling berpeluang membawa manfaat apabila disampaikan dengan terus terang (1Kor. 2:4). Perhatikanlah bagaimana mereka bersorak, seperti yang dilakukan ahli matematika dengan seruan heurÄ”ka, heurÄ”ka, ketika menemukan jawaban yang sudah lama dicarinya: Aku telah menemukannya, aku telah menemukannya. Perhatikanlah, Kristus senang berbicara terus terang kepada jiwa kita dan membawa kita memandang kemuliaan-Nya dengan terbuka. Kita mempunyai alasan untuk bersukacita karena ini.

            (2) Dalam iman: Sekarang kami tahu.

            Perhatikanlah:

                [1] Ada apa dengan iman mereka: Kami percaya bahwa Engkau datang dari Allah. Ia telah berkata (ay. 27) bahwa mereka mempercayai hal ini. "Tuhan," (kata mereka) "kami percaya dan mempunyai alasan untuk mempercayainya. Kami tahu bahwa kami mempercayainya dan menerima penghiburan darinya."
                [2] Alasan iman mereka -- kemahatahuan-Nya. Ini membuktikan bahwa Dia adalah guru yang berasal dari Allah dan lebih dari sekadar seorang nabi, bahwa Ia tahu segala sesuatu. Melalui hal ini mereka diyakinkan bahwa Ia menghapus keraguan yang tersembunyi di dalam hati mereka dan menjawab keberatan-keberatan yang belum mereka akui. Perhatikanlah, orang-orang yang mengenal Kristus dari pengalaman sendiri dan bisa berkata tentang kuasa-Nya, kuasa-Nya bekerja di dalam diriku, dan tentang kasih-Nya, Dia mengasihiku, mereka inilah yang paling mengenal-Nya. Hal ini membuktikan bahwa Kristus bukan saja menerima pengutusan ilahi, tetapi juga seorang pribadi ilahi. Dia mampu melihat pikiran dan isi hati orang, dan karena itu Dia sungguh Sang Firman yang hakiki dan kekal (Ibr. 4:12-13). Ia memberitahukan kepada semua jemaat bahwa Ia menguji batin dan hati orang (Why. 2:23). Hal ini meneguhkan hati murid-murid ini, sama seperti kesan pertama yang dirasakan perempuan Samaria itu, bahwa Kristus mengatakan kepadanya segala sesuatu yang telah dia perbuat (4:29), dan juga Natanael, karena Kristus melihat dia di bawah pohon ara (1:48-49).

Di sini kita melihat:

            (1) Sebuah pertanyaan yang dimaksudkan untuk membuat mereka merenung: Percayakah kamu sekarang?
                [1] "Jika sekarang kamu percaya, mengapa kamu tidak percaya sejak dulu? Bukankah kamu sudah sering mendengarnya sebelum ini?" Orang-orang yang akhirnya baru percaya setelah sering diajar dan diajak, pantas merasa malu karena telah menunda begitu lama.
                [2] "Jika sekarang kamu percaya, mengapa kamu tidak percaya untuk seterusnya? Ketika pencobaan itu datang, di manakah imanmu?" Selama iman kita tidak tetap, ada alasan untuk mempertanyakan kesungguhan iman itu, "Apakah kita benar-benar percaya?"
            (2) Nubuatan perihal kejatuhan mereka. Sebesar apa pun keyakinan mereka tentang keteguhan hati mereka, tidak lama lagi mereka semua akan meninggalkan Dia. Hal ini terjadi pada malam itu juga, pada waktu para pengawal menyergap mereka, semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri (Mat. 26:56). Mereka tercerai-berai,
                [1] Dari satu dengan lainnya. Masing-masing mencari selamat sendiri tanpa memedulikan yang lain. Bagi masyarakat Kristen, masa-masa sukar membuat mereka tercerai-berai. Di hari yang berkabut dan gelap itu domba-domba Kristus tercerai-berai (Yeh. 34:12). Begitu pula halnya dengan Kristus, sebagai suatu masyarakat, tidak jelas tampaknya.
                [2] Tercerai-berai karena Dia: Kamu meninggalkan Aku seorang diri. Mereka seharusnya menjadi saksi bagi-Nya saat Ia diadili, dan melayani Dia di tengah penderitaan-Nya. Kalaupun mereka tidak mampu menghibur Dia, setidaknya mereka bisa mengatakan suatu penghargaan mengenai Dia. Namun, mereka justru malu karena Ia dirantai, dan takut ikut menanggung penderitaan-Nya, sehingga meninggalkan Dia. Perhatikanlah, banyak yang bermaksud baik ditinggalkan ketika musuh datang menyusahkan. Murid-murid yang tetap tinggal bersama-sama dengan Kristus dalam segala pencobaan, sekarang justru meninggalkan-Nya. Orang-orang yang menghadapi pencobaan tidak selalu terbukti setia. Jika suatu waktu kita mendapati teman-teman kita bersikap tidak baik kepada kita, biarlah kita ingat bahwa Kristus pun diperlakukan seperti itu. Waktu mereka meninggalkan Dia, mereka tercerai-berai masing-masing ke tempatnya sendiri. Bukan ke harta milik atau tempat tinggal mereka sendiri yang berada di Galilea, melainkan ke teman-teman dan kenalan masing-masing di Yerusalem. Setiap orang mengikuti jalannya sendiri yang dianggapnya paling aman. Tiap orang menyelamatkan diri dan nyawa sendiri. Perhatikanlah, orang-orang yang mencari kepentingannya sendiri lebih daripada kepentingan Kristus dan menganggap hal-hal duniawi sebagai ta idia -- milik mereka sendiri dan menjadi larut dengannya, tidak akan berani menderita demi agama yang mereka anut.

