misa.lagu-gereja.com
 
Jumat, 14 Juni 2024
Hari Biasa
1Raj 19:9a.11-16; Mzm 27:7-8a.8b-9abc.13-14;
Matius 5:27-32
BcO Filipi 3:17-4:9
Warna Liturgi Hijau

Matius 5:27-32
5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. 5:31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. 5:32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

Penjelasan:

* Reformasi atas Penyimpangan terhadap Perintah Ketujuh (5:27-32)
Di sini kita temukan uraian tentang perintah ketujuh, yang diberikan kepada kita oleh tangan yang sama yang membuat hukum itu, dan oleh sebab itu, Dialah yang pantas untuk menjelaskannya juga. Ini adalah hukum yang menentang kenajisan, yang cocok dengan hukum sebelumnya. Kalau hukum sebelum ini menetapkan pengendalian atas nafsu yang penuh dosa, hukum yang satu ini menetapkan pengendalian atas keinginan yang penuh dosa. Keduanya harus senantiasa berada di bawah kendali akal sehat dan hati nurani, karena kalau dituruti, keduanya sama-sama merusak.

I. Di sini, perintah itu disebutkan (ay. 27),
"Jangan berzinah," yang mencakup pelarangan atas semua perbuatan dan keinginan najis lainnya. Namun, orang Farisi yang membuat uraian tentang perintah ini hanya menetapkan larangan atas perbuatan zinah semata. Ini memberikan kesan bahwa jika satu tindakan asusila terjadi dalam hati saja dan tidak ditindaklanjuti, Allah tidak bisa mendengarnya dan tidak akan menganggapnya (Mzm. 66:18). Oleh sebab itu, bagi mereka ini sudah cukup untuk mengatakan bahwa mereka bukan orang-orang pezinah (Luk. 18:11).

II. Di sini hukum tersebut dijelaskan dengan setegas-tegasnya,
dalam tiga hal, yang bisa tampak baru dan asing bagi orang-orang yang sudah sejak dahulu diatur oleh adat istiadat nenek moyang dan yang menganggap semua yang diajarkan itu sebagai aturan mutlak.

. Di sini kita diajar bahwa berzinah di dalam hati memang ada, yakni berbagai pikiran dan kecenderungan yang zinah yang tidak dilanjuti dengan perbuatan zinah atau persetubuhan. Pencemaran yang diakibatkannya terhadap jiwa, yang dengan jelas dinyatakan di sini, bukan hanya dicantumkan di dalam perintah ketujuh, namun juga diperlambangkan dan dimaksudkan dalam banyak upacara pembasuhan di bawah hukum Taurat, seperti mencuci pakaian dan membasuh tubuh mereka dengan air. Setiap orang yang memandang perempuan (bukan hanya istri orang lain, seperti yang ditafsirkan sebagian orang, tetapi semua perempuan) serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya (ay. 28). Perintah ini bukan hanya melarang perbuatan zinah, melainkan juga

(1) Semua keinginan semacam itu, dan semua nafsu terhadap hal terlarang. Inilah permulaan dosa itu, keinginan yang telah dibuahi (Yak. 1:15). Ini adalah langkah buruk yang menuju dosa. Ketika nafsu itu menetap dan disetujui, hasrat asusila itu dikulum bagaikan kembang gula di bawah lidah, maka terjadilah perbuatan dosa, yang dilakukan oleh hati. Apa yang kurang hanyalah kesempatan yang cocok bagi dosa itu sendiri. Ovid, seorang penyair pernah menulis, "Adultera mens est" -- Akal budi sudah tercemar. Nafsu adalah hati nurani yang tersandung atau melenceng. Melenceng karena tidak bersuara menentang dosa. Tersandung, karena tidak dapat menang atas apa yang dikatakannya sendiri.

