misa.lagu-gereja.com
 
Jumat, 22 Maret 2024
Hari Biasa Pekan V Prapaskah
Yer. 20:10-13; Mzm. 18:2-3a,3bc-4,5-6,7;
Yohanes 10:31-42
BcO Bilangan 22:1-8a.20-35
Warna Liturgi Ungu

Baca Juga:


Yohanes 10:31-42
10:31 Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. 10:32 Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?" 10:33 Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah." 10:34 Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? 10:35 Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah -- sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan --, 10:36 masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? 10:37 Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, 10:38 tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." 10:39 Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.
Yesus di seberang sungai Yordan
10:40 Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ. 10:41 Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: "Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar." 10:42 Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

Penjelasan:



* Kegusaran dan kemarahan orang-orang Yahudi terhadap Yesus oleh karena perkataan-Nya itu: Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu (ay. 31). Kata yang dipakai di sini tidak sama dengan kalimat sebelumnya (8:59) tetapi ebastasan lithous, yang artinya mereka membawa batu-batu, batu-batu besar, yang berat, yang biasanya mereka pakai untuk merajam penjahat. Mereka membawa batu-batu itu dari suatu tempat yang agak jauh dari Bait Allah, seolah-olah sedang menyiapkan segala hal untuk menghukum-Nya tanpa proses hukum terlebih dahulu. Seakan-akan Ia bersalah atas penghujatan yang benar-benar sudah terbukti sehingga tidak perlu disidangkan lagi. Keanehan penghinaan yang dilakukan orang-orang Yahudi terhadap Kristus tampak lebih nyata jika kita mempertimbangkan:

. Bahwa mereka sebelumnya telah menantang Dia dengan pongahnya, kalau tidak bisa dikatakan lancang, untuk memberi tahu mereka dengan sejelas-jelasnya apakah Ia adalah Kristus atau bukan. Tetapi kini, setelah Dia tidak saja mengakui benar demikian, melainkan juga sekaligus membuktikan kebenaran itu, mereka malah menuduh-Nya sebagai penjahat. Saat seorang pengkhotbah menyatakan kebenaran dengan cara yang tidak mencolok, ia pun dicap sebagai pengecut, tetapi jika ia mengatakan hal itu dengan berani, ia malah dianggap sok, tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.
        . Bahwa setelah usaha mereka yang serupa itu sebelumnya terbukti sia-sia, karena Yesus menghilang begitu saja dari tengah-tengah mereka (8:59), mereka tetap saja mengulangi usaha mereka yang tanpa hasil itu. Para pendosa yang degil akan terus melempari sorga dengan batu, meskipun batu itu memantul dan berbalik menimpa kepala mereka sendiri. Mereka akan menegarkan tengkuk terhadap Yang Mahakuasa, sekalipun tak seorang pun yang melakukan itu akan pernah berhasil.

Penyanggahan Kristus yang lemah lembut terhadap kemarahan mereka tersebut (ay. 32): Yesus menanggapi apa yang mereka perbuat, sebab kita tidak mendapati mereka mengatakan sesuatu, kecuali mungkin berusaha memanas-manasi kerumunan orang banyak yang mereka kumpulkan untuk bergabung bersama mereka itu supaya meneriakkan, "Rajam Dia, rajam Dia," seperti yang mereka lakukan kemudian, "Salibkan Dia, salibkan Dia." Yesus bisa saja membalas mereka dengan menurunkan api dari langit, tetapi Ia malah menjawab dengan lembut, "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?" Begitu lembut jawaban-Nya itu, sehingga orang pasti mengira bahwa kalimat itu seharusnya dapat meluluhkan hati yang sekeras batu sekalipun. Dalam menghadapi musuh-musuh-Nya, Ia tetap mengemukakan bukti-bukti dari pekerjaan-Nya (sebab manusia membuktikan siapa mereka melalui perbuatan mereka), yaitu perbuatan baik-Nya -- kala erga, pekerjaan yang unggul dan luar biasa. Opera eximia vel præclara, ungkapan ini menunjukkan pekerjaan yang bukan saja hebat, tetapi juga baik.

