misa.lagu-gereja.com
 
Sabtu, 1 Juni 2024
Perayaan Wajib
St. Yustinus
Yud 17:20b-25; Mzm. 63:2,3-4,5-6;
Markus 11:27-33
BcO 2 Korintus 12:14-13:14
Warna Liturgi Merah

Baca Juga:

Markus 11:27-33
Pertanyaan mengenai kuasa Yesus
11:27 Lalu Yesus dan murid-murid-Nya tiba pula di Yerusalem. Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua, 11:28 dan bertanya kepada-Nya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?" 11:29 Jawab Yesus kepada mereka: "Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Berikanlah Aku jawabnya, maka Aku akan mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. 11:30 Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!" 11:31 Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? 11:32 Tetapi, masakan kita katakan: Dari manusia!" Sebab mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi. 11:33 Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Maka kata Yesus kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."

Penjelasan:


* Orang Farisi yang Memunculkan Banyak Masalah (11:27-33)

    Di dalam perikop ini diceritakan tentang Kristus yang diuji oleh orang-orang Sanhedrin mengenai wewenang-Nya, karena mereka mengaku memiliki kuasa untuk menyebut seseorang sebagai nabi sehubungan dengan tugas yang diembannya. Mereka mendatangi Dia ketika sedang berjalan dalam Bait Allah, bukan untuk menghibur diri, tetapi untuk mengajar orang-orang, pertama-tama satu kelompok kemudian kelompok yang lain. Mereka dari kalangan filsuf Peripatetis yang biasanya mempunyai kebiasaan mengajar berpindah-pindah tempat seperti ini. Beranda atau serambi di halaman Bait Allah cocok untuk tujuan ini. Orang-orang besar tersebut kesal melihat Dia diikuti dan didengarkan dengan penuh perhatian oleh orang banyak, sehingga mereka mendatangi-Nya dengan penuh keseriusan, dan menanyai Dia seperti yang mereka lakukan kemudian pada waktu menuduh-Nya di halaman Bait Allah, "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?" (ay.28). Sekarang perhatikanlah:

I. Bagaimana mereka berencana untuk menyudutkan dan mempermalukan Dia.
Jika mereka bisa membuktikan di hadapan orang banyak bahwa tugas yang dilakukan-Nya tidaklah sah, bahwa Dia tidak ditahbiskan dengan cara yang seharusnya untuk melakukan tugas itu, walaupun Ia sangat memenuhi syarat dan berkhotbah dengan baik dan bermanfaat bagi orang lain, maka mereka bisa berhasil mempengaruhi orang banyak untuk tidak mendengarkan Dia. Inilah jalan terakhir yang dapat mereka lakukan terhadap Dia karena kekerasan hati mereka untuk tidak mempercayai-Nya. Karena mereka telah memutuskan untuk tidak menerima pengajaran-Nya, mereka berusaha menemukan kesalahan atau kekurangan apa saja dalam tugas-Nya, supaya dengan demikian mereka bisa memutuskan bahwa pekerjaan-Nya itu tidak sah, karena tidak dilakukan dan disahkan oleh mereka. Begitulah orang dari gereja Katolik melakukan hal yang sama ketika berdebat dengan pendeta-pendeta kita dan waktu mereka berpikir sudah mendapat alasan untuk menganggap pelayanan kita tidak sah, maka mereka merasa telah menang padahal kita mempunyai kebenaran di dalam Kitab Suci. Sesungguhnya, pertanyaan seperti inilah yang harus dipikirkan dan disediakan jawabannya oleh para pejabat gereja dan pelayan Tuhan, Dengan kuasa manakah aku melakukan hal-hal ini? Karena bagaimana seseorang dapat berkhotbah jika mereka tidak diutus? Atau, bagaimana mungkin mereka dapat bertindak dengan hati lapang, atau percaya diri, atau dengan berharap untuk sukses, jika mereka tidak diberikan wewenang? (Yer. 23:32).