Perhatikanlah:
            (1) Merupakan kehendak Kristus supaya murid-murid-Nya beroleh damai sejahtera dalam hati mereka, apa pun masalah yang mereka hadapi.
            (2) Damai sejahtera di dalam Kristus merupakan satu-satunya damai sejahtera sejati, dan hanya di dalam Dia-lah orang percaya dapat memperolehnya, sebab dia menjadi damai sejahtera (Mi. 5:4). Melalui Dia kita beroleh damai dengan Allah, jadi di dalam Dia kita juga beroleh damai sejahtera dalam pikiran kita sendiri.
            (3) Perkataan Kristus ditujukan kepada hal ini, supaya kita beroleh damai sejahtera dalam Dia. Damai sejahtera adalah puji-pujian dari bibir, dan dari bibir-Nya (Yes. 57:19).
        . Sambutan yang mungkin akan mereka temui di dunia: "Kamu tidak akan mendapatkan damai sejahtera dari luar, jangan pernah mengharapkannya." Meskipun mereka diutus untuk memberitakan damai sejahtera di bumi dan perkenanan Allah kepada manusia, mereka harus sadar akan menghadapi kesusahan di bumi dan kehendak jahat manusia. Perhatikanlah, sudah menjadi bagian murid-murid Kristus untuk sedikit banyak mengalami aniaya di dunia ini. Orang menyiksa mereka karena mereka begitu baik, dan Allah memperbaiki mereka karena mereka tidak menjadi lebih baik. Manusia berencana menyingkirkan mereka dari muka bumi, sedangkan Allah berencana mempersiapkan mereka masuk sorga melalui kesusahan. Jadi di antara keduanya, mereka akan menderita penganiayaan.
        . Dorongan yang diberikan Kristus berkaitan dengan hal ini: Kuatkanlah hatimu, tharseite. "Janganlah hanya merasa terhibur, tetapi teguhkan hatimu juga. Bergembiralah akan hal itu, dan semuanya akan berjalan dengan baik." Perhatikanlah, di tengah kesengsaraan dunia ini, sudah menjadi tugas dan perhatian murid-murid Kristus untuk menguatkan hati, mempertahankan kesukaan mereka di dalam Allah, tidak peduli seberat apa pun tekanan yang dihadapi, dan memelihara pengharapan di dalam Allah, tidak peduli apa pun yang sedang mengancam. Walaupun keadaan sangat menyedihkan, bersukacita dan bergembiralah senantiasa (2Kor. 6:10), bahkan dalam kesengsaraan sekalipun (Rm. 5:3).
        . Hal yang mendasari dorongan itu: Aku telah mengalahkan dunia. Kemenangan Kristus adalah sebuah kemenangan Kristen. Kristus telah mengalahkan penghulu dunia ini, melucutinya, dan melemparkannya keluar. Dan Dia masih menginjak Iblis di bawah kaki kita. Ia mengalahkan anak-anak dunia ini melalui pertobatan banyak orang kepada iman dan ketaatan Injil-Nya, sehingga dengan demikian menjadikan mereka anak-anak kerajaan-Nya. Ketika mengutus murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia, Ia berkata, "Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia sejauh ini, dan kamu pun akan melakukannya. Meskipun kamu akan merasakan sengsara di dunia, kamu akan menang dan mengalahkan dunia" (Why. 6:2). Ia telah mengalahkan si jahat dari dunia ini, karena sudah begitu sering Ia membungkamkan dan mempermalukan musuh-musuh-Nya. "Kuatkanlah hatimu, sebab Roh akan memampukan kamu untuk melakukannya." Ia mengalahkan kejahatan dunia dengan menyerahkan diri kepada mereka. Ia menanggung penderitaan di atas salib, mengejeknya dan mencela aib salib itu. Ia mengatasi godaannya yang menarik dengan mematikan keinginan terhadapnya. Kehormatan dunia tidak menarik bagi-Nya, kenikmatannya tidak mempunyai pesona.