. Kuasa ilahi yang nyata dari pekerjaan-Nya membuat orang-orang tersebut akan dihukum sebagai orang yang paling tegar tengkuk dalam ketidakpercayaan mereka. Pekerjaan-pekerjaan itu berasal dari Bapa-Nya, begitu jauh di luar jangkauan manusia sehingga membuktikan bahwa orang yang melakukannya benar-benar diutus oleh Allah dan mengerjakan perintah dari-Nya. Pekerjaan-pekerjaan itulah yang Ia perlihatkan kepada mereka. Dia melakukan semuanya dengan terang-terangan di hadapan semua orang dan tidak secara sembunyi-sembunyi. Perbuatan-perbuatan-Nya itu benar-benar teruji dan memberikan kesaksian nyata bagi orang-orang yang melihat semua itu, yang sangat penasaran menelitinya dan tidak bersikap berat sebelah. Ia tidak memperlihatkan semua itu dalam keremangan cahaya lilin seperti halnya mereka yang hanya ingin pamer, tetapi Ia menunjukkan semuanya di siang hari, di hadapan seisi dunia ini (18:20; Mzm. 111:6). Semua perbuatan-Nya sudah sangat terbukti dan tak dapat disangkal lagi menunjukkan bahwa tugas perutusan-Nya sungguh benar dari Allah.

. Anugerah ilahi dalam perbuatan-perbuatan-Nya membuat mereka akan dihukum sebagai orang-orang yang paling tidak tahu berterima kasih. Pekerjaan yang Ia lakukan di antara mereka bukan sekadar mujizat saja, tetapi juga belas kasihan. Bukan sekadar perbuatan ajaib untuk membuat mereka terkagum-kagum, tetapi perbuatan kasih dan kebaikan bagi kepentingan mereka sendiri, dan untuk mendekatkan diri-Nya dengan mereka. Ia menyembuhkan yang sakit, mentahirkan yang kusta, mengusir roh-roh jahat, dan semua kebaikan itu bukan saja menolong orang-orang yang menderita semuanya itu, tetapi juga meringankan beban khalayak ramai. Dia terus melakukan hal-hal itu dengan sering dan berulang-ulang: "Pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku? Kamu tidak bisa menuduh-Ku telah berbuat hal-hal yang merugikanmu atau menghasutmu. Jika kini kamu mencoba mencari-cari masalah dengan-Ku, pastilah hal itu karena perbuatan baik yang telah Kulakukan untukmu. Katakan yang mana."

        Perhatikan:

            (1) Sikap kita yang tidak tahu berterima kasih dalam dosa-dosa kita terhadap Allah dan Yesus Kristus itu memperbesar dosa-dosa tersebut, dan membuatnya menjadi semakin keterlaluan. Lihatlah bagaimana Allah berfirman untuk mengemukakan hal itu (Ul. 32:6; Yer. 2; 5; Mi. 6:3).
            (2) Kita pun tidak boleh merasa heran jika bertemu dengan orang-orang yang bukan saja membenci kita tanpa alasan, tetapi juga memusuhi kita karena kasih yang kita tunjukkan (Mzm. 35:12; 41:10). Dengan bertanya, pekerjaan manakah yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?, untuk menunjukkan bahwa Ia sama sekali tidak bersalah, Ia pun membuat para penganiaya-Nya itu untuk berpikir mengenai alasan sebenarnya mengapa mereka sampai memusuhi-Nya. Ia membuat mereka bertanya-tanya, sebagaimana yang harus dilakukan oleh semua orang yang menimbulkan masalah di lingkungan mereka, mengapa kita menganiaya Dia? Ini seperti Ayub menasihati kawan-kawannya (Ayb. 19:28).

Dasar dari segala tindakan yang mereka perbuat terhadap Kristus (ay. 33). Dosa apa lagi yang tidak bisa ditutup-tutupi, sebab para penganiaya Anak Allah yang haus darah pun bahkan masih dapat mengatakan pembelaan atas perbuatan mereka itu.

