misa.lagu-gereja.com
 
View : 2366 kali
Renungan Katolik 2023
Minggu, 10 Desember 2023
Renungan Katolik Minggu, 10 Desember 2023 - Markus 1:1-8 - BcO Yesaya 22:8b-23 - HARI MINGGU ADVEN II
#tag: Pelayanan Yohanes Pembaptis

Minggu, 10 Desember 2023
HARI MINGGU ADVEN II
Yes. 40:1-5,9-11; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; 2Ptr. 3:8-14;
Markus 1:1-8
BcO Yesaya 22:8b-23
Warna Liturgi Ungu
MT/BPI Edisi Baru: 058, 962 Lama: 815, 962
Saran Nyanyian: PS 439, 440, 443, 444, 445, 446, 449, 539, 598, 718, 719, 720

Markus 1:1-8
Yohanes Pembaptis
1:1 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. 1:2 Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; 1:3 ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya", 1:4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu." 1:5 Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan. 1:6 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. 1:7 Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. 1:8 Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."

Penjelasan:


* Pelayanan Yohanes Pembaptis (1:1-8)
Di sini diceritakan tentang:
I. Apa sebenarnya Perjanjian Baru itu -- yaitu perjanjian ilahi, yang kepadanya kita berpegang melebihi segala sesuatu yang berasal dari manusia, yang kita dahulukan melebihi perjanjian yang lama. Perjanjian Baru adalah Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah (ay. 1).

Inilah Injil, inilah perkataan Allah, yang tepat dan benar (Why. 19:9; 21:5; 22:6). Ini perkataan yang baik dan patut diterima sepenuhnya, yang membawa kabar kesukaan bagi kita.

Inilah Injil tentang Yesus Kristus, Juruselamat yang diurapi, Mesias yang dijanjikan dan dinantikan. Injil sebelumnya [Matius] diawali dengan silsilah Yesus Kristus -- namun itu hanya sekadar pendahuluan, sedangkan Injil ini langsung berbicara tentang pokoknya -- Injil Yesus Kristus. Injil ini disebut Injil-Nya, bukan saja karena Dialah perancangnya dan karena Injil ini berasal dari-Nya, tetapi juga karena Dia sendirilah yang menjadi intinya, dan karena Injil ini sepenuhnya berbicara tentang diri-Nya.

Yesus inilah Anak Allah. Kebenaran ini merupakan fondasi Injil, dan atas kebenaran ini pula Injil ditulis untuk membuktikan bahwa Dialah Anak Allah. Sebab, seandainya Yesus bukan Anak Allah, maka sia-sialah kepercayaan kita.

II. Apa yang dirujuk Perjanjian Baru kepada Perjanjian Lama dan hubungan yang erat antara keduanya. Injil tentang Yesus Kristus dimulai, dan, seperti yang akan kita lihat nanti, terus berlanjut tepat seperti yang ada tertulis dalam kitab-kitab para nabi (ay. 2); sebab apa yang diberitakan itu tidak lain dari pada yang sebelumnya telah diberitahukan oleh para nabi dan juga oleh Musa (Kis. 26:22). Hal ini paling sesuai dan sangat berpengaruh untuk meyakinkan orang Yahudi yang percaya bahwa nabi-nabi diutus oleh Allah, dan mereka harus membuktikan kepercayaan mereka itu dengan menyambut penggenapan nubuat-nubuat para nabi yang terjadi pada waktunya. Lebih lanjut lagi, hal ini juga berguna bagi kita semua, untuk meneguhkan iman kita, baik kepada Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, karena keselarasan yang ada di antara keduanya membuktikan bahwa keduanya berasal dari Allah yang sama.
Kutipan-kutipan ayat di sini dipinjam dari dua nubuat -- yaitu dari Yesaya, yang merupakan nubuat terpanjang, dan dari Maleakhi, nubuat terakhir (dan di antara keduanya terdapat kurun waktu lebih dari tiga ratus tahun), di mana keduanya berbicara mengenai topik yang sama, mengenai permulaan Injil tentang Yesus Kristus melalui pelayanan Yohanes.

Maleakhi, yang merupakan penutup Perjanjian Lama, berbicara dengan sangat jelas (3:1) mengenai Yohanes Pembaptis yang akan membuka lembaran Perjanjian Baru. Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! (ay. 1). Kristus sendiri memerhatikan ucapan ini dan menerapkannya pada diri Yohanes (Mat. 11:10), yang adalah utusan Allah, yang diutus untuk mempersiapkan jalan bagi Kristus.

