misa.lagu-gereja.com
 
Rabu, 15 Mei 2024
Hari Biasa

Pekan VII Paskah
Kis 20:28-38; Mzm 68:29-30.33-35a.35b-36c;
Yohanes 17:11b-19
BcO Kisah Para Rasul 27:1-20
Warna Liturgi Putih

Yohanes 17:11b-19
17:11b dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. 17:12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. 17:13 Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. 17:14 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. 17:15 Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. 17:16 Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. 17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. 17:18 Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; 17:19 dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.


Penjelasan:

* Doa Syafaat Kristus (17:11-16)

Setelah Kristus memanjatkan permohonan-permohonan umum untuk menyerahkan murid-murid-Nya ke dalam pemeliharaan Bapa, selanjutnya Ia mengajukan permohonan khusus bagi mereka, dan,

. Semua permohonan itu berkaitan dengan berkat-berkat rohani dalam segala sesuatu yang bersifat sorgawi. Kristus tidak berdoa supaya mereka menjadi kaya dan hebat di dunia ini, atau supaya mereka mendapat kedudukan yang tinggi dan dihormati, melainkan supaya mereka tidak jatuh ke dalam dosa dan supaya mereka diperlengkapi untuk melaksanakan kewajiban mereka dan dibawa kembali ke sorga dengan aman. Perhatikanlah, kesejahteraan jiwa adalah kesejahteraan yang terbaik. Karena inilah Kristus datang, yaitu untuk membeli dan mengaruniakan kesejahteraan bagi jiwa kita. Sebab itu, kita pun diajarkan untuk pertama-tama berusaha mendapatkannya, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain.

. Permohonan-permohonan khusus-Nya itu merupakan berkat yang paling sesuai dengan keadaan dan kondisi murid-murid pada saat itu. Cocok dengan kepentingan dan kebutuhan mereka yang beragam. Perhatikanlah, doa syafaat Kristus selalu tepat sesuai masalah yang dihadapi. Sang Pembela kita di hadapan Bapa mengenal seluruh seluk-beluk kekurangan dan beban kita, keadaan genting dan kesukaran kita, dan tahu betul bagaimana harus mengantarai setiap kebutuhan tersebut dalam syafaat-Nya. Misalnya ketika Ia mendoakan marabahaya yang mengincar Petrus, sekalipun Petrus sendiri tidak menyadarinya pada saat itu (Luk. 22:32), Aku telah berdoa untuk engkau.

. Dia begitu panjang lebar mengutarakan segenap permohonan-Nya, memanjatkan semua itu ke hadapan Bapa-Nya dan memenuhi mulut-Nya dengan alasan-alasan mengapa Ia mendoakan semua permohonan itu. Dengan ini Ia hendak mengajarkan kita supaya bertekun dan bergiat di dalam doa kita, mencurahkan segenap isi hati kita di dalam doa, dan bersikeras dengan maksud kita di hadapan takhta anugerah. Dia mengajarkan kita untuk bergumul seperti yang dilakukan Yakub, Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.

Nah, hal pertama yang didoakan Kristus bagi murid-murid-Nya dalam ayat-ayat di atas adalah pemeliharaan atas mereka, dan untuk ini Ia menyerahkan mereka semua ke dalam perlindungan Bapa-Nya. Dia meminta supaya mereka dilindungi dari bahaya-bahaya yang mengintai, marabahaya yang datang dari dunia yang masih mereka tempati ini beserta dengan kejahatan-kejahatan yang ada di dalamnya.

