misa.lagu-gereja.com
 
View : 1580 kali
Mengenal Katolik
14 April 2022
UPACARA PENCUCIAN ALTAR DI BASILIKA SANTO PETRUS PADA KAMIS PUTIH
#tag:

Secara tradisional pada hari Kamis Putih di Basilika St. Petrus, terdapat upacara yang membuat rasa ingin tahu, yaitu pembersihan (atau pencucian) altar kepausan dengan anggur dan air. Kardinal Wiseman, dalam ceramahnya tentang ibadat dan upacara Pekan Suci di kapel kepausan, menggambarkan upacara tersebut sebagai berikut:

“... hal lain dari praktik kuno, yang dahulu mungkin umum di setiap gereja, tetapi sekarang hampir tidak dilakukan lagi kecuali di Basilika St. Petrus. Di mana-mana altar resminya dilucuti pada Kamis Putih dan tetap seperti itu sampai hari Sabtu berikutnya.

Selama Tenebrae pada Kamis malam, masing-masing kanon dan fungsionaris lainnya dari Basilika St. Petrus, menerima sikat yang terbuat dari bulu-bulu, dan setelah ibadat, seluruh pejabat tinggi Gereja berjalan ke altar utama, di mana tujuh guci anggur dan air telah disiapkan. Anggur dan air lalu dituangkan ke atas altar, dan para kanon, setiap enam orang dalam satu kelompok, menggosok altar dengan sikat mereka, dan setelah itu altar dicuci dengan spons dan dikeringkan.

Santo Isidorus dari Sevilla, pada abad ketujuh, menyebutkan kebiasaan mencuci altar, dan bahkan lantai gereja pada hari ini, untuk memperingati tindakan kerendahan hati, yang dengannya Penebus kita mencuci kaki para murid-Nya dan St. Eligius mencatat, dalam istilah yang serupa, baik praktik dan tujuannya. Dalam Ordo Romawi, Abbas Rupert, dan para penulis lainnya, membicarakan upacara ini sebagai praktik yang lazim dilakukan dan banyak dokumen abad pertengahan menunjukkannya dilakukan di Siena, Benevento, Bologna, dan gereja-gereja lainnya. Pencucian altar juga dipraktikkan di Inggris; karena Misale Ritus Sarum menggambarkannya sebagai berikut: ‘Setelah makan malam, semua klerus berkumpul di gereja untuk mencuci altar. Pertama, air diberkati dari paduan suara dan secara pribadi. Kemudian dua imam yang paling dihormati bersiap bersama diakon, subdiakon, dan dua akolit, semuanya memakai alba dan amik, dan dua petugas membawa anggur dan air, dan mereka mulai dengan altar utama dan mencucinya, menuangkan anggur dan air di atasnya. Setelah doa-doa diucapkan selama satu menit dalam upacara itu, rubrik dilanjutkan: Setelah Injil dinyanyikan seperti pada Misa, kedua imam yang disebutkan di atas akan mencuci kaki semua orang yang berada di paduan suara, satu imam di setiap sisi, dan kemudian mereka saling melakukannya satu sama lain.’

Contoh-contoh ini sudah cukup untuk menunjukkan bagaimana upacara Pekan Suci, sebagaimana dilakukan di Vatikan, telah melestarikan ritus yang sebelumnya sangat umum di gereja, tetapi hampir seluruhnya menghilang pada praktiknya, seandainya hal ini tidak dilakukan dengan kehati-hatian.”
C.M. Baggs dalam karyanya, Penjelasan Upacara Pekan Suci di Vatikan dan St. Yohanes Lateran, menjelaskan upacara itu lebih lanjut:

“Masih ada peninggalan upacara luar biasa lainnya yang biasa dilakukan di Basilika St. Petrus pada Kamis Putih. Setelah Ibadat Tenebrae, para pejabat tinggi Gereja melanjutkan prosesi dari kapel paduan suara ke altar utama. Stola hitam dipakai oleh enam kanon, dan lilin lebah padam berwarna kuning yang ujungnya meruncing dibawa para akolit, menjadi tanda berkabung atas penderitaan Kristus. Mereka semua membawa aspergilum lentur, dan setelah berdoa singkat dalam keheningan, mereka menyanyikan lagu, ‘Mereka membagi-bagi pakaian-Ku ....’ dan mazmur ‘Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?’ Kain halus yang menutupi altar, kemudian disingkirkan, dan kardinal-imam dari gereja dan keenam kanon menuangkan anggur ke atas altar, dan mencucinya dengan aspergilum atau sikat. Setelah para kanon dan para pejabat tinggi Gereja lainnya mendapat giliran mencuci dengan cara yang sama, kardinal dan enam kanon mulai mengeringkan altar dengan spons dan handuk; semua orang kemudian berlutut, dan upacara itu diakhiri dengan ayat ‘Kristus taat sampai mati ....’, Bapa Kami, dan doa untuk hari itu ‘Lihatlah, kami mohon kepada-Mu ....’ Para pejabat tinggi Gereja ini kemudian menghormati relik yang ditampilkan seperti biasanya dari galeri di atas patung St. Veronika.”