BcO Kisah Para Rasul 25:1-27

Paulus di hadapan Festus Naik banding kepada Kaisar
25:1 Tiga hari sesudah tiba di propinsi itu berangkatlah Festus dari Kaisarea ke Yerusalem. 25:2 Di situ imam-imam kepala dan orang-orang Yahudi yang terkemuka datang menghadap dia dan menyampaikan dakwaan terhadap Paulus. 25:3 Kepadanya mereka meminta suatu anugerah, yang merugikan Paulus, yaitu untuk menyuruh Paulus datang ke Yerusalem. Sebab mereka sedang membuat rencana untuk membunuh dia di tengah jalan. 25:4 Tetapi Festus menjawab, bahwa Paulus tetap ditahan di Kaisarea dan bahwa ia sendiri bermaksud untuk segera kembali ke sana. 25:5 Katanya: "Karena itu baiklah orang-orang yang berwewenang di antara kamu turut ke sana bersama-sama dengan aku dan mengajukan dakwaan terhadap dia, jika ada kesalahannya." 25:6 Festus tinggal tidak lebih dari pada delapan atau sepuluh hari di Yerusalem. Sesudah itu ia pulang ke Kaisarea. Pada keesokan harinya ia mengadakan sidang pengadilan, dan menyuruh menghadapkan Paulus. 25:7 Sesudah Paulus tiba di situ, semua orang Yahudi yang datang dari Yerusalem berdiri mengelilinginya dan mereka mengemukakan banyak tuduhan berat terhadap dia yang tidak dapat mereka buktikan. 25:8 Sebaliknya Paulus membela diri, katanya: "Aku sedikitpun tidak bersalah, baik terhadap hukum Taurat orang Yahudi maupun terhadap Bait Allah atau terhadap Kaisar." 25:9 Tetapi Festus yang hendak mengambil hati orang Yahudi, menjawab Paulus, katanya: "Apakah engkau bersedia pergi ke Yerusalem, supaya engkau dihakimi di sana di hadapanku tentang perkara ini?" 25:10 Tetapi kata Paulus: "Aku sekarang berdiri di sini di hadapan pengadilan Kaisar dan di sinilah aku harus dihakimi. Seperti engkau sendiri tahu benar-benar, sedikitpun aku tidak berbuat salah terhadap orang Yahudi. 25:11 Jadi, jika aku benar-benar bersalah dan berbuat sesuatu kejahatan yang setimpal dengan hukuman mati, aku rela mati, tetapi, jika apa yang mereka tuduhkan itu terhadap aku ternyata tidak benar, tidak ada seorangpun yang berhak menyerahkan aku sebagai suatu anugerah kepada mereka. Aku naik banding kepada Kaisar!" 25:12 Setelah berunding dengan anggota-anggota pengadilan, Festus menjawab: "Engkau telah naik banding kepada Kaisar, jadi engkau harus pergi menghadap Kaisar."
Paulus di hadapan Agripa dan Bernike
25:13 Beberapa hari kemudian datanglah raja Agripa dengan Bernike ke Kaisarea untuk mengadakan kunjungan kehormatan kepada Festus. 25:14 Karena mereka beberapa hari lamanya tinggal di situ, Festus memaparkan perkara Paulus kepada raja itu, katanya: "Di sini ada seorang tahanan yang ditinggalkan Feliks pada waktu ia pergi. 25:15 Ketika aku berada di Yerusalem, imam-imam kepala dan tua-tua orang Yahudi mengajukan dakwaan terhadap orang itu dan meminta supaya ia dihukum. 25:16 Aku menjawab mereka, bahwa bukanlah kebiasaan pada orang-orang Roma untuk menyerahkan seorang terdakwa sebagai suatu anugerah sebelum ia dihadapkan dengan orang-orang yang menuduhnya dan diberi kesempatan untuk membela diri terhadap tuduhan itu. 25:17 Karena itu mereka turut bersama-sama dengan aku ke mari. Pada keesokan harinya aku segera mengadakan sidang pengadilan dan menyuruh menghadapkan orang itu. 25:18 Tetapi ketika para pendakwa berdiri di sekelilingnya, mereka tidak mengajukan suatu tuduhanpun tentang perbuatan jahat seperti yang telah aku duga. 25:19 Tetapi mereka hanya berselisih paham dengan dia tentang soal-soal agama mereka, dan tentang seorang bernama Yesus, yang sudah mati, sedangkan Paulus katakan dengan pasti, bahwa Ia hidup. 25:20 Karena aku ragu-ragu bagaimana aku harus memeriksa perkara-perkara seperti itu, aku menanyakan apakah ia mau pergi ke Yerusalem, supaya perkaranya dihakimi di situ. 25:21 Tetapi Paulus naik banding. Ia minta, supaya ia tinggal dalam tahanan dan menunggu, sampai perkaranya diputuskan oleh Kaisar. Karena itu aku menyuruh menahan dia sampai aku dapat mengirim dia kepada Kaisar." 25:22 Kata Agripa kepada Festus: "Aku ingin mendengar orang itu sendiri." Jawab Festus: "Besok engkau akan mendengar dia." 25:23 Pada keesokan harinya datanglah Agripa dan Bernike dengan segala kebesaran dan sesudah mereka masuk ruang pengadilan bersama-sama dengan kepala-kepala pasukan dan orang-orang yang terkemuka dari kota itu, Festus memberi perintah, supaya Paulus dihadapkan. 25:24 Festus berkata: "Ya raja Agripa serta semua yang hadir di sini bersama-sama dengan kami. Lihatlah orang ini, yang dituduh oleh semua orang Yahudi, baik yang di Yerusalem, maupun yang di sini. Mereka telah datang kepadaku dan sambil berteriak-teriak mereka mengatakan, bahwa ia tidak boleh hidup lebih lama. 25:25 Tetapi ternyata kepadaku, bahwa ia tidak berbuat sesuatupun yang setimpal dengan hukuman mati dan karena ia naik banding kepada Kaisar, aku memutuskan untuk mengirim dia menghadap Kaisar. 25:26 Tetapi tidak ada apa-apa yang pasti yang harus kutulis kepada Kaisar tentang dia. Itulah sebabnya aku menghadapkan dia di sini kepada kamu semua, terutama kepadamu, raja Agripa, supaya, setelah diadakan pemeriksaan, aku dapat menuliskan sesuatu. 25:27 Sebab pada hematku tidaklah wajar untuk mengirim seorang tahanan dengan tidak menyatakan tuduhan-tuduhan yang diajukan terhadap dia."