(2) Semua hal yang mengarah ke perbuatan zinah itu; memuaskan mata dengan buah terlarang itu. Bukan sekadar memandang supaya bisa terangsang, tetapi menatap sampai benar-benar terbakar oleh nafsu itu, atau untuk memuaskannya ketika tidak ada cara lain lagi untuk memperolehnya. Mata merupakan jalan masuk dan keluar bagi banyak kejahatan semacam ini. Sebagai contoh, lihatlah majikan perempuan Yusuf (Kej. 39:7), Samson (Hak. 16:1), dan Daud (2Sam. 11:2). Kita membaca tentang mata yang penuh nafsu zinah yang tidak pernah jemu berbuat dosa (2Ptr. 2:14). Oleh sebab itu, betapa pentingnya kita menetapkan syarat bagi mata kita, seperti Ayub yang saleh itu), supaya mata kita hanya boleh memperoleh kepuasan dengan cara memandang cahaya matahari dan karya-karya Allah, dan tidak boleh pernah menatap dan berlama-lama memandang apa pun yang dapat menimbulkan khayalan atau hasrat najis. Dan, kalau mata kita sudah melakukannya, kita harus menyesalinya dengan air mata pertobatan.(Ayb. 31:1) Untuk apa kita memiliki kelopak mata, kalau bukan untuk mengekang lirikan jahat dan menghindari penglihatan yang mencemari? Selain itu, kita juga dilarang menggunakan indra-indra lain untuk mengobarkan hawa nafsu. Jika melihat hal-hal yang menjerat merupakan buah terlarang, maka terlebih lagi percakapan cabul dan perilaku sembrono yang asusila, karena semuanya ini merupakan bahan bakar dan kipas bagi api neraka ini. Aturan-aturan ini merupakan pagar di sekeliling hukum kesucian hati (ay. 8). Jika pandangan dapat disebut nafsu, maka mereka yang berpakaian, berhias, dan mempertontonkan diri dengan tujuan agar dilihat dan diinginkan dengan penuh nafsu (seperti Izebel, yang mencalak matanya dan menghiasi kepalanya, lalu menjenguk dari jendela), juga sama bersalahnya. Manusia berbuat dosa, tetapi setan-setan mencobai agar manusia berbuat dosa.

. Kita diajar bahwa penampilan dan perilaku asusila semacam itu begitu berbahaya serta merusak jiwa, hingga lebih baik kehilangan mata dan tangan yang melakukan kesalahan itu daripada memberi jalan kepada dosa dan binasa selamanya bersama mereka. Pelajaran ini diberikan kepada kita di sini (ay. 29-30). Tabiat manusia yang jahat akan segera melawan larangan terhadap perbuatan zinah di dalam hati itu, dengan beralasan bahwa mustahil perbuatan tersebut bisa dikuasai. "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya? Daging dan darah mau tidak mau ingin melihat dan menikmati perempuan cantik. Sungguh mustahil untuk menahan diri terhadap keinginan dan kenikmatan dari pandangan semacam ini." Dalih-dalih seperti ini hampir tidak mungkin bisa diatasi oleh akal, dan oleh sebab itu harus dilawan dengan takut akan Tuhan, dan itulah yang diajarkan di sini:

(1) Tindakan yang diperintahkan di sini untuk dilakukan guna mencegah nafsu daging tersebut sangatlah berat. Jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, atau menyebabkan engkau tersesat, melalui perilaku atau tatapan mata sembrono yang asusila atas hal-hal terlarang; jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, atau menyebabkan engkau tersesat, melalui perilaku sembrono yang asusila; dan jika memang mustahil, seperti yang dinyatakan di sini, untuk mengendalikan mata dan tangan yang sudah begitu terbiasa melakukan hal-hal yang jahat ini sehingga tidak dapat dihentikan lagi; jika tidak ada jalan lain yang bisa mengendalikannya lagi (tetapi terpujilah Allah, karena oleh anugerah-Nya, ada jalan), maka lebih baik bagi kita untuk mencungkil saja mata dan memenggal tangan itu, meskipun mata kanan dan tangan kanan merupakan bagian tubuh yang lebih dihargai dan berguna. Ini lebih baik daripada membiarkan anggota tubuh itu terlibat dalam dosa yang membinasakan jiwa. Jika hal yang sangat mengejutkan ini harus dipatuhi, kita harus semakin bertekad untuk melatih tubuh dan menguasainya seluruhnya. Kita harus menjalani hidup yang mematikan kedagingan dan menyangkal diri, senantiasa menjaga hati, dan menekan nafsu jahat yang mulai timbul di dalamnya. Kita harus menghindari berbagai kesempatan yang mendatangkan dosa, melawannya segera bila mulai muncul, dan menjauhi teman-teman yang bisa menjadi jerat bagi kita, tidak peduli betapa menyenangkan godaan itu. Kita harus menyingkir dari jalan yang sesat, membatasi diri dengan melakukan hal-hal yang tidak melanggar hukum saat merasa tergoda, dan mencari anugerah Allah serta bergantung pada anugerah itu hari lepas hari. Dengan demikian kita dipimpin oleh Roh, agar kita tidak menuruti keinginan daging. Semua tindakan ini hasil dan gunanya sama seperti memenggal tangan yang kanan atau mencungkil mata yang kanan, dan mungkin juga dalam melawan kehendak daging dan darah. Ini adalah penghancuran manusia lama.