Untuk sedikit lebih detail lagi, kita beralih ke Upacara Pekan Suci di Kapel Kepausan di Vatikan, disarikan dari karya Francesco Cancellieri:

“Di Kapel Paduan Suara, upacara yang sama terjadi seperti di kapel kepausan dan dengan kekhidmatan yang sama. Ratapan dan Miserere dinyanyikan oleh paduan suara. Namun upacara yang paling luar biasa adalah pencucian altar.

Sementara Matin dan Laudes dinyanyikan paduan suara, sebuah meja disiapkan di dekat altar utama tempat diletakkan tujuh bejana kristal, dan satu dari tembaga bersepuh emas yang berisi anggur. Di satu sisi ada tujuh handuk, di sisi lainnya tujuh spons: ketika paduan suara menyanyikan «Benedictus» dari Ibadat Laudes, sikat kecil daun yew tetapi umumnya dari tanaman bloodwort, yang ditata dalam bentuk mahkota, dibagikan kepada para kanon.

Petugas sakristi mempersiapkan pluviale dan tujuh stola hitam untuk tujuh kanon senior, yang mempersiapkan altar utama, didahului oleh dua akolit yang membawa salib yang diselubungi kain hitam, dengan lilin-lilin padam, sebagai tanda berkabung. Pembawa salib dan akolit ditempatkan di sisi timur altar, seluruh pejabat tinggi gereja menyebar dalam lingkaran, ketika semuanya berlutut dan berdoa. Antifon Diviserunt sibi (Mereka membagi-bagi pakaian-Ku) diikuti oleh mazmur Deus, Deus meus.

Altar dibuka, dicuci dengan anggur dan kemudian dengan air oleh enam kanon pertama yang diikuti oleh pejabat tinggi Gereja lainnya. Ketika upacara ini berakhir, dibawa tujuh spons untuk membersihkan altar, dan tujuh handuk untuk mengeringkannya. Klerus mengulang Antifon Diviserunt sibi, Christus factus est, dan Pater noster diucapkan dengan nada rendah, doa Respice quaesumus Domine diucapkan. Semua kemudian berlutut menghormati tiga relik utama, yaitu salib, wajah suci, dan tombak, yang disimpan di galeri di atas patung St. Veronika.”

Diterjemahkan oleh Nicholas Adityas dari: https://www.liturgicalartsjournal.com/.../the-ceremony-of...



Daftar Label dari Kategori Mengenal Katolik
Agustus - Hati Maria Yang Tidak Bernoda(3)
April - Sakramen Maha Kudus (6)
Bulan Katekese Liturgi(5)
Bulan November - Jiwa-jiwa Kudus di Api penyucian(4)
Bulan Oktober - Bulan Rosario(1)
Bulan Oktober - Bulan Rosario suci(4)
Desember - Bunda Maria yang dikandung tanpa noda(4)
Februari - Keluarga Kudus Yesus Maria Yosep(5)
Ibadah(1)
Januari - Bulan menghormati Nama Yesus(5)
Juli - Darah Mulia(2)
Juni - Hati Kudus Yesus(10)
Maret - Pesta St. Yosep(3)
Mei - Bulan Maria(8)
Penutup Bulan Rosario(1)
Peringatan Arwah(2)
Rabu Abu(1)
SEPTEMBER - TUJUH DUKA MARIA(7)




Nama-Nama Bayi Katolik Terlengkap

Kalender Liturgi Katolik 2024 dan Saran Nyanyian

Kalender Liturgi Katolik Mei 2024 dan Saran Nyanyian


Orang Kudus Katolik Dirayakan Mei
Santo-Santa 29 Mei - Santa Teodosia dari Konstantinopel, Martir

MAZMUR TANGGAPAN & BAIT PENGANTAR INJIL
- PASKAH
- KENAIKAN
- PENTAKOSTA
- BIASA



NEXT:
BERAPA BANYAK KANCING PADA JUBAH IMAM?

PREV:
PRAPASKAH AGUNG DALAM TRADISI BYZANTIUM





Arsip Mengenal Katolik..


Jadwal Misa Gereja Seluruh Indonesia
1. Map/Peta Gereja Katolik di Jakarta
2. Map/Peta Gereja Katolik di Surabaya
3. Map/Peta Gereja Katolik di Makassar
4. Map/Peta Gereja Katolik di Bandung
5. Map/Peta Gereja Katolik di Medan
6. Map/Peta Gereja Katolik di Depok
Agustus - Hati Maria Yang Tidak Bernoda(3)
April - Sakramen Maha Kudus (6)
Bulan Katekese Liturgi(5)
Bulan November - Jiwa-jiwa Kudus di Api penyucian(4)
Bulan Oktober - Bulan Rosario(1)
Bulan Oktober - Bulan Rosario suci(4)
Desember - Bunda Maria yang dikandung tanpa noda(4)
Februari - Keluarga Kudus Yesus Maria Yosep(5)
Ibadah(1)
Januari - Bulan menghormati Nama Yesus(5)
Juli - Darah Mulia(2)
Juni - Hati Kudus Yesus(10)
Maret - Pesta St. Yosep(3)
Mei - Bulan Maria(8)
Penutup Bulan Rosario(1)
Peringatan Arwah(2)
Rabu Abu(1)
SEPTEMBER - TUJUH DUKA MARIA(7)