misa.lagu-gereja.com
 
Minggu, 24 Maret 2024
HARI MINGGU PALMA
MENGENANGKAN SENGSARA TUHAN
Mrk. 11:1-10. Yes. 50:4-7; Mzm. 22:8-9,17-18a,19-20,23-24; Flp. 2:6-11; Mrk. 14:1-15,47 (panjang) atau Mrk. 15:1-39 (singkat).
BcO Yer. 22:1-8; 23:1-8
Warna Liturgi Merah
MT/BPI Edisi Baru: 019, 965 Lama: 819, 965
Saran Nyanyian:
Pembukaan: PS 491 Hosanna Putra Daud
Perarakan Palma: PS 492, 493, 494, 495
Perayaan Ekaristi: PS 480, 481, 482, 483, 484, 487, 488


Baca Juga:






Markus 14:1-15,47
Rencana untuk membunuh Yesus
14:1 Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi akan mulai dua hari lagi. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan untuk menangkap dan membunuh Yesus dengan tipu muslihat, 14:2 sebab mereka berkata: "Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat."
Yesus diurapi
14:3 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus. 14:4 Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: "Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini? 14:5 Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin." Lalu mereka memarahi perempuan itu. 14:6 Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. 14:7 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. 14:8 Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku. 14:9 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."
Yudas mengkhianati Yesus
14:10 Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka. 14:11 Mereka sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka berjanji akan memberikan uang kepadanya. Kemudian ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.
Yesus makan Paskah dengan murid-murid-Nya
14:12 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid Yesus berkata kepada-Nya: "Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?" 14:13 Lalu Ia menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: "Pergilah ke kota; di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia 14:14 dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya: Pesan Guru: di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku? 14:15 Lalu orang itu akan menunjukkan kamu sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia. Di situlah kamu harus mempersiapkan perjamuan Paskah untuk kita!"
14:47 Salah seorang dari mereka yang ada di situ menghunus pedangnya, lalu menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.

Penjelasan:

* Kristus Diurapi di Betania; Yudas Berencana untuk Menyerahkan Kristus (14:1-11)
Di sini kita mendapati contoh-contoh:
I. Contoh mengenai kebaikan sahabat-sahabat Kristus, dan jamuan yang dilakukan untuk menghargai dan menghormati-Nya. Beberapa sahabat-Nya, baik yang tinggal di Yerusalem maupun di sekitarnya, yang mengasihi-Nya, tidak pernah merasa bahwa mereka sudah cukup melayani Dia. Di antara mereka itulah Ia dimuliakan dan akan selalu dimuliakan, sekalipun Israel tidak dapat dihimpun.

. Ada seorang sahabat, yang begitu baik untuk mengundang-Nya makan malam bersama, dan Ia pun sangat baik pula untuk menerima undangan tersebut (ay. 3). Meskipun saat kematian-Nya semakin mendekat, Ia tidak mengasingkan diri dari sahabat-sahabat-Nya dan larut dalam perasaan murung dan sedih. Sebaliknya, Ia justru bercakap-cakap dengan bebas bersama para sahabat-Nya seperti biasa.

. Ada pula seorang sahabat lain, yang begitu baik untuk mengurapi kepala-Nya dengan minyak narwastu yang sangat mahal harganya ketika Ia sedang duduk makan. Ini adalah sepenggal penghormatan luar biasa yang dilakukan kepada-Nya oleh seorang perempuan berbudi yang berpikir tidak ada hal lain yang lebih baik lagi untuk dipersembahkan kepada Kristus dan untuk memuliakan-Nya. Sekarang Firman Allah telah digenapi, Sementara sang raja duduk di mejanya, semerbak bau narwastuku (Kid. 1:12). Marilah kita mengurapi Kristus sebagai Kekasih kita, mencium-Nya dengan ciuman kasih sayang, serta mengurapi-Nya sebagai Raja kita, mencium-Nya dengan ciuman kesetiaan. Bukankah Ia telah memberikan nyawa-Nya sampai mati bagi kita, jadi apakah pantas kalau kita menganggap satu buli-buli minyak narwastu terlampau mahal untuk dicurahkan ke atas kepala-Nya? Jelas terlihat bahwa perempuan itu berusaha sebaik mungkin untuk mencurahkan seluruh isi buli-buli minyak narwastu itu ke atas kepala Kristus. Ia memecahkan leher buli-buli itu (begitulah yang kita baca), tetapi karena buli-buli itu terbuat dari pualam, tentunya tidak mudah untuk dipecahkan, lagi pula untuk mengeluarkan isinya, sebenarnya buli-buli itu tidak perlu dipecahkan. Beberapa orang menduga, ia mengocok buli-buli itu, atau mengetuk-ngetukkannya ke lantai, untuk mengencerkan isinya, supaya bisa lebih mudah mengalir keluar, atau ia membersihkan dan mengorek keluar semua isinya yang masih melekat dan tersisa di dalam buli-buli. Memang sudah seharusnyalah bahwa Kristus dipermuliakan dengan semua yang kita miliki, dan kita tidak boleh berpikir untuk menahan sebagian dari kemuliaan yang harus kita berikan itu. Apakah kita sudah memberikan kepada-Nya minyak narwastu yang sangat berharga dari rasa kasih kita yang terdalam? Biarkan Dia memiliki semuanya; kasihilah Dia dengan segenap hati.