Yesaya, nabi yang paling Injili di antara semua nabi, mengawali bagian yang Injili dalam nubuatnya dengan menunjuk kepada permulaan Injil tentang Yesus Kristus (Yes. 40:3); suara yang berseru-seru di padang gurun (ay. 3). Matius melihat hal ini, dan menerapkannya kepada Yohanes (Mat. 3:3). Bila kedua nubuat ini disatukan, kita akan melihat:
(1) Bahwa Kristus, melalui Injil-Nya, datang ke tengah-tengah kita, dengan membawa serta anugerah tidak ternilai dan tongkat pemerintahan.
(2) Dunia telah begitu rusak sehingga sesuatu harus dilakukan untuk menyiapkan tempat bagi-Nya dan menyingkirkan segala sesuatu yang bukan saja menjadi penghalang, tetapi juga perlawanan terhadap laju pekerjaan-Nya.
(3) Ketika Allah mengutus Anak-Nya ke dunia, Ia mempersiapkan, dan ketika Ia mengutus-Nya masuk ke dalam hati manusia, Ia juga mempersiapkan jalannya dengan baik, mempersiapkan terlebih dahulu jalan di hadapan-Nya sebab rancangan anugerah-Nya tidak boleh dikacaukan. Tak seorang pun bisa mengharapkan penghiburan dari anugerah itu, tetapi hanya mereka yang insaf dan menyesali dosalah yang dipersiapkan serta ditentukan untuk menerimanya.
(4) Ketika tanah yang berbukit-bukit dibuat menjadi rata (kesalahan pendapat yang diralat dan perasaan-perasaan yang keliru), maka terbukalah jalan bagi berkat Kristus.
(5) Di padang gurunlah, karena seperti inilah rupa keadaan dunia ini, jalan bagi Kristus dipersiapkan, begitu pula bagi mereka yang mengikuti-Nya, sama seperti jalan yang dilalui orang Israel menuju Kanaan.
(6) Para utusan yang membuat orang insaf dan gentar, yang datang mempersiapkan jalan bagi Kristus, adalah utusan-utusan Allah, yang dikirimkan dan dimiliki-Nya, dan mereka harus diterima sedemikian.
(7) Mereka yang diutus untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan, di padang gurun luas yang begitu sunyi, perlu melakukan ini: Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala.

III. Apa yang menjadi permulaan Perjanjian Baru. Injil dimulai dengan Yohanes Pembaptis; sebab Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes, yang merupakan wahyu ilahi satu-satunya yang tersedia, tetapi sejak Yohanes, Kerajaan Allah mulai diberitakan (Luk. 16:16). Petrus memulai dari baptisan Yohanes (Kis. 1:22). Injil tidak langsung dimulai segera pada saat kelahiran Kristus, sebab Ia membutuhkan waktu untuk makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya, dan sebaliknya, Injil juga tidak dimulai terlambat dengan menunggu sampai Kristus memasuki masa pelayanan-Nya di hadapan umum, melainkan setengah tahun sebelum itu, yaitu ketika Yohanes mulai mengkhotbahkan pengajaran yang sama dengan yang dikhotbahkan Yesus kemudian. Baptisannya merupakan fajar bagi hari Injil, sebab:

Di dalam cara hidup Yohanes terdapat permulaan roh Injil, sebab hidupnya memperlihatkan penyangkalan diri yang dalam, pemadaman sifat daging, kebencian yang kudus dan penolakan terhadap keduniawian, yang benar-benar bisa disebut permulaan Injil tentang Yesus Kristus dalam diri siapa pun (ay. 6). Ia memakai jubah bulu unta, bukan pakaian halus. Ikat pinggangnya dari kulit, bukan dari emas, dan makanannya bukan yang terpilih dan lezat, tetapi belalang dan madu hutan. Perhatikanlah, semakin kita tidak terikat pada kesenangan lahiriah dan tidak hidup secara duniawi, semakin kita bisa dipersiapkan bagi Yesus Kristus.

Di dalam khotbah dan baptisan Yohanes, terdapat permulaan pengajaran dan ketetapan Injil, serta buah-buahnya yang pertama.
(1) Ia berkhotbah tentang pengampunan dosa, yang merupakan hak istimewa dalam Injil. Ia menunjukkan kepada orang banyak kebutuhan mereka akan pengampunan ini, bahwa mereka akan binasa tanpanya, dan bahwa hal ini bisa diperoleh.
(2) Ia berkhotbah tentang pertobatan; untuk itu ia menyampaikan kepada orang-orang bahwa hati mereka harus diperbarui dan kehidupan mereka benar-benar perlu diubahkan. Mereka harus meninggalkan dosa-dosa mereka dan berpaling kepada Allah, dan hanya dengan syarat-syarat itulah dosa mereka akan diampuni. Berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa merupakan hal yang diperintahkan kepada para rasul untuk disampaikan kepada segala bangsa (Luk. 24:27).
(3) Yohanes berkhotbah tentang Kristus dan mengarahkan para pendengarnya untuk mengharapkan agar Dia segera muncul, serta menantikan hal-hal besar dari-Nya. 