Kini perhatikanlah:

Permintaan itu sendiri: Peliharalah mereka dari dunia ini. Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan mereka dari dunia ini:
        . Dengan mengambil mereka dari dalamnya. Akan tetapi, Kristus tidak berdoa untuk menyelamatkan mereka dengan cara seperti ini: Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, yang artinya:
            (1) "Aku tidak meminta supaya mereka cepat-cepat dibawa pergi melalui kematian." Jika dunia ini hanya akan menjadi pengganggu bagi mereka, maka cara tercepat untuk mengamankan mereka adalah dengan cepat-cepat menggiring mereka ke dunia yang lebih baik lagi, yang akan memperlakukan mereka dengan lebih baik. Kirimkanlah kereta kuda berapi untuk menjemput mereka ke sorga. Ayub, Elia, Yunus, dan Musa juga berdoa supaya mereka dienyahkan dari dunia, saat mereka mengalami hal-hal yang menyusahkan mereka. Akan tetapi, Kristus tidak mau berdoa seperti itu bagi para murid-Nya, oleh sebab dua alasan:
- Sebab Dia datang untuk menaklukkan dan bukannya untuk mendukung keinginan dan hasrat berkobar-kobar yang membuat manusia begitu tidak sabaran menanggung hidupnya dan ingin mati saja. Ia menghendaki supaya kita memikul salib kita, bukannya melarikan diri dari salib itu.
- Sebab Dia memiliki pekerjaan yang harus mereka lakukan di dunia ini. Meskipun membenci mereka (Kis. 22:22), sehingga tidak layak bagi mereka (Ibr. 11:38), tetapi dunia ini tidak bisa menghancurkan mereka. Karena belas kasihan-Nya kepada dunia yang gelap ini, Kristus pun tidak menghendaki supaya terang dihapuskan dari dalamnya, melainkan terus dinyalakan, terutama demi kebaikan orang-orang yang akan percaya kepada-Nya melalui pemberitaan mereka. Janganlah mereka juga ikut diambil dari dunia ini pada waktu Guru mereka pergi dari sana. Setiap dari mereka harus mati syahid pada waktunya, tetapi tidak sebelum mereka menyelesaikan kesaksian mereka.


BcO Kisah Para Rasul 27:1-20

Paulus berlayar ke Roma
27:1 Setelah diputuskan, bahwa kami akan berlayar ke Italia, maka Paulus dan beberapa orang tahanan lain diserahkan kepada seorang perwira yang bernama Yulius dari pasukan Kaisar. 27:2 Kami naik ke sebuah kapal dari Adramitium yang akan berangkat ke pelabuhan-pelabuhan di sepanjang pantai Asia, lalu kami bertolak. Aristarkhus, seorang Makedonia dari Tesalonika, menyertai kami. 27:3 Pada keesokan harinya kami singgah di Sidon. Yulius memperlakukan Paulus dengan ramah dan memperbolehkannya mengunjungi sahabat-sahabatnya, supaya mereka melengkapkan keperluannya. 27:4 Oleh karena angin sakal kami berlayar dari situ menyusur pantai Siprus. 27:5 Dan setelah mengarungi laut di depan Kilikia dan Pamfilia, sampailah kami di Mira, di daerah Likia. 27:6 Di situ perwira kami menemukan sebuah kapal dari Aleksandria yang hendak berlayar ke Italia. Ia memindahkan kami ke kapal itu. 27:7 Selama beberapa hari berlayar, kami hampir-hampir tidak maju dan dengan susah payah kami mendekati Knidus. Karena angin tetap tidak baik, kami menyusur pantai Kreta melewati tanjung Salmone. 27:8 Sesudah kami dengan susah payah melewati tanjung itu, sampailah kami di sebuah tempat bernama Pelabuhan Indah, dekat kota Lasea. 27:9 Sementara itu sudah banyak waktu yang hilang. Waktu puasa sudah lampau dan sudah berbahaya untuk melanjutkan pelayaran. Sebab itu Paulus memperingatkan mereka, katanya: 27:10 "Saudara-saudara, aku lihat, bahwa pelayaran kita akan mendatangkan kesukaran-kesukaran dan kerugian besar, bukan saja bagi muatan dan kapal, tetapi juga bagi nyawa kita." 27:11 Tetapi perwira itu lebih percaya kepada jurumudi dan nakhoda dari pada kepada perkataan Paulus. 27:12 Karena pelabuhan itu tidak baik untuk tinggal di situ selama musim dingin, maka kebanyakan dari mereka lebih setuju untuk berlayar terus dan mencoba mencapai kota Feniks untuk tinggal di situ selama musim dingin. Kota Feniks adalah sebuah pelabuhan pulau Kreta, yang terbuka ke arah barat daya dan ke arah barat laut. 27:13 Pada waktu itu angin sepoi-sepoi bertiup dari selatan. Mereka menyangka, bahwa maksud mereka sudah tentu akan tercapai. Mereka membongkar sauh, lalu berlayar dekat sekali menyusur pantai Kreta.
Kapal terkandas
27:14 Tetapi tidak berapa lama kemudian turunlah dari arah pulau itu angin badai, yang disebut angin "Timur Laut". 27:15 Kapal itu dilandanya dan tidak tahan menghadapi angin haluan. Karena itu kami menyerah saja dan membiarkan kapal kami terombang-ambing. 27:16 Kemudian kami hanyut sampai ke pantai sebuah pulau kecil bernama Kauda, dan di situ dengan susah payah kami dapat menguasai sekoci kapal itu. 27:17 Dan setelah sekoci itu dinaikkan ke atas kapal, mereka memasang alat-alat penolong dengan meliliti kapal itu dengan tali. Dan karena takut terdampar di beting Sirtis, mereka menurunkan layar dan membiarkan kapal itu terapung-apung saja. 27:18 Karena kami sangat hebat diombang-ambingkan angin badai, maka pada keesokan harinya mereka mulai membuang muatan kapal ke laut. 27:19 Dan pada hari yang ketiga mereka membuang alat-alat kapal dengan tangan mereka sendiri. 27:20 Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.