. Mereka tidak mau dianggap sebagai musuh negeri mereka sendiri dengan menganiaya Dia karena sebuah perbuatan baik: Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau. Namun, sesungguhnya mereka memang hampir tidak pernah menganggap setiap perbuatan yang Ia lakukan sebagai perbuatan baik. Penyembuhan terhadap orang yang lumpuh (ps. 5) dan orang buta (ps. 9) sama sekali tidak dianggap mereka sebagai perbuatan baik terhadap kota itu, padahal perbuatan ini layak mendapat pujian. Sebaliknya, perbuatan itu ditimpakan kepada-Nya sebagai kejahatan karena dilakukan pada hari Sabat. Akan tetapi, kalaupun mereka sebenarnya menganggap perbuatan itu baik, mereka tetap tidak akan mengakui bahwa mereka hendak melempari-Nya dengan batu oleh karena perbuatan-perbuatan itu, meskipun hal itulah yang benar-benar membuat mereka kesal (11:47). Jadi, meskipun hal itu sangat aneh, mereka tetap saja bersikeras dan tidak mau mengakui perilaku mereka yang ganjil itu.

. Mereka ingin dianggap sebagai pembela Allah dan kemuliaan-Nya dengan menuduh Yesus sebagai penghujat: karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.

        Di sini terdapat:

            (1) Semangat palsu dalam membela hukum Taurat. Kelihatannya mereka benar-benar peduli akan kehormatan dan keagungan ilahi sampai-sampai mereka begitu geram mendapati sesuatu yang mereka anggap sebagai hinaan terhadap hal itu. Seorang penghujat haruslah dihukum mati dengan dilontari batu (Im. 24:16). Mereka pikir, hukum tersebut tidak saja hanya membenarkan, tetapi juga menyucikan usaha yang hendak mereka lakukan (sebagaimana dicatat dalam Kisah Para Rasul 26:9). Perhatikan, perbuatan yang paling jahat biasanya ditutupi dengan polesan halus yang kelihatannya baik. Sebagaimana tak ada yang lebih dapat meneguhkan hati daripada hati nurani yang benar, begitu pula tak ada yang lebih dapat membakar kemarahan hati daripada hati nurani yang salah (Yes. 66:5; Yoh. 16:2).
            (2) Permusuhan sengit terhadap Injil. Tiada cara hebat bagi mereka untuk menyerang Injil selain dengan menuduh Kristus sebagai penghujat. Bukan hal baru lagi jika tuduhan-tuduhan paling buruk justru dialamatkan kepada orang-orang yang paling baik oleh mereka yang sudah bertekad untuk memperlakukan mereka seburuk mungkin.
                [1] Kejahatan yang mereka tuduhkan kepada-Nya adalah penghujatan, yaitu merendahkan dan menghina Allah melalui perkataan. Allah sendiri berada di luar jangkauan si pendosa sehingga tidak mungkin dapat dicelakai. Dengan demikian, memusuhi Allah biasanya dilakukan dengan melancarkan penghinaan terhadap nama-Nya, dan dengan begitu, menunjukkan maksud jahat mereka.
                [2] Bukti dari kejahatan yang mereka tuduhkan itu: Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah. Sebagaimana kebenaran bahwa Dia adalah Allah merupakan kemuliaan Allah, yang kita renggut daripada-Nya saat kita membuat-Nya menjadi salah satu di antara kita, begitu pula kebenaran bahwa tidak ada seorang pun yang seperti Dia merupakan kemuliaan bagi-Nya juga, yang kita renggut saat kita membuat diri kita atau makhluk lain, setara dengan-Nya.

                Perhatikanlah:

                    Pertama, sejauh ini mereka sebetulnya benar, bahwa apa yang dinyatakan Kristus mengenai diri-Nya sendiri berarti demikian: bahwa Ia adalah Allah, sebab Ia telah mengatakan bahwa Ia dan Bapa adalah satu, dan bahwa Ia akan memberikan hidup yang kekal. Dan Kristus pun tidak menyangkal hal itu, yang pasti telah Ia lakukan seandainya ada yang tidak benar dalam kata-kata-Nya itu. Tetapi,
                    Kedua, mereka sungguh keliru saat memandang-Nya hanya semata-mata sebagai manusia biasa, dan menganggap pengakuan-Nya sebagai Allah itu adalah sebuah penghujatan dan hanya karangan-Nya belaka. Pikir mereka, mustahil sekali dan sangat tidak layak jika seorang seperti Dia, yang berpenampilan lusuh, hina dan miskin itu sampai berani mengaku-ngaku sebagai Mesias yang berhak memperoleh penghormatan sebagai Anak Allah.