Pemberitaan tentang Kristus merupakan Injil yang murni, dan itulah yang menjadi isi khotbah Yohanes Pembaptis (ay. 7-8). Sebagai pelayan Injil yang sejati, ia berkhotbah tentang:
[1] Keunggulan Kristus yang begitu tinggi dan mulia, sehingga Yohanes, walau sebagai salah seorang yang terbesar yang pernah dilahirkan oleh perempuan, menganggap dirinya tidak layak memberikan layanan yang terkecil sekalipun kepada-Nya, bahkan membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun tidak. Ia sungguh giat dalam memberikan penghormatan kepada-Nya dan mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama.
[2] Kuasa luar biasa yang diletakkan ke atas Kristus, akan datang Ia yang lebih berkuasa daripadaku, lebih berkuasa daripada para penguasa dunia, sebab Ia mampu membaptis dengan Roh Kudus, Ia mampu mencurahkan Roh Allah, dan memerintah roh manusia.
[3] Janji besar yang diberikan Kristus dalam Injil-Nya kepada mereka yang telah bertobat, dan telah diampuni dosa-dosanya. Mereka ini akan dibaptis dengan Roh Kudus, disucikan oleh anugerah-Nya, dan disegarkan lewat penghiburan-Nya. Terakhir, semua yang menerima pengajaran Yohanes dan menyerahkan diri kepada hukum yang telah ditegakkannya, dibaptis Yohanes dengan air, sesuai adat orang Yahudi saat orang bukan-Yahudi memeluk agama mereka. Hal itu merupakan tanda penyucian diri melalui pertobatan dan pembaruan (persyaratan yang dibutuhkan), serta melalui penyucian Allah terhadap mereka melalui pengampunan dan penyucian, yang merupakan berkat yang dijanjikan. Di kemudian hari, pembaptisan yang pertama-tama digunakan Yohanes ini dilanjutkan menjadi sebuah ketetapan Injil.

Dalam keberhasilan khotbah Yohanes dan murid-murid yang diterimanya melalui baptisan, terdapat permulaan jemaat Injili. Ia membaptis di padang gurun dan menghindari kota. Namun, datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, baik warga kota maupun daerah pedesaan, termasuk keluarga mereka, dan mereka dibaptis olehnya. Mereka memberi diri menjadi muridnya dan mengikatkan diri pada aturannya yang ketat, dan sebagai tandanya, mereka mengakui dosa mereka. Setelah itu Yohanes menerima mereka sebagai muridnya, dan sebagai tanda, ia membaptis mereka. Di sinilah letak kekuatan jemaat yang Injili, bagaikan keremajaan seperti embun yang tampil dari kandungan fajar (Mzm. 110:3). Banyak dari antara mereka kemudian menjadi pengikut Kristus dan pemberita Injil-Nya, dan biji sesawi yang kecil ini pun tumbuh menjadi pohon.


BcO Yesaya 22:8b-23
22:8 dan Yehuda kehilangan perlindungan. Pada waktu itu engkau memandang kepada perlengkapan senjata di "Gedung Hutan";