II. Bagaimana Kristus menyudutkan dan mempermalukan mereka, dengan pertanyaan ini,
"Apa pendapatmu mengenai baptisan Yohanes? Apakah berasal dari sorga atau dari manusia? Dengan kuasa apakah Yohanes berkhotbah, membaptis, dan mengumpulkan murid-murid? Berikanlah Aku jawabnya (ay. 30). Berlakulah adil dan jujur, dan berikan jawabannya secara langsung dan jelas." Dengan mencoba menjawab pertanyaan mereka dengan mengaitkannya dengan Yohanes, Penebus kita menunjukkan betapa eratnya hubungan pengajaran dan baptisan-Nya dengan yang dimiliki Yohanes, bahwa keduanya mempunyai asal usul, rancangan, dan tujuan yang sama, yakni untuk memperkenalkan Injil Kerajaan Allah. Sudah pada tempatnyalah kalau Kristus mengajukan pertanyaan ini kepada mereka, karena dulu mereka telah mengirim utusan untuk menguji Yohanes (Yoh. 1:19). "Nah," kata Kristus, "Jadi bagaimana hasil yang kalian dapatkan dengan menanyai dia?"

    Mereka tahu apa yang mereka pikirkan tentang pertanyaan tersebut, yaitu bahwa Yohanes Pembaptis adalah seorang yang diutus Allah. Tetapi kesulitannya adalah bagaimana caranya untuk mengungkapkan hal itu sekarang. Begitulah jadinya kalau orang tidak mau berbicara sesuai dengan apa yang mereka pikirkan (dan yang menjadi peraturan bagi mereka), mereka akan mendatangkan kebingungan bagi diri mereka sendiri.

        . Jika mereka mengakui baptisan Yohanes berasal dari sorga, yang memang betul demikian, mereka mempermalukan diri mereka sendiri; karena Kristus akan membalikkan jawaban itu kepada mereka, "Kalau begitu, mengapa kamu tidak percaya kepadanya dan menerima baptisannya?" Mereka pasti tidak tahan kalau Kristus mengatakan demikian, tetapi kalau hati nurani mereka sendiri yang mengatakan hal ini, mereka bisa tahan, karena mereka punya cara untuk menahan dan mendiamkan hati nurani mereka itu. Selain itu, apa yang dinyatakan suara hati, walaupun agak menyakitkan dan menjengkelkan, tidak akan mempermalukan mereka. Orang seperti itu bisa bersikap tenang, orang yang merasa bersalah dan kekhawatirannya tidak lebih dalam daripada perasaan Raja Saul, ketika kesalahannya dituding, dia hanya mengatakan, "Tunjukkanlah hormatmu kepadaku sekarang di depan orang Israel" (1Sam. 15:30).

. Jika mereka mengatakan, "Berasal dari manusia, Yohanes tidak diutus oleh Allah, pengajaran dan baptisannya merupakan buatannya sendiri," maka itu sama saja dengan membahayakan diri mereka sendiri, karena orang banyak akan langsung menindak mereka atau paling tidak menuntut mereka, karena semua orang menganggap Yohanes betul-betul seorang nabi, sehingga mereka tidak akan bisa tahan jika ia dijelek-jelekkan. Begitulah, ketakutan semu seperti ini, yang bukan saja dialami oleh orang-orang jahat kebanyakan, tetapi juga oleh para penguasa lalim, biasa dipakai Allah sebagai alat untuk menjaga agar dunia ini tetap tertib dan juga agar kekerasan dapat ditekan supaya tidak berkembang menjadi kejahatan. Kristus membuat mereka "maju kena, mundur juga kena," sehingga:

(1) Mereka menjadi kacau dan bingung dan dipaksa untuk mundur secara tidak hormat serta berpura-pura tidak peduli, "Kami tidak tahu." Dan hal ini cukup memalukan bagi orang-orang sombong tersebut dan menimbulkan kebencian yang amat sangat di antara mereka. Apa yang dilakukan Kristus dengan hikmat-Nya ini harus kita usahakan untuk lakukan juga supaya kita bisa membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh (1Ptr. 2:15).

(2) Dengan penuh kehormatan Kristus menampilkan diri dan membuktikan siapa diri-Nya dengan menolak untuk memberikan jawaban atas tuntutan mereka yang sewenang-wenang itu, "Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu." Mereka tidak layak untuk diberi tahu, karena sudah jelas bahwa mereka tidak bermaksud untuk mencari kebenaran tetapi kemenangan belaka. Selain itu, Kristus juga tidak perlu mengatakan kepada mereka mengenai pekerjaan-Nya bahwa Dia mendapat kuasa dari Allah untuk melakukan semuanya itu, karena sudah jelas dengan sendirinya bahwa semua mujizat yang dilakukan-Nya tidak bisa dilakukan manusia mana pun kalau tidak disertai oleh Allah. Biarkan mereka menunggu sekitar tiga atau empat hari, dan kebangkitan-Nya akan mengatakan kepada mereka siapa yang memberikan kuasa tersebut kepada-Nya, karena dengan kebangkitan-Nya itu Ia akan dinyatakan sebagai Anak Allah yang berkuasa, dan demikian pula, mereka yang menolak-Nya itu akan dinyatakan sebagai musuh Allah.



BcO 2 Korintus 12:14-13:14

12:14 Sesungguhnya sekarang sudah untuk ketiga kalinya aku siap untuk mengunjungi kamu, dan aku tidak akan merupakan suatu beban bagi kamu. Sebab bukan hartamu yang kucari, melainkan kamu sendiri. Karena bukan anak-anak yang harus mengumpulkan harta untuk orang tuanya, melainkan orang tualah untuk anak-anaknya. 12:15 Karena itu aku suka mengorbankan milikku, bahkan mengorbankan diriku untuk kamu. Jadi jika aku sangat mengasihi kamu, masakan aku semakin kurang dikasihi? 12:16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi -- kamu katakan -- dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya. 12:17 Jadi pernahkah aku mengambil untung dari pada kamu oleh seorang dari antara mereka, yang kuutus kepada kamu? 12:18 Memang aku telah meminta Titus untuk pergi dan bersama-sama dengan dia aku mengutus saudara yang lain itu. Adakah Titus mengambil untung dari pada kamu? Tidakkah kami berdua hidup menurut roh yang sama dan tidakkah kami berlaku menurut cara yang sama? 12:19 Sudah lama agaknya kamu menyangka, bahwa kami hendak membela diri di depan kamu. Di hadapan Allah dan demi Kristus kami berkata: semua ini, saudara-saudaraku yang kekasih, terjadi untuk membangun iman kamu. 12:20 Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan. 12:21 Aku kuatir, bahwa apabila aku datang lagi, Allahku akan merendahkan aku di depan kamu, dan bahwa aku akan berdukacita terhadap banyak orang yang di masa yang lampau berbuat dosa dan belum lagi bertobat dari kecemaran, percabulan dan ketidaksopanan yang mereka lakukan.
Nasihat-nasihat terakhir
13:1 Ini adalah untuk ketiga kalinya aku datang kepada kamu: Baru dengan keterangan dua atau tiga orang saksi suatu perkara sah. 13:2 Kepada mereka, yang di masa yang lampau berbuat dosa, dan kepada semua orang lain, telah kukatakan terlebih dahulu dan aku akan mengatakannya sekali lagi -- sekarang pada waktu aku berjauhan dengan kamu tepat seperti pada waktu kedatanganku kedua kalinya -- bahwa aku tidak akan menyayangkan mereka pada waktu aku datang lagi. 13:3 Karena kamu ingin suatu bukti, bahwa Kristus berkata-kata dengan perantaraan aku, dan Ia tidak lemah terhadap kamu, melainkan berkuasa di tengah-tengah kamu. 13:4 Karena sekalipun Ia telah disalibkan oleh karena kelemahan, namun Ia hidup karena kuasa Allah. Memang kami adalah lemah di dalam Dia, tetapi kami akan hidup bersama-sama dengan Dia untuk kamu karena kuasa Allah. 13:5 Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji. 13:6 Tetapi aku harap, bahwa kamu tahu, bahwa bukan kami yang tidak tahan uji. 13:7 Kami berdoa kepada Allah, agar kamu jangan berbuat jahat bukan supaya kami ternyata tahan uji, melainkan supaya kamu ini boleh berbuat apa yang baik, sekalipun kami sendiri tampaknya tidak tahan uji. 13:8 Karena kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah untuk kebenaran. 13:9 Sebab kami bersukacita, apabila kami lemah dan kamu kuat. Dan inilah yang kami doakan, yaitu supaya kamu menjadi sempurna. 13:10 Itulah sebabnya sekali ini aku menulis kepada kamu ketika aku berjauhan dengan kamu, supaya bila aku berada di tengah-tengah kamu, aku tidak terpaksa bertindak keras menurut kuasa yang dianugerahkan Tuhan kepadaku untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan.
Salam
13:11 Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu! 13:12 Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. 13:13 (#13-#12b) Salam dari semua orang kudus kepada kamu. 13:14 (#13-#13) Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.