___



Daftar Label dari Kategori Renungan Katolik 2024
Lagu Anak(1)




Nama-Nama Bayi Katolik Terlengkap

Kalender Liturgi Katolik 2024 dan Saran Nyanyian

Kalender Liturgi Katolik Mei 2024 dan Saran Nyanyian


Orang Kudus Katolik Dirayakan Mei
Santo-Santa 25 Mei - Santo Gregorius VII, Paus dan Pengaku Iman

MAZMUR TANGGAPAN & BAIT PENGANTAR INJIL
- PASKAH
- KENAIKAN
- PENTAKOSTA
- BIASA



NEXT:
Renungan Katolik Kamis, 16 Mei 2024 - Yohanes 17:20-26 - BcO Kisah Para Rasul 27:21-44 - Hari Biasa Pekan VII Paskah

PREV:
Renungan Katolik Selasa, 14 Mei 2024 - Yohanes 15:9-17 - BcO Kisah Para Rasul 5:12-32 - Pesta St. Matias





Arsip Renungan Katolik 2024..


Jadwal Misa Gereja Seluruh Indonesia
1. Map/Peta Gereja Katolik di Jakarta
2. Map/Peta Gereja Katolik di Surabaya
3. Map/Peta Gereja Katolik di Makassar
4. Map/Peta Gereja Katolik di Bandung
5. Map/Peta Gereja Katolik di Medan
6. Map/Peta Gereja Katolik di Depok
Agustus - Hati Maria Yang Tidak Bernoda(3)
April - Sakramen Maha Kudus (6)
Bulan Katekese Liturgi(5)
Bulan November - Jiwa-jiwa Kudus di Api penyucian(4)
Bulan Oktober - Bulan Rosario(1)
Bulan Oktober - Bulan Rosario suci(4)
Desember - Bunda Maria yang dikandung tanpa noda(4)
Februari - Keluarga Kudus Yesus Maria Yosep(5)
Ibadah(1)
Januari - Bulan menghormati Nama Yesus(5)
Juli - Darah Mulia(2)
Juni - Hati Kudus Yesus(10)
Maret - Pesta St. Yosep(3)
Mei - Bulan Maria(8)
Penutup Bulan Rosario(1)
Peringatan Arwah(2)
Rabu Abu(1)
SEPTEMBER - TUJUH DUKA MARIA(7)