___



Daftar Label dari Kategori Renungan Katolik 2024
Lagu Anak(1)




Nama-Nama Bayi Katolik Terlengkap

Kalender Liturgi Katolik 2024 dan Saran Nyanyian

Kalender Liturgi Katolik Mei 2024 dan Saran Nyanyian


Orang Kudus Katolik Dirayakan Mei
Santo-Santa 25 Mei - Santo Gregorius VII, Paus dan Pengaku Iman

MAZMUR TANGGAPAN & BAIT PENGANTAR INJIL
- PASKAH
- KENAIKAN
- PENTAKOSTA
- BIASA



NEXT:
Renungan Katolik Selasa, 14 Mei 2024 - Yohanes 15:9-17 - BcO Kisah Para Rasul 5:12-32 - Pesta St. Matias

PREV:
Renungan Katolik Minggu, 12 Mei 2024 - Yohanes 17:11b-19 - BcO Kisah Para Rasul 24:1-6.8b-27 - HARI MINGGU PASKAH VII





Arsip Renungan Katolik 2024..


Jadwal Misa Gereja Seluruh Indonesia
1. Map/Peta Gereja Katolik di Jakarta
2. Map/Peta Gereja Katolik di Surabaya
3. Map/Peta Gereja Katolik di Makassar
4. Map/Peta Gereja Katolik di Bandung
5. Map/Peta Gereja Katolik di Medan
6. Map/Peta Gereja Katolik di Depok
Agustus - Hati Maria Yang Tidak Bernoda(3)
April - Sakramen Maha Kudus (6)
Bulan Katekese Liturgi(5)
Bulan November - Jiwa-jiwa Kudus di Api penyucian(4)
Bulan Oktober - Bulan Rosario(1)
Bulan Oktober - Bulan Rosario suci(4)
Desember - Bunda Maria yang dikandung tanpa noda(4)
Februari - Keluarga Kudus Yesus Maria Yosep(5)
Ibadah(1)
Januari - Bulan menghormati Nama Yesus(5)
Juli - Darah Mulia(2)
Juni - Hati Kudus Yesus(10)
Maret - Pesta St. Yosep(3)
Mei - Bulan Maria(8)
Penutup Bulan Rosario(1)
Peringatan Arwah(2)
Rabu Abu(1)
SEPTEMBER - TUJUH DUKA MARIA(7)