Sekarang perhatikanlah:
(1) Ada sebagian orang yang hadir mereka-reka yang jahat atas kejadian ini dan bukannya melakukan sebaliknya yang seharusnya. 
Mereka menyebutnya pemborosan minyak narwastu (ay. 4). Karena mereka sendiri tidak dapat memberikan hati mereka untuk memuliakan Kristus dengan harga yang mahal, mereka menuduh perempuan yang bisa melakukannya itu sebagai pemboros. Perhatikanlah, seperti orang bebal tidak akan dipanggil sebagai orang yang berbudi luhur, demikian pula seorang penipu tidak akan dikatakan terhormat (Yes. 32:5). Mereka berdalih bahwa minyak narwastu itu sebaiknya dijual, dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin (ay. 5). Tetapi ingatlah, sama seperti adat untuk memberikan persembahan korban kepada Allah tidak bisa dijadikan alasan untuk membebaskan kita dari kewajiban dalam memberikan sedekah kepada orangtua yang miskin (Mrk. 7:11), demikian pula halnya, kewajiban untuk memberikan sedekah kepada orang miskin juga tidak bisa dijadikan alasan untuk membebaskan kita dari kewajiban rohani tertentu kita terhadap Tuhan Yesus. Apa saja yang baik yang bisa dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu dengan sekuat tenagamu.

(2) Tuhan Yesus kita menilai tinggi apa yang dilakukan perempuan itu, melebihi apa yang dipikirkan perempuan itu. Mungkin, maksud perempuan itu tidak lebih dari menunjukkan rasa hormatnya yang sangat terhadap-Nya di hadapan semua hadirin, serta untuk melengkapi jamuan yang diadakan untuk-Nya itu. Namun, Kristus memandangnya sebagai tindakan iman yang besar, maupun sebagai kasih yang besar (ay. 8); "Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku, seakan-akan ia bisa meramalkan bahwa kebangkitan-Ku tidak akan memungkinkannya untuk melakukan pengurapan seperti ini lagi nantinya." Upacara penguburan ini merupakan semacam pertanda atau pendahuluan bagi kematian-Nya yang sudah dekat. Lihatlah, betapa hati Kristus dipenuhi dengan pikiran tentang kematian-Nya, bagaimana setiap hal diartikan berkaitan dengan hal itu, dan betapa seringnya Ia membicarakannya dalam setiap kesempatan. Merupakan hal lazim bila mereka yang dinyatakan akan mati meminta agar peti matinya serta segala macam persiapan lainnya untuk penguburan mereka dipersiapkan selagi mereka masih hidup. Demikianlah, Kristus juga menerima hal-hal ini dipersiapkan bagi diri-Nya. Kematian dan penguburan Kristus merupakan titik terendah dari penghinaan yang harus ditanggung-Nya, dan karena itu, meskipun dengan ceria Ia mau tunduk untuk menanggung penghinaan itu, Ia juga menerima tanda-tanda penghormatan untuk menyambutnya, supaya aib salib itu bisa diangkat, dan juga supaya hal itu menjadi tanda betapa berharganya di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya. Kristus tidak pernah memasuki Yerusalem dengan gegap gempita, selain ketika Ia ke sana untuk menderita. Tidak juga Ia pernah diurapi, selain untuk penguburan-Nya.