* Jawaban Kristus terhadap tuduhan mereka (sebab pembelaan diri mereka merupakan tuduhan terhadap-Nya), dan bagaimana Ia membenarkan hal-hal yang mereka anggap sebagai penghujatan (ay. 34 dst.), untuk membuktikan bahwa Ia bukanlah seorang penghujat, melalui dua alasan:
        . Dengan pembuktian yang diambil dari firman Allah. Ia merujuk pada apa yang tertulis dalam hukum mereka, yaitu Perjanjian Lama. Firman selalu ada di samping Kristus untuk menjawab siapa pun yang menentang-Nya. Ada tertulis, Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah" (Mzm. 82:6). Hal ini merupakan dalih a minore ad majus -- dari yang terkecil sampai yang terbesar. Jika mereka adalah allah, apalagi Aku.


* Kristus Menyepi ke Seberang Sungai Yordan (10:39-42)

    Di sini kita mendapati perkara perdebatan dengan orang-orang Yahudi tadi. Orang pasti menyangka hati mereka kini sudah dapat diyakinkan dan diluluhkan. Namun sebaliknya, hati mereka malah menjadi semakin keras.
    Di sini diceritakan tentang:

    I. Bagaimana mereka menyerang-Nya dengan kekerasan. Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia (ay. 39).

    Oleh sebab itu:

        . Karena Dia telah menjawab segala tuduhan penghujatan mereka dan menghapuskan tuduhan tersebut, mereka pun mendapat malu sebab usaha mereka untuk melempari-Nya dengan batu pun gagal. Karena itu mereka lalu sepakat untuk menangkap dan menganiaya Dia sebagai orang yang telah melanggar hukum di negeri mereka. Setelah tidak berhasil melakukan niat mereka melalui keributan orang banyak, mereka pun akhirnya mencoba lagi melalui jalur hukum (Why. 12:13). Atau,
        . Oleh sebab Ia kukuh dalam kesaksian yang sama mengenai diri-Nya sendiri, mereka pun ngotot dalam kedengkian mereka terhadap-Nya. Sekali lagi, Dia menegaskan apa yang telah Ia katakan sebelumnya, sebab saksi yang benar tidak akan melenceng dari apa yang telah ia ungkapkan sebelumnya. Karena itulah, mereka tetap menunjukkan tanggapan serupa atas pernyataan yang sama, serta membenarkan usaha mereka dulu untuk melempari-Nya dengan berusaha untuk menangkap-Nya sekarang. Begitulah sifat dan rancangan jiwa penganiaya, malè facta malè factis tegere ne perpluant -- menutupi serentetan kejahatan dengan kejahatan yang lain, kalau-kalau yang pertama gagal.

    II. Bagaimana Ia meluputkan diri dari mereka; bukan dengan sebuah cara biasa yang menunjukkan kelemahan manusia, melainkan dengan cara luar biasa yang menunjukkan kuasa ilahi yang besar. Ia luput dari tangan mereka, bukan dengan campur tangan seorang kawan yang membantu-Nya, tetapi dengan memakai hikmat-Nya sendirilah Ia melepaskan diri dari mereka. Ia menyelubungkan sebuah tabir untuk menutupi diri, atau mungkin menutupi mata mereka dengan kabut, atau mengikat tangan mereka yang hatinya tidak dapat Ia luluhkan. Perhatikan, tak ada sebuah senjata pun yang cukup ampuh untuk melawan Tuhan Yesus (Mzm. 2:4). Ia luput, bukan karena takut menderita, melainkan karena saat-Nya belum tiba. Karena itu, Dia yang sanggup meluputkan diri pasti juga sanggup menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan, dan membuka jalan bagi mereka untuk meloloskan diri.