(2) Alasan yang digunakan sebagai dasar untuk menguatkan perintah ini sungguh mengejutkan (ay. 29), dan hal ini diulang lagi dengan kata-kata yang sama (ay. 30), sebab kita biasanya tidak suka mendengar hal-hal yang keras seperti ini (Yes. 30:10). Lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, sekalipun itu adalah mata atau tangan, karena kalau dipertahankan keadaannya malah akan semakin buruk, supaya seluruh tubuhmu tidak dicampakkan ke dalam neraka. Perhatikanlah:

- Bukanlah hal yang tidak pantas bagi seorang pemberita Injil untuk berkhotbah tentang neraka dan penghukuman. Tidak, ia justru harus melakukannya, sebab Kristus sendiri juga melakukannya. Kita bersikap tidak setia terhadap apa yang dipercayakan kepada kita, bila kita tidak memberikan peringatan tentang murka yang akan datang.

- Adakalanya kita perlu diselamatkan dari beberapa dosa melalui rasa takut, terutama keinginan daging yang sama tidak berakalnya seperti hewan, yang tidak dapat diredakan lagi kecuali dengan takut, yang tidak dapat dijauhkan dari pohon terlarang kecuali oleh kerub dengan pedang yang bernyala-nyala.

- Bila kita tergoda untuk berpikir bahwa sungguh sulit untuk menyangkal diri dan menyalibkan keinginan daging, maka sebaiknya kita berpikir-pikir bahwa jauh lebih berat lagi kalau kita harus tinggal selamanya dalam lautan api dan belerang. Orang-orang yang tidak tahu atau tidak percaya dengan neraka lebih suka menempuh bahaya menuju kebinasaan kekal dalam lautan api itu daripada menjauhkan diri dari pemuasan hawa nafsu kedagingan.

- Di neraka akan ada siksaan atas tubuh, seluruh tubuh dengan utuh akan dicampakkan ke dalam neraka, dan akan ada siksaan untuk setiap bagiannya. Jadi, bila kita peduli dengan tubuh kita sendiri, kita akan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, dan bukan menuruti hawa nafsu.

- Bahkan kewajiban-kewajiban yang paling tidak menyenangkan bagi daging dan darah pun, ternyata menguntungkan bagi kita. Guru kita tidak menuntut apa pun dari kita selain apa yang Dia tahu akan menguntungkan diri kita.

. Bila seorang laki-laki menceraikan istrinya karena sudah tidak menyukainya lagi atau karena alasan apa saja kecuali perbuatan zinah, ini merupakan pelanggaran terhadap perintah ketujuh -- meskipun perceraian demikian sudah sangat diizinkan dan biasa dilakukan di kalangan orang Yahudi -- sebab perceraian tersebut membuka pintu bagi perzinahan (ay. 31-32). Di sini kita perhatikan:

(1) Bagaimana kaitan masalah ini dengan perceraian. Telah difirmankan (Kristus tidak berkata seperti semula, "Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita," sebab ini bukanlah sebuah peraturan seperti perintah-perintah lainnya, sekalipun orang Farisi memahaminya demikian [19:7], melainkan hanyalah suatu izin), "Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya, jangan biarkan dia melakukannya secara lisan ketika ia sedang bernafsu, tetapi biarlah ia melakukannya dengan sengaja, melalui sarana tertulis yang sah, dan ditegaskan oleh beberapa saksi. Bila ia hendak membubarkan ikatan pernikahan itu, biarlah ia melakukannya dengan sungguh." Dengan demikian hukum Taurat telah mencegah terjadinya perceraian yang gegabah dan terburu-buru. Mungkin juga, pada mulanya ketika catatan tertulis belum begitu umum bagi orang Yahudi, hal ini menyebabkan perceraian jarang terjadi. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, hal ini menjadi sangat umum. Petunjuk mengenai cara melaksanakannya pada saat ada alasan yang dianggap tepat kemudian ditafsirkan sebagai izin dengan alasan apa saja (19:3).