(3) Ia menyanjung bahwa sepenggal tindakan saleh yang berani dari perempuan ini akan selalu dipuji oleh gereja di segala zaman; 
Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia (ay. 9). Perhatikanlah, penghormatan yang mengikuti perbuatan baik, bahkan di dunia ini, cukup untuk menandingi pencemaran dan penghinaan yang dilontarkan terhadap perbuatan baik itu. Kenangan untuk orang benar adalah bahwa mereka diberkati, dan mereka yang diejek dan didera akan memperoleh kesaksian yang baik (Ibr. 11:36, 39). Demikian juga perempuan yang baik budi ini akan memperoleh pahala untuk buli-buli minyak narwastu ini, Nec oleum perdidit nec operam -- Ia tidak kehilangan minyak maupun perbuatannya. Ia memperolehnya melalui nama baik yang jauh lebih berharga daripada minyak narwastu yang mahal itu. Mereka yang memuliakan Kristus akan dimuliakan oleh Dia.


II. Contoh mengenai kedengkian musuh-musuh Kristus dan persiapan yang mereka buat untuk bertindak jahat terhadap-Nya.
. Imam-imam kepala, yang terang-terangan merupakan musuh-musuh-Nya, mencari jalan untuk menangkap dan membunuh Yesus (ay. 1-2). Hari raya Paskah sudah di ambang pintu, dan pada perayaan itu Ia harus disalibkan,
(1) Agar kematian dan penderitaan-Nya dapat diketahui oleh lebih banyak orang, sehingga semua orang Israel, termasuk mereka yang terserak dan berdatangan dari segenap penjuru bumi untuk mengikuti perayaan Paskah itu, bisa menjadi saksi atas kematian-Nya itu, dan atas keajaiban yang menyertainya.

(2) Bahwa apa yang dilambangkan sebelumnya dengan perayaan Paskah itu kini benar-benar akan digenapi. Kristus, Domba Paskah kita, dikorbankan bagi kita dan membawa kita keluar dari rumah perbudakan pada saat yang sama ketika anak domba Paskah dikorbankan dan pembebasan bangsa Israel keluar dari Mesir diperingati.

Sekarang lihatlah:
- Betapa dengkinya musuh-musuh Kristus itu. Mereka merasa belum cukup untuk sekadar mengusir atau memenjarakan Dia, karena mereka bukan saja bermaksud untuk membungkam Dia dan menghentikan kemajuan pekerjaan-Nya untuk masa depan yang baik, tetapi juga untuk membalas dendam atas semua kebaikan yang telah Dia lakukan.
- Betapa liciknya mereka. Mereka berkata, Jangan pada waktu perayaan, ketika orang banyak berkumpul. Tetapi dengan ini mereka tidak bermaksud agar jangan sampai ibadah mereka menjadi terganggu sehingga tidak bisa memusatkan perhatian pada ibadah itu. Tidak, mereka malah berkata, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat (ay. 2); jangan sampai mereka bangkit dan menyelamatkan Dia, dan mendakwa mereka yang melakukan upaya menentang Dia. Demikianlah, bagi orang yang hanya menginginkan pujian manusia, tidak ada lain lagi yang lebih ditakutinya selain kemarahan dan kegusaran orang.