    III. Bagaimana Ia pergi menyepi: Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan (ay. 40). Pemimpin jiwa kita tidak datang hanya untuk tinggal di satu tempat saja, tetapi berkeliling dari satu tempat ke tempat lain sambil melakukan kebaikan. Sang Penolong Agung ini tidak pernah jauh dari jalan-Nya, sebab ke mana pun Ia pergi, pasti selalu banyak pekerjaan menanti. Meskipun Yerusalem merupakan kota utama, Yesus tetap mau mengunjungi daerah-daerah pinggiran, tidak hanya di Galilea yang adalah daerah-Nya sendiri, tetapi juga sampai ke daerah-daerah lain, bahkan yang paling terpencil di seberang sungai Yordan.

    Perhatikanlah:

        . Tempat bernaung macam apa yang Ia dapati di sana. Dia pergi ke bagian yang sepi, lalu Ia pun tinggal di situ. Di sana Ia menemukan tempat yang tenang untuk beristirahat dan berdiam, yang tidak dapat Ia dapati di Yerusalem. Perhatikan, meskipun para penganiaya bisa mengusir Kristus dan Injil-Nya keluar dari daerah mereka, mereka tetap tidak bisa mengusir-Nya ataupun Injil-Nya dari dunia ini. Meskipun Yerusalem tidak tergugah dan tidak akan begitu, Kristus tetap mulia dan akan tetap dipermuliakan. Kepergian Kristus ke seberang sungai Yordan itu merupakan gambaran terambilnya kerajaan Allah dari bangsa Yahudi untuk dibawa kepada bangsa-bangsa bukan-Yahudi. Kristus dan Injil-Nya sering kali disambut dengan lebih meriah oleh orang-orang pedalaman yang sederhana dibandingkan oleh mereka yang berhikmat, kuat, dan terpandang (1Kor. 1: 26-27).

        . Keberhasilan seperti apa yang Ia raih di sana. Dia tidak pergi ke sana semata-mata demi keamanan pribadi-Nya saja, tetapi juga untuk melakukan kebaikan. Dan Ia pun memilih untuk pergi ke tempat di mana Yohanes pertama kali membaptis (1:28), sebab di sana pasti masih tersisa kenangan tentang pelayanan dan baptisan Yohanes yang akan membuat mereka lebih mudah menerima Kristus dan ajaran-Nya. Saat itu belum ada tiga tahun lamanya semenjak Yohanes membaptis di sana, dan Kristus sendiri pun dibaptis di sana, di Betania. Demikianlah Kristus datang ke sana untuk melihat buah-buah yang dihasilkan oleh usaha Yohanes Pembaptis di antara mereka. Dia juga mau melihat segala hal yang mereka masih pertahankan dari apa yang telah mereka dengar dan terima. Peristiwa tersebut dapat dikatakan memenuhi pengharapan-Nya itu, karena kita mendapati:
            (1) Bahwa mereka berduyun-duyun menghampiri-Nya (ay. 41): banyak orang datang kepada-Nya. Kembalinya kasih karunia ke satu tempat setelah beberapa saat lamanya terpisah dari mereka, pastilah menimbulkan kembali gejolak kasih di hati. Beberapa orang berpendapat bahwa Kristus memilih untuk tinggal di Betania, yang merupakan tempat berlabuh perahu-perahu yang mereka pakai untuk menyeberangi sungai Yordan, supaya kumpulan orang di sana mendapat kesempatan untuk datang dan mendengarkan-Nya saat Dia mengajar di sana tanpa harus beranjak dari perahu mereka.
            (2) Bahwa mereka menimbang-nimbang hal-hal baik yang ada pada diri-Nya dan mencari-cari alasan untuk mendekatkan diri mereka kepada-Nya, segiat yang dilakukan orang-orang di Yerusalem dalam mencari-cari kesalahan pada diri-Nya. Mereka berkata dengan penuh hikmat, Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar. Ada dua hal yang mereka pertimbangkan ketika mengingat-ingat apa yang telah mereka lihat dan dengar dari Yohanes, dan membandingkan semua itu dengan pelayanan Kristus:

- Bahwa Kristus jauh melampaui kuasa Yohanes Pembaptis, sebab Yohanes tidak membuat satu tanda pun, tetapi Kristus membuat banyak sekali mujizat, sehingga mudah saja menyimpulkan bahwa Yesus lebih hebat daripada Yohanes. Lalu, jika Yohanes adalah seorang nabi yang besar, bayangkanlah betapa besarnya Yesus yang ada di hadapan mereka itu! Kristus memang paling dapat dikenali dan diakui melalui perbandingan dengan orang-orang lain yang menunjukkan bahwa Ia melampaui mereka semua. Meskipun Yohanes datang dalam roh dan kuasa Elia, dia tidak membuat suatu mujizat apa pun seperti Elia, supaya pikiran orang tidak menjadi ragu-ragu mengenai dia dan Yesus. Karena itulah, kehormatan untuk melakukan mujizat hanya diberikan kepada Yesus sebagai bunga di mahkota-Nya, supaya dapat ditunjukkan dengan nyata dan tak dapat dibantah lagi, bahwa sekalipun Ia datang kemudian, Dia lebih dipilih daripada Yohanes.

- Bahwa Kristus benar-benar menggenapi kesaksian Yohanes Pembaptis. Yohanes bukan saja tidak membuat satu tanda pun supaya perhatian orang banyak tidak teralih dari Kristus, tetapi dia mengatakan banyak hal untuk mengarahkan mereka kepada Kristus, dan menyerahkan mereka menjadi murid-murid-Nya, dan kini mereka pun mengingat semuanya itu: semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar, yaitu bahwa Ia akan menjadi Anak Domba Allah, akan membaptis dengan Roh Kudus dan api. Yohanes telah mengatakan hal-hal yang besar mengenai Dia sehingga harapan mereka pun melambung tinggi, sedemikian rupa sehingga walaupun mereka tidak sampai bergiat mencari-Nya ke daerah asal-Nya, namun, saat Ia sendiri datang ke tempat mereka dan membawa serta Injil-Nya ke depan pintu rumah mereka, mereka pun mengakui bahwa Dia tepat seperti yang Yohanes pernah ceritakan. Saat kita mulai mengenal Kristus dan terus mencari-cari, kita mendapati bahwa semua yang dikatakan firman mengenai Dia adalah benar, bahkan kenyataannya melebihi kabar yang telah kita dengar (1Raj. 10:6-7). Saat itu, Yohanes Pembaptis memang sudah mati, tetapi mereka mendapat manfaat dari apa yang dulu pernah mereka dengar darinya, dan dengan membandingkan semua itu dengan apa yang kini mereka lihat, keuntungan mereka pun menjadi dua kali lipat, sebab,

Pertama,
Mereka sungguh mantap percaya bahwa Yohanes adalah seorang nabi yang menubuatkan hal-hal seperti itu, dan membicarakan kebesaran Yesus sekalipun pada awalnya Ia terlihat begitu sederhana.

Kedua,
Mereka telah dipersiapkan untuk percaya bahwa Yesus adalah Kristus, dan di dalam Dia mereka melihat segala hal yang dinubuatkan Yohanes tergenapi. Melalui semua itu kita bisa melihat bahwa keberhasilan dan keampuhan firman yang diberitakan tidak terbatas oleh umur si pemberita, dan tidak hilang seiring berakhirnya nafas kehidupannya, tetapi apa yang terlihat seperti air yang tercurah ke bumi, masih mungkin bisa terkumpulkan lagi di kemudian hari (Za. 1:5-6).

(3) Bahwa banyak orang di situ percaya kepada-Nya. Karena mereka percaya bahwa Dia yang melakukan banyak mujizat dan yang menggenapi nubuatan Yohanes itu adalah benar seperti apa yang Ia akui, yaitu Anak Allah, mereka pun menyerahkan diri sebagai murid-murid-Nya (ay. 42).

            Ada hal yang perlu ditekankan di sini:

                [1] Tentang orang-orang yang percaya kepada-Nya. Jumlah mereka banyak. Mereka yang percaya kepada-Nya di daerah pinggiran sungai Yordan itu bagaikan tuaian besar yang terkumpul bagi-Nya, sementara mereka yang menerima dan menyambut ajaran-Nya di Yerusalem jumlahnya bagaikan butiran-butiran anggur sisa yang terjatuh ketika panen di ladang.
                [2] Tentang tempat di mana semua itu terjadi, yaitu tempat yang sama di mana Yohanes dulu berkhotbah dan membaptis dan menuai banyak keberhasilan. Di situ banyak orang percaya kepada Tuhan Yesus. Di mana kabar pengajaran mengenai pertobatan telah mengalami keberhasilan, biasanya kabar mengenai pendamaian dan Injil anugerah juga akan menjadi berhasil. Di mana Yohanes diterima, Kristus pun tidak akan ditolak di sana. Suara sangkakala kemenangan pada hari Pendamaian terdengar teramat manis di telinga jiwa-jiwa yang sebelumnya telah merendahkan diri mereka akibat dosa.


BcO Bilangan 22:1-8a.20-35
22:1 Kemudian berangkatlah orang Israel, dan berkemah di dataran Moab, di daerah seberang sungai Yordan dekat Yerikho.
Balak memanggil Bileam
22:2 Balak bin Zipor melihat segala yang dilakukan Israel kepada orang Amori. 22:3 Maka sangat gentarlah orang Moab terhadap bangsa itu, karena jumlahnya banyak, lalu muak dan takutlah orang Moab karena orang Israel. 22:4 Lalu berkatalah orang Moab kepada para tua-tua Midian: "Tentu saja laskar besar itu akan membabat habis segala sesuatu yang di sekeliling kita, seperti lembu membabat habis tumbuh-tumbuhan hijau di padang." Adapun pada waktu itu Balak bin Zipor menjadi raja Moab. 22:5 Raja ini mengirim utusan kepada Bileam bin Beor, ke Petor yang di tepi sungai Efrat, ke negeri teman-teman sebangsanya, untuk memanggil dia, dengan pesan: "Ketahuilah, ada suatu bangsa keluar dari Mesir; sungguh, sampai tertutup permukaan bumi olehnya, dan mereka sedang berkemah di depanku. 22:6 Karena itu, datanglah dan kutuk bangsa itu bagiku, sebab mereka lebih kuat dari padaku; mungkin aku sanggup mengalahkannya dan menghalaunya dari negeri ini, sebab aku tahu: siapa yang kauberkati, dia beroleh berkat, dan siapa yang kaukutuk, dia kena kutuk." 22:7 Lalu berangkatlah para tua-tua Moab dan para tua-tua Midian dengan membawa di tangannya upah penenung; setelah mereka sampai kepada Bileam, disampaikanlah kepadanya pesan Balak. 22:8 Lalu berkatalah Bileam kepada mereka: "Bermalamlah di sini pada malam ini, maka aku akan memberi jawab kepadamu, sesuai dengan apa yang akan difirmankan TUHAN kepadaku."  

22:20 Datanglah Allah kepada Bileam pada waktu malam serta berfirman kepadanya: "Jikalau orang-orang itu memang sudah datang untuk memanggil engkau, bangunlah, pergilah bersama-sama dengan mereka, tetapi hanya apa yang akan Kufirmankan kepadamu harus kaulakukan."
Keledai Bileam dan Malaikat TUHAN
22:21 Lalu bangunlah Bileam pada waktu pagi, dipelanainyalah keledainya yang betina, dan pergi bersama-sama dengan pemuka-pemuka Moab. 22:22 Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat TUHAN di jalan sebagai lawannya. Bileam mengendarai keledainya yang betina dan dua orang bujangnya ada bersama-sama dengan dia. 22:23 Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke ladang. Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan. 22:24 Kemudian pergilah Malaikat TUHAN berdiri pada jalan yang sempit di antara kebun-kebun anggur dengan tembok sebelah-menyebelah. 22:25 Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN, ditekankannyalah dirinya kepada tembok, sehingga kaki Bileam terhimpit kepada tembok. Maka ia memukulnya pula. 22:26 Berjalanlah pula Malaikat TUHAN terus dan berdirilah Ia pada suatu tempat yang sempit, yang tidak ada jalan untuk menyimpang ke kanan atau ke kiri. 22:27 Melihat Malaikat TUHAN meniaraplah keledai itu dengan Bileam masih di atasnya. Maka bangkitlah amarah Bileam, lalu dipukulnyalah keledai itu dengan tongkat. 22:28 Ketika itu TUHAN membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam: "Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?" 22:29 Jawab Bileam kepada keledai itu: "Karena engkau mempermain-mainkan aku; seandainya ada pedang di tanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang." 22:30 Tetapi keledai itu berkata kepada Bileam: "Bukankah aku ini keledaimu yang kautunggangi selama hidupmu sampai sekarang? Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu?" Jawabnya: "Tidak." 22:31 Kemudian TUHAN menyingkapkan mata Bileam; dilihatnyalah Malaikat TUHAN dengan pedang terhunus di tangan-Nya berdiri di jalan, lalu berlututlah ia dan sujud. 22:32 Berfirmanlah Malaikat TUHAN kepadanya: "Apakah sebabnya engkau memukul keledaimu sampai tiga kali? Lihat, Aku keluar sebagai lawanmu, sebab jalan ini pada pemandangan-Ku menuju kepada kebinasaan. 22:33 Ketika keledai ini melihat Aku, telah tiga kali ia menyimpang dari hadapan-Ku; jika ia tidak menyimpang dari hadapan-Ku, tentulah engkau yang Kubunuh pada waktu itu juga dan dia Kubiarkan hidup." 22:34 Lalu berkatalah Bileam kepada Malaikat TUHAN: "Aku telah berdosa, karena aku tidak mengetahui, bahwa Engkau ini berdiri di jalan menentang aku. Maka sekarang, jika hal itu jahat di mata-Mu, aku mau pulang." 22:35 Tetapi Malaikat TUHAN berfirman kepada Bileam: "Pergilah bersama-sama dengan orang-orang itu, tetapi hanyalah perkataan yang akan Kukatakan kepadamu harus kaukatakan." Sesudah itu pergilah Bileam bersama-sama dengan pemuka-pemuka Balak itu.




Daftar Label dari Kategori Renungan Katolik 2024
Lagu Anak(1)




Nama-Nama Bayi Katolik Terlengkap

Kalender Liturgi Katolik 2024 dan Saran Nyanyian

Kalender Liturgi Katolik Mei 2024 dan Saran Nyanyian


Orang Kudus Katolik Dirayakan Mei
Santo-Santa 25 Mei - Santo Gregorius VII, Paus dan Pengaku Iman

MAZMUR TANGGAPAN & BAIT PENGANTAR INJIL
- PASKAH
- KENAIKAN
- PENTAKOSTA
- BIASA



NEXT:
Renungan Katolik 2024 Sabtu, 23 Maret 2024 - Yohanes 11:45-56 - BcO Bilangan 24:1-19 - Turibius dr Mogrovejo

PREV:
Renungan Katolik 2024 Kamis, 21 Maret 2024 - Yohanes 8:51-59 - BcO Bilangan 20:1-13; 21:4-9 - Hari Biasa - Pekan V Prapaskah





Arsip Renungan Katolik 2024..


Jadwal Misa Gereja Seluruh Indonesia
1. Map/Peta Gereja Katolik di Jakarta
2. Map/Peta Gereja Katolik di Surabaya
3. Map/Peta Gereja Katolik di Makassar
4. Map/Peta Gereja Katolik di Bandung
5. Map/Peta Gereja Katolik di Medan
6. Map/Peta Gereja Katolik di Depok
Agustus - Hati Maria Yang Tidak Bernoda(3)
April - Sakramen Maha Kudus (6)
Bulan Katekese Liturgi(5)
Bulan November - Jiwa-jiwa Kudus di Api penyucian(4)
Bulan Oktober - Bulan Rosario(1)
Bulan Oktober - Bulan Rosario suci(4)
Desember - Bunda Maria yang dikandung tanpa noda(4)
Februari - Keluarga Kudus Yesus Maria Yosep(5)
Ibadah(1)
Januari - Bulan menghormati Nama Yesus(5)
Juli - Darah Mulia(2)
Juni - Hati Kudus Yesus(10)
Maret - Pesta St. Yosep(3)
Mei - Bulan Maria(8)
Penutup Bulan Rosario(1)
Peringatan Arwah(2)
Rabu Abu(1)
SEPTEMBER - TUJUH DUKA MARIA(7)