___



Daftar Label dari Kategori Renungan Katolik 2024
Lagu Anak(1)




Nama-Nama Bayi Katolik Terlengkap

Kalender Liturgi Katolik 2024 dan Saran Nyanyian

Kalender Liturgi Katolik Juni 2024 dan Saran Nyanyian


Orang Kudus Katolik Dirayakan Juni
Santo-Santa 22 Juni - Santo Paulinus dari Nola (Uskup dan Pengaku Iman), Santo Thomas Moore (Martir), Santo Yohanes Fischer (Uskup dan Martir), Beata Yulia Billiart (Biarawati)

MAZMUR TANGGAPAN & BAIT PENGANTAR INJIL
- PASKAH
- KENAIKAN
- PENTAKOSTA
- BIASA



NEXT:
Renungan Katolik: HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS Minggu, 2 Juni 2024 - Markus 14:12-16,22-26 & Roma 5:1-21

PREV:
Renungan Katolik Jumat, 31 Mei 2024 - Lukas 1:39-56 - BcO Kidung Agung 2:8-14; 8:6-7 - Pesta SP Maria Mengunjungi Elisabet





Arsip Renungan Katolik 2024..


Jadwal Misa Gereja Seluruh Indonesia
1. Map/Peta Gereja Katolik di Jakarta
2. Map/Peta Gereja Katolik di Surabaya
3. Map/Peta Gereja Katolik di Makassar
4. Map/Peta Gereja Katolik di Bandung
5. Map/Peta Gereja Katolik di Medan
6. Map/Peta Gereja Katolik di Depok
Agustus - Hati Maria Yang Tidak Bernoda(3)
April - Sakramen Maha Kudus (6)
Bulan Katekese Liturgi(5)
Bulan November - Jiwa-jiwa Kudus di Api penyucian(4)
Bulan Oktober - Bulan Rosario(1)
Bulan Oktober - Bulan Rosario suci(4)
Desember - Bunda Maria yang dikandung tanpa noda(4)
Februari - Keluarga Kudus Yesus Maria Yosep(5)
Ibadah(1)
Januari - Bulan menghormati Nama Yesus(5)
Juli - Darah Mulia(2)
Juni - Hati Kudus Yesus(10)
Maret - Pesta St. Yosep(3)
Mei - Bulan Maria(8)
Penutup Bulan Rosario(1)
Peringatan Arwah(2)
Rabu Abu(1)
SEPTEMBER - TUJUH DUKA MARIA(7)