. Yudas, yang menjadi musuh dalam selimut bagi-Nya, bersepakat dengan mereka untuk menyerahkan Dia (ay. 10-11). Ia disebut sebagai salah satu dari dua belas murid Kristus, yang akrab dengan-Nya dan dilatih untuk melayani kerajaan sorga. Lalu pergilah ia kepada imam-imam kepala dengan maksud menawarkan jasanya untuk menyerahkan Dia.
(1) Apa yang diusulkan Judas adalah untuk mengkhianati Kristus kepada mereka, dan memberi tahu mereka kapan dan di mana mereka dapat menemukan dan menangkap Dia tanpa menimbulkan keributan di antara rakyat, yang mereka takutkan akan terjadi jika mereka menangkap Dia saat Dia tampil di depan umum, di tengah-tengah para pengagum-Nya. Kalau begitu, apakah Yudas mengetahui bantuan apa yang mereka inginkan dan apa yang menjadi kesulitan mereka? Mungkin ia tidak mengetahuinya, karena perundingan itu mereka lakukan di antara anggota komplotan mereka secara tertutup. Apakah mereka tahu bahwa Yudas memiliki niat untuk membantu mereka dan membawa Yesus ke pengadilan? Tidak, mereka tidak bisa membayangkan bahwa ada di antara murid-murid-Nya yang begitu rendah moralnya. Tetapi Iblis yang merasuki Yudas mengetahui kesempatan apa yang bisa mereka berikan kepadanya. Iblis juga bisa menuntun Yudas untuk menuntun orang-orang itu, yang berencana menangkap Yesus. Perhatikanlah, roh yang bekerja di dalam diri anak-anak yang tidak patuh, tahu bagaimana caranya untuk membawa mereka untuk saling membantu di dalam merancang kejahatan, dan kemudian mengeraskan hati mereka terhadap kejahatan itu dengan khayalan bahwa Allah menyertai mereka.

(2) Yang ia rencanakan bagi dirinya sendiri adalah menerima sejumlah uang melalui penawaran ini. Ia mendapatkan apa yang ia inginkan, ketika mereka berjanji akan memberikan uang kepadanya. Apa yang menjadi dosa pelanggaran Yudas sendiri adalah ketamakan, nafsu yang telah memperbudaknya, yang kemudian menyerahkan dirinya kepada dosa dengan menyerahkan Gurunya. Iblis menyesuaikan godaannya dengan ketamakan Yudas itu sehingga takluklah Yudas. Di sini tidak dikatakan bahwa mereka berjanji akan memberikan kedudukan kepadanya (ia tidak berambisi akan hal ini), tetapi mereka berjanji akan memberikan uang kepadanya. Perhatikan di sini, betapa perlunya bagi kita untuk melipatgandakan penjagaan hati kita terhadap dosa yang paling mudah menyerang kita. Mungkin ketamakan Yudas itu jugalah yang pertama kali membawanya mengikut Kristus, setelah ia dijanjikan akan menjadi bendahara atau pengurus masalah keuangan bagi rombongan mereka. Hatinya senang memegang-megang uang, dan sekarang ketika ada kesempatan untuk mendapatkan uang tambahan dengan cara lain, ia siap menyerahkan Dia, sama siapnya seperti ia dulu mengikuti Dia. Perhatikanlah, bila dasar pengakuan iman seseorang bersifat jasmaniah dan duniawi dan hanya untuk melayani kepentingan sekuler atau hal duniawi, maka di kemudian hari ketika arah angin berubah, dasar yang sama ini akan menjadi akar pahit bagi terciptanya moral yang rendah dan penyangkalan iman.

(3) Setelah mengamankan uang itu, ia berusaha menepati janji yang telah disepakati. Ia mencari kesempatan yang baik bagaimana bisa menyerahkan Yesus dengan mudah, bagaimana ia bisa menyerahkan-Nya pada saat yang tepat, sesuai dengan harapan mereka yang menyuruh dia. Lihatlah, betapa kita harus berhati-hati agar tidak menjerat diri sendiri dalam kesepakatan yang penuh dosa. Bila sewaktu-waktu kita terjerat dalam perkataan mulut kita, maka kita harus segera melepaskan diri kita darinya (Ams. 6:1-5). Sudah menjadi suatu peraturan dalam hukum maupun dalam agama kita bahwa kewajiban untuk melakukan hal yang jahat tidak pernah ada dan sama sekali tidak diperbolehkan. Peraturan ini berkaitan erat dengan pertobatan dari kejahatan dan bukan dengan pelaksanaan kejahatan. Lihatlah, jalan dosa itu seperti bukit terjal yang menukik ke bawah, dan karena itu, bila seseorang berada di dalam jalan itu, ia harus berusaha supaya ada di atasnya. Perhatikan juga, betapa jahatnya tipu muslihat yang ada dalam diri orang yang mengejar-ngejar keinginan dosa mereka supaya rancangan mereka itu bisa terwujud dengan mudah; tetapi pada akhirnya, kemudahan ini juga yang akan menghancurkan mereka nantinya.