(2) Bagaimana perkara ini diralat dan diubah oleh Juruselamat kita. Ia mengembalikan peraturan pernikahan sesuai dengan tujuannya yang mula-mula, "Keduanya itu akan menjadi satu daging," tidak mudah dipisahkan, dan oleh sebab itu perceraian tidak diperbolehkan, kecuali terjadi perzinahan yang merusak perjanjian pernikahan itu. Tetapi orang yang menyingkirkan istrinya karena alasan lain, menjadikan isterinya berzinah, demikian pula orang yang akan menikahinya setelah perempuan itu diceraikan seperti itu. Perhatikanlah, orang-orang yang membawa orang lain ke dalam pencobaan hingga berbuat dosa, atau meninggalkan mereka di dalamnya, atau memasukkan mereka ke dalam perbuatan dosa, membuat diri mereka sendiri bersalah karena dosa mereka itu, dan mereka harus bertanggung jawab atasnya. Inilah yang antara lain disebut sebagai bergaul dengan orang berzinah (Mzm. 50:18).


BcO Filipi 3:17-4:9

Nasihat-nasihat kepada jemaat
3:17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. 3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. 3:19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. 3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, 3:21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya. 4:1 Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!
Nasihat-nasihat terakhir
4:2 Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan. 4:3 Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan. 4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! 4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.



___



Daftar Label dari Kategori Renungan Katolik 2024
Lagu Anak(1)




Nama-Nama Bayi Katolik Terlengkap

Kalender Liturgi Katolik 2024 dan Saran Nyanyian

Kalender Liturgi Katolik Juni 2024 dan Saran Nyanyian


Orang Kudus Katolik Dirayakan Juni
Santo-Santa 22 Juni - Santo Paulinus dari Nola (Uskup dan Pengaku Iman), Santo Thomas Moore (Martir), Santo Yohanes Fischer (Uskup dan Martir), Beata Yulia Billiart (Biarawati)

MAZMUR TANGGAPAN & BAIT PENGANTAR INJIL
- PASKAH
- KENAIKAN
- PENTAKOSTA
- BIASA



NEXT:
Renungan Katolik Sabtu, 15 Juni 2024 - Hari Biasa - Matius 5:33-37 - BcO Filipi 4:10-23

PREV:
Renungan Katolik Kamis, 13 Juni 2024 - Perayaan Wajib St. Antonius dr Padua - Matius 5:20-26 - BcO Filipi 3:1-16





Arsip Renungan Katolik 2024..


Jadwal Misa Gereja Seluruh Indonesia
1. Map/Peta Gereja Katolik di Jakarta
2. Map/Peta Gereja Katolik di Surabaya
3. Map/Peta Gereja Katolik di Makassar
4. Map/Peta Gereja Katolik di Bandung
5. Map/Peta Gereja Katolik di Medan
6. Map/Peta Gereja Katolik di Depok
Agustus - Hati Maria Yang Tidak Bernoda(3)
April - Sakramen Maha Kudus (6)
Bulan Katekese Liturgi(5)
Bulan November - Jiwa-jiwa Kudus di Api penyucian(4)
Bulan Oktober - Bulan Rosario(1)
Bulan Oktober - Bulan Rosario suci(4)
Desember - Bunda Maria yang dikandung tanpa noda(4)
Februari - Keluarga Kudus Yesus Maria Yosep(5)
Ibadah(1)
Januari - Bulan menghormati Nama Yesus(5)
Juli - Darah Mulia(2)
Juni - Hati Kudus Yesus(10)
Maret - Pesta St. Yosep(3)
Mei - Bulan Maria(8)
Penutup Bulan Rosario(1)
Peringatan Arwah(2)
Rabu Abu(1)
SEPTEMBER - TUJUH DUKA MARIA(7)