Ucapan ilahi terhadap Tirus dan Sidon
23:1 Ucapan ilahi tentang Tirus. Merataplah, hai kapal-kapal Tarsis, sebab Tirus sudah rusak, tiada lagi rumahmu atau pangkalanmu! Ketika mereka masih di negeri orang Kitim telah dinyatakan hal itu kepada mereka. 23:2 Berdiam dirilah, hai penduduk tanah pesisir, hai saudagar Sidon, suruhan-suruhanmu mengarungi laut, dan berlayar di samudera besar; 23:3 barang-barang yang dimasukkan ke Sidon ialah gandum dari Sihor, dan panen daerah Nil, sehingga kota itu menjadi pasar bagi bangsa-bangsa. 23:4 Tahulah malu hai Sidon, sebab laut, benteng laut, berbicara, katanya: "Aku tidak pernah menggeliat sakit dan tidak melahirkan, aku tidak pernah membesarkan anak-anak teruna, dan tidak mengasuh anak-anak dara." 23:5 Apabila kabar tentang Tirus itu sampai ke Mesir, mereka akan gemetar mendengarnya. 23:6 Mengungsilah ke Tarsis, merataplah, hai penduduk tanah pesisir! 23:7 Inikah kotamu yang beria-ria, yang asalnya dari zaman purbakala? Orangnya telah melawat ke tempat yang jauh untuk merantau ke sana. 23:8 Siapakah yang memutuskan ini atas Tirus, kota yang pernah menghadiahkan mahkota, yang saudagar-saudagarnya pembesar-pembesar dan pedagang-pedagangnya orang-orang mulia di bumi? 23:9 TUHAN semesta alam yang telah memutuskannya untuk mematahkan kesombongan, untuk menghinakan segala yang permai dan semua orang mulia di bumi. 23:10 Kerjakanlah ladangmu seperti di tepi sungai Nil, hai puteri Tarsis, sudah tidak ada lagi galangan-galangan kapal! 23:11 TUHAN telah mengacungkan tangan-Nya terhadap laut dan membuat kerajaan-kerajaan gemetar; Ia telah memberi perintah mengenai Kanaan untuk memusnahkan benteng-bentengnya. 23:12 Dan ia telah berfirman: "Engkau tidak akan beria-ria lagi, hai anak dara yang digagahi, hai puteri Sidon! Bangkitlah, mengungsilah kepada orang Kitim! Di sanapun juga tidak akan ada tempat yang senang bagimu." 23:13 Lihat negeri orang Kasdim! Bangsa itulah yang melakukannya, bukan orang Asyur. Mereka telah menyerahkan Tirus kepada binatang-binatang gurun, mereka telah mendirikan menara-menara pengepungan dan telah meratakan puri-puri kota itu dan membuat kota itu menjadi reruntuhan. 23:14 Merataplah, hai kapal-kapal Tarsis, sebab sudah dirusakkan bentengmu! 23:15 Pada waktu itu Tirus akan dilupakan tujuh puluh tahun lamanya, sama dengan umur seorang raja. Sesudah lewat tujuh puluh tahun, akan terjadi kepada Tirus seperti terjadi kepada perempuan sundal dalam nyanyian ini: 23:16 "Ambillah kecapi, kelilingilah kota, hai sundal yang dilupakan! Petiklah baik-baik, bernyanyilah banyak-banyak, supaya engkau diingat orang." 23:17 Dan sesudah lewat tujuh puluh tahun, TUHAN akan memperhatikan Tirus, sehingga ia kembali mendapat upah sundalnya, dan ia akan bersundal dengan segala kerajaan yang ada di muka bumi. 23:18 Labanya dan upah sundalnya akan kudus bagi TUHAN, tidak akan ditahan atau disimpan, tetapi dengan labanya itu akan disediakan makanan yang cukup dan pakaian yang indah bagi orang-orang yang diam di hadapan TUHAN.



Daftar Label dari Kategori Renungan Katolik 2023




Nama-Nama Bayi Katolik Terlengkap

Kalender Liturgi Katolik 2024 dan Saran Nyanyian

Kalender Liturgi Katolik Mei 2024 dan Saran Nyanyian


Orang Kudus Katolik Dirayakan Mei
Santo-Santa 23 Mei - Santo Desiderius, Uskup

MAZMUR TANGGAPAN & BAIT PENGANTAR INJIL
- PASKAH
- KENAIKAN
- PENTAKOSTA
- BIASA



NEXT:
Renungan Katolik Senin, 11 Desember 2023 - Lukas 5:17-26 - BcO Yesaya 24:1-18a - Damasus

PREV:
Renungan Katolik Sabtu, 9 Desember 2023 - Matius 9:35 - 10:1,6-8 - BcO Yesaya 21:6-12 - Yohanes Didaci Cuauhtlatoatzin (Juan Diego)





Arsip Renungan Katolik 2023..


Jadwal Misa Gereja Seluruh Indonesia
1. Map/Peta Gereja Katolik di Jakarta
2. Map/Peta Gereja Katolik di Surabaya
3. Map/Peta Gereja Katolik di Makassar
4. Map/Peta Gereja Katolik di Bandung
5. Map/Peta Gereja Katolik di Medan
6. Map/Peta Gereja Katolik di Depok
Agustus - Hati Maria Yang Tidak Bernoda(3)
April - Sakramen Maha Kudus (6)
Bulan Katekese Liturgi(5)
Bulan November - Jiwa-jiwa Kudus di Api penyucian(4)
Bulan Oktober - Bulan Rosario(1)
Bulan Oktober - Bulan Rosario suci(4)
Desember - Bunda Maria yang dikandung tanpa noda(4)
Februari - Keluarga Kudus Yesus Maria Yosep(5)
Ibadah(1)
Januari - Bulan menghormati Nama Yesus(5)
Juli - Darah Mulia(2)
Juni - Hati Kudus Yesus(10)
Maret - Pesta St. Yosep(3)
Mei - Bulan Maria(8)
Penutup Bulan Rosario(1)
Peringatan Arwah(2)
Rabu Abu(1)
SEPTEMBER - TUJUH DUKA MARIA(7)