|
Kamis, 11 Januari 2024 Renungan Katolik Kamis, 11 Januari 2024 - Markus 1:40-45 - BcO Kejadian 4:1-24 - Hari Biasa#tag: Kamis, 11 Januari 2024 Hari Biasa 1Sam. 4:1-11; Mzm. 44:10-11,14-15,24-25; Markus 1:40-45 BcO Kejadian 4:1-24 Warna Liturgi Hijau Markus 1:40-45 Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta 1:40 Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku." 1:41 Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir." 1:42 Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. 1:43 Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: 1:44 "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka." 1:45 Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru. Penjelasan: * Kesembuhan Seorang yang Sakit Kusta (1:40-45) Di sini diceritakan tentang Kristus yang menyembuhkan seorang yang sakit kusta, yang telah kita baca sebelum ini dalam Matius 8:2-4. Cerita ini mengajarkan kepada kita: . Bagaimana menyerahkan diri kita kepada Kristus, yaitu datang sebagaimana yang dilakukan orang kusta ini. (1) Dengan sangat rendah hati, orang kusta itu datang sambil berlutut di hadapan-Nya, memohon bantuan-Nya (ay. 40). Kita punya pilihan untuk memberikan penghormatan ilahi kepada-Nya sebagai Allah atau memberi-Nya penghormatan yang lebih rendah sebagai seorang nabi besar; namun cerita ini mengajarkan kepada kita bahwa kalau kita mau menerima anugerah dan belas kasihan dari Kristus, maka kita harus mengembalikan kehormatan dan kemuliaan kepada Kristus dan menghampiri-Nya dengan rendah hati dan sikap hormat yang kudus. (2) Dengan keyakinan kuat akan kuasa-Nya, Engkau dapat mentahirkan aku. Walaupun penampilan lahiriah Kristus hanya biasa-biasa saja, namun orang ini menaruh percaya akan kuasa-Nya, yang secara tidak langsung menyatakan bahwa Ia diutus dari Allah. Orang itu percaya kepada Yesus dengan meminta sesuatu, dan bukan sekadar meminta secara umum saja, Engkau sanggup melakukan segala sesuatu (seperti dalam Yoh. 11:22), melainkan bahwa Engkau dapat mentahirkan aku. Perhatikanlah, apa yang kita percayai tentang kuasa Kristus harus kita terapkan pada kasus tertentu yang kita hadapi, Engkau sanggup melakukan ini bagiku. (3) Dengan tunduk kepada kehendak Kristus, Tuhan, kalau Engkau mau. Sikap tunduk ini tidak menunjukkan bahwa orang ini seolah-seolah meragukan kesediaan Kristus untuk menolong mereka yang menderita, tetapi ia hanya mau meminta perhatian khusus untuk masalahnya sendiri dengan sikap sederhana sebagai seorang pemohon yang malang. . Apa yang bisa diharapkan dari Kristus; bahwa sesuai dengan iman kita, hal itu akan terjadi. Permintaan orang kusta itu bukanlah dalam bentuk doa, namun Kristus menanggapinya juga sebagai suatu permintaan. Perhatikanlah, permohonan yang paling manjur untuk mendapatkan belas kasihan dari Kristus adalah permohonan yang berupa pengakuan iman dan penyerahan diri kepada Kristus yang keluar dari hati yang terdalam. (1) Kristus tergerak hati-Nya oleh belas kasihan. Dalam Injil Markus, hal ini ditambahkan untuk menunjukkan bahwa kuasa Kristus digerakkan oleh belas kasihan-Nya untuk membebaskan jiwa-jiwa yang malang; bahwa alasan-alasan tindakan-Nya berasal dari diri-Nya sendiri, dan kita tidak memiliki apa pun dalam diri kita yang bisa kita tawarkan supaya bisa memperoleh belas kasihan-Nya. Penderitaan kitalah yang menimbulkan belas kasihan-Nya. Tambahan lagi, apa yang dilakukan-Nya bagi kita dikerjakannya dengan penuh kelembutan. (2) Ia mengulurkan tangan-Nya, dan menjamah orang itu. Ia menyalurkan kuasa-Nya dan mengarahkannya kepada orang ini. Dalam menyembuhkan jiwa, Kristus menjamah mereka (1Sam. 10:26). Ketika seorang raja menjamah orang sakit, ia berkata, "Aku menjamah, Allah menyembuhkan" [Hal itu menjadi kebiasaan pada zaman dulu di Inggris -- pen.]. Namun, Kristus menjamah sekaligus menyembuhkan. (3) Ia berkata, "Aku mau, jadilah engkau tahir." Kuasa Kristus bekerja di dalam dan melalui perkataan, untuk menunjukkan dengan jalan apa Kristus biasanya akan menyembuhkan jiwa-jiwa. Disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka (Mzm. 107:20; Yoh. 15:3; 17:17). Orang kusta yang malang itu memakai kata kalau pada kehendak Kristus, Kalau Engkau mau; namun keraguannya itu langsung dihapus dengan perkataan Aku mau. Kristus dengan senang hati memberikan kemurahan bagi mereka yang bersedia menyerahkan diri kepada kehendak-Nya. Orang ini yakin akan kuasa Kristus, "Engkau dapat mentahirkan aku." Kristus bersedia menunjukkan sejauh mana kuasa-Nya akan bertindak karena iman umat-Nya, dan oleh karena itu Ia mengucapkan perkataan sebagai seseorang yang memiliki otoritas, Jadilah engkau tahir. Kuasa menyertai perkataan ini, dan kesembuhan itu langsung terjadi dengan sempurna. Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan bekasnya pun tidak ada (ay. 42). . Apa yang harus dilakukan bila kita telah menerima belas kasihan Kristus. Kita harus menerima perintah-Nya bersama kemurahan-Nya. Setelah Kristus menyembuhkannya, Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras. Perkataan itu sangat jelas, embrimĔsamenos -- graviter interminatus -- melarang dengan ancaman. Saya cenderung berpikir bahwa peringatan ini tidak merujuk kepada perintah yang diberikan-Nya untuk merahasiakan kesembuhan itu (ay. 44), sebab perintah untuk merahasiakan itu disebutkan tersendiri. Sebaliknya, ini adalah perintah seperti yang diberikan-Nya kepada laki-laki lumpuh yang telah disembuhkan-Nya itu (Yoh. 5:14), jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk; sebab pada umumnya penyakit kusta merupakan hukuman yang dijatuhkan ke atas orang-orang tertentu yang berdosa, seperti misalnya dalam kasus Miryam, Gehazi, dan Uzia. Sekarang, ketika Kristus menyembuhkannya, Ia memberikan peringatan keras kepadanya, Ia mengancamnya dengan akibat mematikan seandainya ia jatuh ke dalam dosa kembali. Ia juga menyuruhnya agar: (1) memperlihatkan dirinya kepada imam, agar dengan menilai sendiri orang kusta itu, si imam bisa menjadi saksi bagi Kristus, bahwa Dia adalah Mesias ( Mat. 11:5). (2) Sebelum melakukan hal itu, ia tidak boleh memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun. Ini adalah tanda kerendahan hati dan penyangkalan diri Kristus, bahwa Ia tidak mencari kehormatan bagi diri-Nya sendiri, dan tidak akan berteriak atau menyaringkan suara (Yes. 42:2). Hal ini menjadi teladan bagi kita, agar tidak mencari kemuliaan bagi diri kita sendiri (Ams. 25:27). Ia tidak boleh memberitakannya, sebab hal ini akan semakin memperbanyak kerumunan orang yang mengikuti Kristus, yang menurut-Nya sudah terlampau banyak. Bukan berarti bahwa Ia tidak bersedia berbuat baik kepada semua orang, kepada semua orang yang datang, tetapi Ia ingin melakukannya tanpa membuat kegaduhan, supaya Ia tidak menjadi perhatian pemerintah, tidak menimbulkan gangguan atas ketenteraman masyarakat, tidak melakukan apa pun yang bisa tampak seperti berlagak, atau memancing tempik sorak berisi pujian. Saya tidak tahu harus berpikir apa tentang tindakan orang kusta yang justru memberitakan peristiwa itu, dan menyebarkannya ke mana-mana. Menutupi sifat-sifat dan hasil pekerjaan yang baik dari orang-orang berbudi lebih cocok bagi mereka daripada bagi teman-teman mereka. Kita juga tidak selalu mau terikat oleh perintah-perintah yang diberikan oleh orang-orang yang rendah hati. Orang kusta itu seharusnya memperhatikan perintah-Nya. Walaupun begitu, tidak dapat diragukan lagi bahwa ia memberitakan kesembuhan itu dengan niat yang baik, dan dampaknya tidak lebih dari bertambahnya jumlah orang yang mengikuti Kristus sampai Ia tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota, bukan karena mengkhawatirkan aniaya (ketika itu bahaya ini belum ada), namun karena kerumunan orang begitu banyak hingga jalan-jalan akan penuh sesak. Hal ini memaksa-Nya masuk ke padang gurun, dan ke atas bukit (3:13), serta ke tepi danau (4:1). Hal ini menunjukkan betapa bergunanya hal ini bagi kita, bahwa Kristus pergi dan mengutus Penghibur itu, sebab kehadiran-Nya secara lahiriah hanya memungkinkan Dia berada di satu tempat pada satu saat; dan mereka yang datang kepada-Nya dari segala penjuru tidak punya kesempatan mendekat. Namun, dengan kehadiran-Nya dalam Roh, Ia berada bersama umat-Nya di mana pun mereka berada, dan datang kepada mereka di segala penjuru. BcO Kejadian 4:1-24 Kain dan Habel 4:1 Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN." 4:2 Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani. 4:3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; 4:4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, 4:5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. 