* Penetapan Perjamuan Malam (14:12-31)
Di dalam ayat-ayat ini diceritakan:
Kristus makan perjamuan Paskah bersama murid-murid-Nya pada malam sebelum Ia wafat. Perjamuan itu memberi Dia sukacita dan penghiburan, sebagai persiapan yang Ia lakukan sendiri untuk menyongsong penderitaan-Nya. Walaupun penderitaan-Nya sudah sangat mendekat, Ia tidak merasa terhalang untuk menikmati malam yang khidmat ini. Perhatikanlah, ketika kita punya kesempatan untuk beribadah, ketakutan akan kesukaran, baik yang sedang terjadi maupun yang akan terjadi, tidak boleh menghalangi kita untuk menghadiri ibadah itu.

. Kristus memakan domba Paskah pada waktu yang biasa dilakukan oleh orang-orang Yahudi, seperti pemahaman Dr. Whitby, dan bukan seperti yang dipahami oleh Dr. Hammond, yang mengatakan bahwa itu terjadi pada malam sebelumnya. Itu terjadi pada hari pertama dari perayaan Paskah (yang berlangsung selama delapan hari) yang dinamakan hari raya Roti Tidak Beragi, di mana pada hari itu orang menyembelih domba Paskah (ay. 12).

. Ia memberi tahu murid-murid-Nya cara menemukan tempat di mana Ia akan makan perjamuan Paskah. Dengan ini Ia memberikan bukti lain mengenai kesempurnaan pengetahuan-Nya tentang hal-hal yang akan terjadi jauh di masa depan (yang bagi kita hanya tampak sebagai perkiraan kemungkinan belaka), sama seperti ketika Ia menyuruh mereka mencari keledai muda untuk ditunggangi-Nya dalam kemenangan (11:6), "Pergilah ke kota (karena domba Paskah itu harus dimakan di Yerusalem), dan di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air (yaitu seorang pelayan yang disuruh mengambil air untuk membersihkan ruangan-ruangan di rumah tuannya), ikutilah dia, masuklah ke mana ia masuk, tanyakan siapa tuannya, yaitu pemilik rumah yang dimasukinya (ay. 14) dan mintalah ia menunjukkan sebuah ruangan." 

Tidak diragukan lagi penduduk Yerusalem memiliki ruangan yang disewakan untuk keperluan ini, yang disediakan bagi mereka yang berasal dari luar kota untuk menjalankan ibadah perjamuan Paskah. Ruangan seperti itulah yang akan digunakan Kristus, bukan rumah seorang sahabat, bukan pula rumah yang sebelumnya sering Ia gunakan, karena tentunya Ia akan berkata, "Pergilah ke rumah si Anu, sahabat kita," atau, "Kamu tahu rumah yang biasa kita gunakan, pergilah ke sana dan persiapkanlah." Mungkin Ia pergi ke tempat di mana Ia tidak dikenal, sehingga Ia dan murid-murid-Nya tidak terganggu. Mungkin Ia memberitahukan hal itu dengan menggunakan sebuah tanda, untuk merahasiakannya dari Yudas, sehingga ia tidak akan tahu sampai ia tiba di tempat itu. Tanda itu juga menunjukkan bahwa Ia akan tinggal di dalam hati yang bersih, hati yang dibasuh dengan air yang bersih. Ke mana pun Ia berencana akan datang, sekendi air harus mendahului-Nya (Yes. 1:16-18).


BcO Yeremia 22:1-8; 23:1-8

22:1 Beginilah firman TUHAN: "Pergilah ke istana raja Yehuda dan sampaikanlah di sana firman ini! 22:2 Katakanlah: Dengarlah firman TUHAN, hai raja Yehuda yang duduk di atas takhta Daud, engkau, pegawai-pegawaimu dan rakyatmu yang masuk melalui pintu-pintu gerbang ini! 22:3 Beginilah firman TUHAN: Lakukanlah keadilan dan kebenaran, lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya, janganlah engkau menindas dan janganlah engkau memperlakukan orang asing, yatim dan janda dengan keras, dan janganlah engkau menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini! 22:4 Sebab jika kamu sungguh-sungguh melakukan semuanya itu, maka melalui pintu-pintu gerbang istana ini akan berarak masuk raja-raja yang akan duduk di atas takhta Daud dengan mengendarai kereta dan kuda: mereka itu, pegawai-pegawainya dan rakyatnya. 22:5 Tetapi jika kamu tidak mendengarkan perkataan-perkataan ini, maka Aku sudah bersumpah demi diri-Ku, demikianlah firman TUHAN, bahwa istana ini akan menjadi reruntuhan. 22:6 Sebab beginilah firman TUHAN mengenai keluarga raja Yehuda: Engkau seperti Gilead bagi-Ku, seperti puncak gunung Libanon! Namun pastilah Aku akan membuat engkau menjadi padang gurun, menjadi kota yang tidak didiami orang. 22:7 Aku akan menetapkan pemusnah-pemusnah terhadap engkau, masing-masing dengan senjatanya; mereka akan menebang pohon aras pilihanmu dan mencampakkannya ke dalam api. 22:8 Dan apabila banyak bangsa melewati kota ini, maka mereka akan berkata seorang kepada yang lain: Mengapakah TUHAN melakukan seperti itu kepada kota yang besar ini?


Janji tentang Tunas Daud yang adil
23:1 "Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!" -- demikianlah firman TUHAN. 23:2 Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah Israel, terhadap para gembala yang menggembalakan bangsaku: "Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai, dan kamu tidak menjaganya. Maka ketahuilah, Aku akan membalaskan kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat, demikianlah firman TUHAN. 23:3 Dan Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku dari segala negeri ke mana Aku menceraiberaikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka: mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak. 23:4 Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekorpun, demikianlah firman TUHAN. 23:5 Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. 23:6 Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN -- keadilan kita. 23:7 Sebab itu, demikianlah firman TUHAN, sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa orang tidak lagi mengatakan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!, 23:8 melainkan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun dan membawa pulang keturunan kaum Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah menceraiberaikan mereka!, maka mereka akan tinggal di tanahnya sendiri."



___



Daftar Label dari Kategori Renungan Katolik 2024
Lagu Anak(1)




Nama-Nama Bayi Katolik Terlengkap

Kalender Liturgi Katolik 2024 dan Saran Nyanyian

Kalender Liturgi Katolik Mei 2024 dan Saran Nyanyian


Orang Kudus Katolik Dirayakan Mei
Santo-Santa 25 Mei - Santo Gregorius VII, Paus dan Pengaku Iman

MAZMUR TANGGAPAN & BAIT PENGANTAR INJIL
- PASKAH
- KENAIKAN
- PENTAKOSTA
- BIASA



NEXT:
Renungan Katolik Senin, 25 Maret 2024 - Yohanes 12:1-11 - BcO Yeremia 26:1-15 - HARI SENIN DALAM PEKAN SUCI

PREV:
Renungan Katolik 2024 Sabtu, 23 Maret 2024 - Yohanes 11:45-56 - BcO Bilangan 24:1-19 - Turibius dr Mogrovejo





Arsip Renungan Katolik 2024..


Jadwal Misa Gereja Seluruh Indonesia
1. Map/Peta Gereja Katolik di Jakarta
2. Map/Peta Gereja Katolik di Surabaya
3. Map/Peta Gereja Katolik di Makassar
4. Map/Peta Gereja Katolik di Bandung
5. Map/Peta Gereja Katolik di Medan
6. Map/Peta Gereja Katolik di Depok
Agustus - Hati Maria Yang Tidak Bernoda(3)
April - Sakramen Maha Kudus (6)
Bulan Katekese Liturgi(5)
Bulan November - Jiwa-jiwa Kudus di Api penyucian(4)
Bulan Oktober - Bulan Rosario(1)
Bulan Oktober - Bulan Rosario suci(4)
Desember - Bunda Maria yang dikandung tanpa noda(4)
Februari - Keluarga Kudus Yesus Maria Yosep(5)
Ibadah(1)
Januari - Bulan menghormati Nama Yesus(5)
Juli - Darah Mulia(2)
Juni - Hati Kudus Yesus(10)
Maret - Pesta St. Yosep(3)
Mei - Bulan Maria(8)
Penutup Bulan Rosario(1)
Peringatan Arwah(2)
Rabu Abu(1)
SEPTEMBER - TUJUH DUKA MARIA(7)