4:6 Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? 4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." 4:8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia. 4:9 Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?" 4:10 Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah. 4:11 Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu. 4:12 Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi." 4:13 Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung. 4:14 Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku." 4:15 Firman TUHAN kepadanya: "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat." Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia. 4:16 Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden. Keturunan Kain, Set dan Enos 4:17 Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya. 4:18 Bagi Henokh lahirlah Irad, dan Irad itu memperanakkan Mehuyael dan Mehuyael memperanakkan Metusael, dan Metusael memperanakkan Lamekh. 4:19 Lamekh mengambil isteri dua orang; yang satu namanya Ada, yang lain Zila. 4:20 Ada itu melahirkan Yabal; dialah yang menjadi bapa orang yang diam dalam kemah dan memelihara ternak. 4:21 Nama adiknya ialah Yubal; dialah yang menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling. 4:22 Zila juga melahirkan anak, yakni Tubal-Kain, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi. Adik perempuan Tubal-Kain ialah Naama. 4:23 Berkatalah Lamekh kepada kedua isterinya itu: "Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku: hai isteri-isteri Lamekh, pasanglah telingamu kepada perkataanku ini: Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku sampai bengkak; 4:24 sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat." ___
Daftar Label dari Kategori Renungan Katolik 2024 Lagu Anak(1) Pembuatan Tata Ibadah: Pembuatan Tata Ibadah Katolik, Lagu Perkawinan Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2016, Khotbah Katolik 2016, | Nama-Nama Bayi Katolik Terlengkap Orang Kudus Katolik Dirayakan Desember Santo-Santa 13 Desember - Santa Lusia (Perawan dan Martir), Santa Odilia atau Ottilia (Pengaku Iman) MAZMUR TANGGAPAN & BAIT PENGANTAR INJIL - PASKAH - KENAIKAN - PENTAKOSTA - BIASA NEXT: Renungan Katolik Jumat, 12 Januari 2024 - Markus 2:1-12 BcO - Kejadian 6:5-22; 7:17-24 - Hari Biasa PREV: Renungan Katolik: Hari Biasa Januari 2024 - Markus 1:29-39 & Kejadian 3:1-24 18 Maret 2024 Yesus membuka pintu Allah - Paus Benediktus XVI 18 Maret 2024 Puasa mengangkat pikiran kepada Allah - St. Fransiskus dari Sales Kamis, 28 Maret 2024 UPACARA PENCUCIAN ALTAR DI BASILIKA SANTO PETRUS PADA KAMIS PUTIH Kamis, 12 Oktober 2023 Panduan Dalam Memakai Rosario |
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
hkbp,
MISA,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Christian Song,
Lagu Rohani,
ORIENTAL WORSHIP,
Lagu Persekutuan
Jadwal Misa Gereja Seluruh Indonesia 01 Jadwal Misa Gereja di Jakarta Pusat 1. Map/Peta Gereja Katolik di Jakarta02 Jadwal Misa Gereja di Jakarta Barat 03 Jadwal Misa Gereja di Jakarta Timur 04 Jadwal Misa Gereja di Jakarta Utara 05 Jadwal Misa Gereja di Jakarta Selatan 06 Jadwal Misa Gereja di Tangerang 07 Jadwal Misa Gereja di Bekasi - Karawang 08 Jadwal Misa Gereja di Bandung 10 Jadwal Misa Gereja di Bogor - Depok 16 Jadwal Misa Gereja di Makassar 18 Jadwal Misa Gereja di Medan 21 Jadwal Misa Gereja di Palembang 2. Map/Peta Gereja Katolik di Surabaya 3. Map/Peta Gereja Katolik di Makassar 4. Map/Peta Gereja Katolik di Bandung 5. Map/Peta Gereja Katolik di Medan 6. Map/Peta Gereja Katolik di Depok Agustus - Hati Maria Yang Tidak Bernoda(3) April - Sakramen Maha Kudus (6) Bulan Katekese Liturgi(5) Bulan November - Jiwa-jiwa Kudus di Api penyucian(4) Bulan Oktober - Bulan Rosario(1) Bulan Oktober - Bulan Rosario suci(4) Desember - Bunda Maria yang dikandung tanpa noda(4) Februari - Keluarga Kudus Yesus Maria Yosep(5) Ibadah(1) Januari - Bulan menghormati Nama Yesus(5) Juli - Darah Mulia(2) Juni - Hati Kudus Yesus(10) Maret - Pesta St. Yosep(3) Mei - Bulan Maria(8) Penutup Bulan Rosario(1) Peringatan Arwah(2) Rabu Abu(1) SEPTEMBER - TUJUH DUKA MARIA(7) |
popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |